
Langit hari ini mendadak cerah ketika hampir 3 minggu terakhir di guyur hujan karena peperangan yang terjadi antara Kerajaan Rubah juga Kerajaan Langit, hal ini juga membuat Kyuhyun sedikit heran karena itu tandanya Donghae mulai tenang karena cuaca belakangan ini juga bisa di sebabkan oleh emosi Dewa Tertinggi yang mungkin saja kesal karena barikade kerajan rubah yang sulit di tembus.
"Pangeran, Kerajaan Langit menarik pasukan mereka." Tiba-tiba saja salah satu Komandan pasukan masuk kembali setelah tiga di antaranya memberi kabar yang sama pada Kyuhyun baru saja membuat Kyuhyun semakin bingung juga sedikit cemas.
Perlahan Kyuhyun berusaha berdiri, energi di dalam tubuhnya kembali menipis, dia tidak bisa bertahan lebih lama lagi, Hagi masih akan datang 3 hari lagi dari hari ini, jadi sebenarnya ini berita baik karena Kyuhyun bisa cepat-cepat pulang untuk bertemu Hagi, hanya saja Kyuhyun masih tidak mengerti kenapa Donghae menyerah begitu saja, seolah kecemasan Kyuhyun terbukti tiba-tiba saja dua komandan pasukan lain datang, tapi kali ini diikuti oleh seseorang yang Kyuhyun kenal sebagai tangan kanan Donghae.
"Maaf Pangeran orang ini meminta agar mengantarkan diri pada Pangeran dia ingin menjelaskan alasan kenapa Kerajaan Langit menarik pasukannya kembali." Kyuhyun menatap Jaerim tajam Yang terlihat menatap Kyuhyun meremehkan.
"Tinggalkan kami berdua." Semua komandan pasukan terlihat tidak terima, bagaimanapun Kyuhyun dalam keadaan tidak baik jika di tinggal sendiri bersama musuh, Kyuhyun bisa saja dalam bahaya.
"Aku tidak akan melukai Pangeran kalian, aku hanya mengantarkan pesan saja." Jaerim hanya berkata malas ketika melihat reaksi para komandan pasukan Kerajaan Rubah. Sebagai gantinya Kyuhyun hanya mengangguk meyakinkan membuat Para Komandan pasukan satu persatu keluar dari tenda Kyuhyun.
"Katakan, kenapa Donghae tiba-tiba menarik pasukannya?" Jaerim tersenyum sinis lalu melipat tangan di dada.
"Dewa tertinggi sudah mendapatkan apa yang ia inginkan, walaupun harus menunggu sedikit lebih lama lagi." Kyuhyun menegang bayangan Hagi ada di tangan Donghae membuat Kyuhyun marah.
"Sial, jangan kau bilang kau mengambil istriku." Geram Kyuhyun tertahan membuat Jaerim mendengus kesal.
"Tidak tepat seperti itu. Dewa tertinggi bilang jika kau ingin tahu lebih jelasnya , kau bisa menemuinya di danau tembaga hari ini. Baiklah aku pergi dulu, dia hanya mengatakan hal itu padaku untuk ku sampaikan padamu. Yang jelas Dewa Tertinggi terlihat senang setelah ia mendapatkan surat dari sepupumu yang berkhianat itu dan ku dengar dia di perintahkan oleh istirmu untuk mengantarkannya pada Dewa tertinggi, iya walaupun sebenarnya masih harus 3 hari lagi Nammi sampaikan surat itu pada Dewa tertinggi tapi gadis itu terlalu mencurigakan." Setelah mengatakan hal itu Jaerim keluar membiarkan Kyuhyun kebingungan dan semakin cemas, tidak jangan bilang Hagi memilih kembali kedunianya lagi dan menyerahkan Hyunmie pada Donghae. Dengan cepat Kyuhyun juga keluar tenda tanpa menghiraukan tubuh yang sudah lemah, Kyuhyun mengerahkan semua tenaganya yang tersisa untuk menuju ke danau tembaga.
