
Malam ini purnama bersinar terang, Kerajaan Rubah sedikit tenang setelah cuaca memburuk belakangan ini belum lagi serangan dari Sang Dewa tertinggi yang akhirnya berhenti karena barikade kerajaan Rubah lebih kuat dari yang Donghae kira. Tapi bukan berarti Donghae akan berhenti setelah ini, Kerajaan langit pasti akan turun tangan sekarang karena bagaimanapun Donghae di anggap tetua kerajaan Langit dan pasti akan membantu jika Donghae meminta.
Hal ini dimanfaatkan oleh Kyuhyun yang memang menunggu datangnya purnama sempurna untuk membuat gelang rembulan yang rencananya akan di gunakan untuk memanggil Hagi kembali ke tubuh Hyunmie, walaupun resikonya sangat berat dan Ratu rubah juga yang berkeras melarang, Kyuhyun tetap teguh dengan pendiriannya dia tidak akan membuang-buang waktu lagi jika ada sedikit waktu untuk membahagiakan Hagi maka Kyuhyun akan melakukannya bahkan jika nyawanya harus di pertaruhkan.
Lagi pula sekarang Kyuhyun sudah memiliki seorang putra, kerjaan Rubah akan memiliki Pangeran baru jika terjadi sesuatu padanya dan saat itu Hagi ada di sisi putra mereka. Raja Rubah sendiri sebenarnya keberatan dengan keputusan Kyuhyun apa lagi setelah dia sendiri memberikan setengah dari energi mutiara emas pada putranya itu. Tapi melihat betapa menderita putranya dan juga jika mengingat perjanjiannya dengan Hagi Raja Rubah akhirnya mendukung apapun keputusan Kyuhyun.
"Jika pada akhirnya Donghae berkeras berperang dengan kita, ayah akan membantumu di garis depan melawannya." Hal itu cukup membuat Kyuhyun tenang karena bagaimanapun Kyuhyun memang akan membutuhkan bantuan ayahnya setelah gelang rembulan di buat. Donghae akan tetap meminta kekasihnya di kembalikan dan tentu saja Kyuhyun akan mempertahankan istrinya.
"Apa kau siap malam ini?" Pertanyaan tiba-tiba orang di sampingnya membuat Kyuhyun berbalik ketika sejak tadi sibuk menatap rembulan dari depan gua teratai. Hyunmie masih dingin padanya tapi Kyuhyun bisa memakluminya dan hanya mengangguk kecil untuk pertanyaan Hyunmie tadi.
"Ketika aku memotong salah satu ekorku nanti, pastikan kau langsung mentransfer kekuatan mutiara merah pada ekorku itu." Hyunmie menarik nafas panjang lalu mengangguk kecil, dia tahu ini gila, rasa sakit kehilangann salah satu ekor sama sakitnya dengan kehilangan nyawa. Tapi jika itu bisa membuat kakaknya kembali kenapa tidak.
"Aku ingin kau minta maaf pada kakakku jika dia kembali, saat kau memperkosaku kakakku melihatnya." Kyuhyun membeku seketika lalu menatap Hyunmie terkejut yang tersenyum kecut.
"Seharusnya eonni tidak melakukan semua ini untukmu atau untukku, eonni sangat terluka saat itu. Jadi pastikan kali ini kau tidak menyakitinya lagi, bahagiakan dia jangan buat semua pengorbanan ini menjadi sia-sia." Kyuhyun memejamkan mata lalu menggosok wajahnya frustasi, Ya Tuhan bagaimana bisa Kyuhyun menghadapi Hagi setelah ini?
"Hanya buat dia bahagia, tebus kesalahanmu dengan membuat Eonni selalu tersenyum." Kyuhyun menatap Hyunmie sendu tapi setelah itu mengangguk pelan.
"Terimakasih..." Hyunmie mendengus kesal, entah kenapa ia tidak senang sama sekali dengan semua ini walaupun demi cinta kakaknya.
"Aku melakukan semua ini untuk kakakku bukan untukmu, lagi pula eonni memberikanku mutiara merah jadi ini bukan apa-apa." Kyuhyun tersenyum kecil lalu mengagguk pelan.
__ADS_1
"Aku tahu..." Hyunmie hanya menghelah nafas lalu mengangkat bahu acuh dan kembali meninggalkan Kyuhyun sendirian sebelumnya Hyunmie sudah menyiapkan ramuan untuk Kyuhyun agar nanti rasanya tidak terlalu menyakitkan saat harus memotong ekornya yang memang menjadi syarat untuk membuat Gelang rembulan.
Tepat tengah malam Kyuhyun, Raja Rubah dan Hyunmie sudah siap menjalankan ritual pembuatan gelang rembulan, yang pertama maju tentu saja Kyuhyun, dia langsung mengeluarkan pedang miliknya setelah itu mulai membaca mantra untuk mengeluarkan kekuatan yang Kyuhyun miliki beserta Ekor sembilan miliknya.
Setelah ekor Kyuhyun keluar Kyuhyun kembali membuat segel untuk menahan peredaran darah juga rasa sakit akibat memotong ekornya sendiri. Setelah persiapan sudah siap Kyuhyun menatap Hyunmie yang juga mulai membuat segel, sedangkan Raja Rubah membantu Kyuhyun dari belalang dengan menyalurkan kekuatan untuk menolong Kyuhyun setelah memotong ekornya.
Saat semua persiapan sudah siap Kyuhyun langsung mengayunkan pedangnya tepat kesalah satu ekornya lalu menebasnya hingga putus, saat itu juga Kyuhyun langsung melemas dan Kyuhyun langsung muntah darah, melihat hal itu Raja Rubah langsung mentransfer kekuatannya pada Kyuhyun yang sedikitnya terbantu lalu kembali membuat segel untuk menyerap kekuatan rembulan agar ekornya yang putus berubah menjadi sebuah gelang.
Perlahan cahaya putih menyinari gelang rembulan ketika cahaya hampir menipis, Hyunmie langsung menyalurkan kekuatan mutiara merah pada gelang rembulan itu hingga perlahan warna gelang rembulan berubah menjadi kemerahan. Setelah merasa cukup Hyunmie menghentikan segelnya lalu gelang rembulan yang sejak tadi melayang-layang di udara jatuh ke tanah.
"Terimakasih..." ucapan sependek itu membuat Kyuhyun batuk parah, Hyunmie hanya mendengus pelan.
"Tidak perlu, dan sebaiknya kau pulihkan dulu keadaanmu, baru setelah itu aku akan memakai gelang itu, aku tidak mau kakakku bersedih melihatmu seperti ini." Kyuhyun tersenyum miris tentu saja dia tidak akan menujukan hal ini pada Hagi, kalau perlu Hagi tidak harus tahu dari mana gelang rembulan berasal.
"Aku paham..."
***
Human World
__ADS_1
Rumah sakit Samsung sepertinya kembali sibuk belakangan ini karena tamu VVIP yang hampir setahun koma kembali bangun hanya saja sang pasien terlihat tidak bersemangat hidup dan sering melamun membuat Nyonya Kim sedih karena putrinya yang seolah kehilangan harapan hidup.
Hagi tidak mau terapi ataupun melakukan penyembuhan lainnya karena tertidur selama hampir setahun dan tubuhnya kini kaku. Gadis itu selalu murung bahkan kadang-kadang menangis dalam diam, sesekali ia akan memainkan kalung yang ia pakai sambil membayangkan semua yang terjadi selama ini dalam hidupnya.
Hagi kembali menangis ketika ingat jika dia melepas kalungnya saat di gerbang fana dan tanpa sengaja menjatuhkannya kedalam jurang hingga kesempatan untuk kembali kedalam tubuh Hyunmie sudah tidak ada. Sekarang Hyunmie sangat merindukan Kyuhyun juga bayinya dan mengingat bayinya Hagi kembali menangis semakin keras membuat Nyonya Kim terkejut dan bangun dari tidurnya lalu memeluk Hagi erat-erat.
"Sayang ada apa? Apa ada yang sakit? Katakan pada ibu nak?" Hagi hanya semakin terisak sedih lalu memeluk nyonya Kim erat, Hagi bukannya tidak sayang pada ibunya yang ada di dunia manusia tapi sejatinya dia adalah bangsa rubah yang tinggal di dimensi lain dan menggunakan kesempatan lahir di dunia ini lagi karena demi seseorang yang sangat Hagi cintai.
Tapi sekarang semua sia-sia Hagi yang membuat peluang ini dan Hagi sendiri yang membuangnya karena tidak ingat semua yang terjadi dulu, membuatnya menggambil tindakan gegabah tanpa mendengar penjelasan dari Kyuhyun terlebih dulu, tapi sekalipun akhirnya Kyuhyun memberitahukan yang sebenarnya belum tentu juga Hagi mempercayainya, ternyata tidak ada yang mudah, Sang Pencipta tidak memberikan permainan yang mudah, selalu banyak lika liku dalam menjalankan takdirnya.
"Eomma... aku merindukannya..." Nyonya Kim mengerutkan keningnya bingung tapi yang bisa beliau lakukan hanyalah mendekap Hagi lebih erat membiarkan anak perempuan satu-satunya itu menangis sepuasnya, setelah itu nyonya Kim berjanji akan mencari tahu sebenarnya apa yang terjadi pada putrinya ini.
Malam itu Hagi kembali tertidur dalam dekapan Nyonya Kim setelah lelah menangis seharian, tanpa Hagi sadari takdir kembali mempermainkan perannya dan Sang Pencipta kembali tersenyum dengan cerita yang ia buat untuk Hagi. Ketika Hagi terbangun ia kembali di kejutkan dengan kenyataan jika ia tidak lagi di tempat yang sama dimana ia tertidur sebelumnya.
Seolah Dejavu Hagi kembali menangis kali ini air matanya bukan berasal dari sakit di hatinya karena meninggalkan keluarga kecilnya melainkan rasa sakit yang timbul karena terlalu bahagia. Hagi lalu berdiri dari ranjang yang ia tiduri dan mulai memanggil nama orang yang ia cintai dengan air mata yang seolah tidak berhenti mengalir. Bahkan Hagi berlari sambil menatap ke kiri dan ke kanan, Hagi sudah tidak tahan ingin bertemu dengan suaminya.
"Kyuhyun... kau dimana?"
bersambung
__ADS_1