Saat disana Kyuhyun memang melihat Donghae yang sedang menatap danau tembaga sambil melamun tanpa pikir panjang Kyuhyun langsung menyerang Donghae yang tentu saja merasakan kehadiran Kyuhyun dan menghempaskan Kyuhyun begitu saja membuat Kyuhyun terduduk di tanah sambil batuk darah.
"Jika aku jadi kau, aku tidak akan sebodoh itu." Dengus Donghae pelan membuat Kyuhyun tersenyum miris, sial dia hampir lupa jika kekuatannya sudah tidak sebanding lagi dengan Donghae.
"Dimana istriku?" Pertanyaan lemah Kyuhyun membuat Donghae menghelah nafas pelan, setelah membaca surat yang di ambil paksa dari Nammi oleh Jaerim sebelumnya, Donghae tidak tahu harus bereaksi seperti apa. Selama ini terlalu banyak salah paham yang tidak di luruskan dan baru di ketahui Donghae tadi.
Walaupun begitu Donghae juga paham kenapa hingga sekarang kesalah pahaman itu tidak di luruskan mengingat sifat Donghae yang tidak mudah percaya dan tidak mudah untuk menerima kenyataan yang ada. Donghae tersenyum miris lalu perlahan mendekat kearah Kyuhyun yang masih terduduk lemah di tanah dan duduk di samping Kyuhyun sambil tetap menatap Danau tembaga.
"Jika di pikir lagi ini semua tetaplah kesalahanmu, jadi jangan terlalu membenciku." Ucapan Donghae membuat Kyuhyun semakin cemas juga bingung.
"Apa maksudmu? Katakan dimana istriku sekarang?" Sekali lagi Donghae mendengus kesal lalu menatap Kyuhyun sambil menatap Kyuhyun meremehkan.
__ADS_1
"Jika keadaanmu seperti ini, aku yakin mungkin kau butuh lima hari untuk sampai di puncak gunung Ji atau bahkan lebih sepertinya." Tubuh Kyuhyun gemetar ketika mendengar puncak gunung Ji di sebutkan salah satu tempat yang di keramatkan bangsa Rubah karena bisa di gunakan untuk berinteraksi dengan para Utusan yang melayani Sang Pencipta. Pikiran buruk mulai memenuhi otak Kyuhyun.
"Aku mohon jangan bertele-tele katakan apa surat yang istriku berikan padamu." Kali ini Donghae mendengus geli, seorang pangeran Rubah bisa memohon padanya? Sungguh menakjubkan sekali putri-putri tetua Ok Min karena berhasil membuat Donghae dan Kyuhyun yang tidak pernah akur bisa duduk bersama.
"Istirmu dan kekasihku membuat perjanjian dengan Sang Pencipta sepertinya, Hagi? Itu nama istrimukan? Dia memberitahukan semuanya padaku termasuk kebodohanmu mengenalinya saat dulu. Cih walaupun itu semua tidak bisa jadi alasan untuk memaafkanmu karena memperkosa kekasihku." Sekali lagi Donghae mendengus kesal, sedangkan Kyuhyun mulai menggelengkan kepalanya Kyuhyun berusaha untuk berdiri, dia harus menyusul Hagi, dia tidak bisa membiarkan gadis itu seenaknya lagi mengatur semuanya dan berkorban lagi untuknya.
"Kau mau kemana? Sudah aku bilangkan kau tidak akan bisa ke puncak gunung Ji dengan keadaan seperti itu." Kyuhyun berbalik lalu mencengkaram baju Donghae murka.
"Sialan, aku tidak akan membiarkan siapapun berkorban lagi untukku." Donghae kembali menghempaskan tangan Kyuhyun dengan mudah. Lalu tersenyum sinis.
"Terima saja itu karena kau terlalu bodoh dan lemah, lagi pula Hagi bilang jika aku merelakan Hyunmie kali ini aku bisa bersamanya ketika Hyunmie lahir kembali dia bilang itu salah satu perjanjian yang ia buat." Kyuhyun semakin panik lalu pergi tanpa menghiraukan Donghae yang hanya mendengus kecil.
"Coba saja kalau kau bisa, aku penasaran apa kau bisa melihatnya bahkan jika itu untuk yang terakhir kalinya." Teriakan Donghae membuat Kyuhyun semakin mempercepat langkahnya, melihat itu Donghae hanya menghelah nafas pelan.
"Apa yang kulakukan? Padahal aku bisa membiarkan dia tidak tahu." Donghae menghelah nafas lalu kembali mengingat isi surat yang Hagi berikan.
"Anggap saja ini ucapan terimakasihku untukmu Rubah Biru, jika beruntung kau bisa melihat suamimu untuk terakhir kalinya." Setelah itu Donghae juga pergi dari Danau Tembaga, mulai hari ini dia akan kembali bersabar menunggu kekasihnya berenkarnasi kembali. Lagi pula selama ini Donghae sudah biasa menunggu, jadi menunggu sebentar lagi tidak masalah.
Gunung Ji kembali lagi menunjukan taringnya, hujan badai serta angin yang di sertai butiran salju membuat siapa saja harus berpikir ratusan kali untuk menginjakan kakinya di sana. Tapi hal itu tidak menghentikan langkah Kyuhyun yang bahkan tidak punya cukup kekuatan lagi untuk bertahan, Kyuhyun tidak peduli lagi jika akhirnya ia mati, dia akan tetap kehilangan Hagi. Tapi jika dia bergegas, jika memungkinkan dia sampai di puncak gunung Ji sebelum terlambat, dia ingin membuat Hagi berubah pikiran. Apapun caranya Kyuhyun tidak akan membiarkan Hagi jauh lagi dari pandangannya.
Dalam waktu tiga hari Kyuhyun bahkan tidak istirahat sama sekali, dia akan berhenti hanya untuk minum air di sungai, Kyuhyun bahkan tidak sempat berhenti makan, dia hanya akan memakan apapun sambil berjalan. Pernah sekali Kyuhyun hampir tertidur ketika tubuhnya sudah tidak kuat tapi seolah ada seseorang yang membangunkannya Kyuhyun terjaga kembali dan melanjutkan perjalanan.
Sayangnya semua pengorbanan Kyuhyun sia-sia, ketika Kyuhyun bisa tersenyum lega sambil menghapus air matanya karena sudah tidak tahan karena tubuhnya yang menjerit kelelahan, Kyuhyun melihat Hagi yang baru saja selesai melakukan perjanjian dengan ibunya sendiri yang ketika ia mendekat ibunya menghilang menyisakan Hagi yang berbicara dengan Sang Utusan dan menghilang ketika Kyuhyun tepat di belakang Hagi.
"Hagi_ya...." Hagi berbalik dengan cepat lalu menatap Kyuhyun terkejut luar biasa.
"Kenapa? Kenapa kau ada di sini?" Tanpa menjawab pertanyaan Hagi, Kyuhyun langsung memeluk Hagi erat-erat sambil mulai menangis.
"Jangan... jangan pergi lagi... aku mohon... jangan lakukan ini padaku." Hagi perlahan memeluk Kyuhyun sambil kembali menangis, Hagi tahu seharusnya Hagi memarahi suaminya itu, tapi bukankah setelah ini Kyuhyun tidak akan mengingatnya? Diantara rasa sakit di hatinya Hagi sedikit bersyukur karena setelah ini hanya Hagi yang akan merasakan sakit ini, setelah ini Kyuhyun tidak akan menderita lagi.
"Yang terakhir... setelah ini aku tidak akan melakukannya lagi..." Kyuhyun langsung melepas pelukannya lalu menatap Hagi frusrasi.
__ADS_1
"Kenapa? Kenapa kau selalu memutuskan semuanya sendirian? Apa kau tidak pernah memikirkan perasaanku?" Kenapa kau tidak pernah bertanya pendapatku?" Hagi merangkum wajah Kyuhyun lalu menatap Kyuhyun sedih, dia tidak memperhatikan Kyuhyun tadi karena terlalu terkejut tapi Kyuhyun sudah di ambang batasnya dan Hagi tidak bisa menundanya lagi.
"Kau terlalu banyak bertanya, tentu saja aku memikirkanmu itu kenapa aku disini, jangan khawatir kau tidak akan pernah merasa sakit lagi setelah ini, kau bisa fokus menjaga Yeong Ji." Kyuhyun menggelengkan kepalanya tidak mau lalu mencengkram bahu Hagi dan mengguncang istrinya itu marah.
"Aku tidak peduli jika harus kesakitan, yang aku inginkan adalah terus bersamamu apa kau tidak mengerti?" Hagi kembali menangis ketika mendapat teriakan Kyuhyun kali ini tangisan Hagi semakin keras membuat Kyuhyun kembali memeluk Hagi erat-erat.
"Kalau kau benar-benar memikirkanku, kau seharusnya tidak kesini." Hagi kembali memeluk Kyuhyun sambil berusaha mengontrol tangisannya.
"Aku... aku tidak suka kau kesakitan... aku... aku tidak mau melihatmu mati..." Kyuhyun tertegun, itu berarti Hagi sudah tahu soal ekornya? Sekali lagi Kyuhyun memeluk Hagi semakin erat lalu kembali menangis.
"Aku hidup juga percuma jika kau tidak ada." Hagi menggelengkan kepalanya lalu menatap Kyuhyun sambil menghapus air matanya .
"Ingat? Kau sudah berjanji untuk hidup lebih lama untuk Yeongji. Aku masih ada hanya saja aku ada di dunia manusia, apa itu tidak cukup?" Sekali lagi Kyuhyun memeluk Hagi sambil mengerang frustasi.
"Tidak cukup... aku ingin selalu di sampingmu, jika tidak aku bisa gila Hagi_ya..." Hagi memeluk Kyuhyun semakin erat, perlahan Hagi melepas gelang rembulan di pergelangan tangannya.
"Tidak akan... karena setelah ini kau tidak akan mengingatku lagi..." ucapan itu membuat Kyuhyun kembali menatap Hagi yang perlahan mulai transparan.
"Oh tidak... tidak aku mohon... apa maksudmu aku akan melupakanmu?... sialan kau Hagi kau tidak berhak mengambil hal itu dariku... aku mohon aku hanya punya itu jika kau pergi..." Hagi semakin menangis dan ketika Kyuhyun berniat memeluk Hagi kembali ia sudah tidak bisa melakukannya membuat Kyuhyun berteriak keras.
"TIDAK... AKU MOHON JANGAN LAKUKAN INI PADAKU... SANG PENCIPTA AKU MOHON JANGAN AMBIL DIA SEPERTI INI..." Kali ini Kyuhyun berteriak di puncak gunung Ji sambil sesekali kembali mencoba menyentuh Hagi yang semakin menangis keras.
Kyuhyun bahkan banjir air mata dia sudah tidak peduli dengan apapun yang ia inginkan Sang Pencipta tidak mengambil Hagi darinya. Tapi semua sudah terlambat dan Kyuhyun hanya bisa terduduk sambil menangis menatap Hagi yang menghilang perlahan dari hadapanya.
"AGGRRRHHHHH." Kyuhyun berteriak sambil meletakan keningnya di tanah, tangannya ia gunakan untuk meremas ulu hatinya yang sakit luar biasa. Ketika akhirnya tenaganya entah kenapa mulai kembali, Kyuhyun menyadari ingatan Hagi mulai kabur di kepalanya hingga membuat Kyuhyun bangkit lalu berlutut sambil menangkupkan kedua tangannya memohon.
"Aku mohon... jangan ambil itu dariku... aku mohon... apa kau tidak cukup mengambilnya dariku? Aku mohon Sang Pencipta... Aku mohon..." Tapi tidak ada jawaban yang ada Kyuhyun mulai merasakan kehampaan di pikirannya dan ketika kesadarannya hampir hilang Kyuhyun berulang kali memanggil nama istrinya.
"Hagi... Hagi... Hagi..."
bersambung
__ADS_1