My Eternal Love

My Eternal Love
What I Feel To You/ Apa Yang Aku Rasakan Untukmu


__ADS_3

Panas matahari hari ini tidak membantu sama sekali ketika Kyuhyun akhirnya menyerah mencari Hagi, Kyuhyun akhirnya kembali ke kantornya lalu duduk di kursi kebesarannya sambil melamun. Lalu sesekali menatap ponselnya dan kembali menghelah nafas saat tidak ada pesan satupun yang masuk.



Setelah perjanjian di batalkan Kyuhyun kembali berusaha menghubungi Hagi tapi gadis itu sama sekali tidak membalas pesannya. Pengacara gadis itu juga menolak menjadi perantara semenjak Hagi mengirimi pesan pada pengacaranya jika perjanjian kerja di batalkan. Kyuhyun jelas gusar dan merasa aneh sendiri mengingat hal seperti ini bukanlah hal yang mustahil karena kadang-kadang ada beberapa penulis yang membatalkan penerbitan novel di perusahaannya karena satu dan lain hal.



Tapi entah kenapa kali ini perasaan Kyuhyun pada Hagi berbeda lebih tepatnya cerita gadis itu yang membuat Kyuhyun merasa gadis itu terhubung dengannya, saat pertama kali membaca sinopsis cerita Hagi, Kyuhyun terkejut karena sinopsis cerita gadis itu memiliki kemiripan dengan mimpinya selama lebih dari tiga tahun terakhir ini. Kyuhyun lebih terkejut lagi karena saat Kyuhyun membaca cerita Hagi secara keseluruhan  hampir seratus persen apa yang sering Kyuhyun mimpikan ada di cerita Hagi.



Bukan hanya itu nama juga wajah Hagi ada  di dalam mimpinya yang saat sebelum bertemu Hagi secara langsung Kyuhyun anggap sebagai bunga mimpi biasa karena menurut Kyuhyun terlalu tidak masuk akal mimpinya itu. Sekarang semua terasa nyata ketika akhirnya Kyuhyun melihat Hagi secara langsung terlebih saat Kyuhyun memeluk Hagi ataupun saat melihat gadis itu menangis, Kyuhyun merasakan sensasi yang sama ketika ia berada di dalam mimpinya.



Rasa sakit, marah juga kecewa hal-hal yang Kyuhyun rasakan di dalam mimpi kini terealisasikan di dunia nyata karena pertemuanya dengan Hagi sekarang. Mungkin ini alasannya Kyuhyun gusar karena walaupun nama dan juga wajah gadis itu sama dengan gadis di dalam mimpinya sikap Hagi di dunia nyata berbeda dengan di dunia mimpi Kyuhyun.



Mengingat itu Kyuhyun mendengus tentu saja di dalam mimpi gadis itu jelas bukanlah manusia begitupun dengan Kyuhyun sedangkan kenyataannya mereka berdua memanglah manusia membuat Kyuhyun memukul kepalanya merasa bodoh tapi bagaimana penjelasan tentang Hagi yang seolah tahu mimpinya dan membuatnya menjadi novel? Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi, sudahlah sekarang dia harus fokus pada hal lain dia masih harus menikah, iya menikah untuk menyelamatkan perusahaannya yang tiba-tiba di ambang kebangkrutan. Masalah Hagi akan ia urus setelah malam ini berakhir, setidaknya Kyuhyun harus tahu dua hal dari Hagi agar tenang pertama dari mana Hagi mendapatkan ide tulisan yang akan Hagi terbitkan kedua siapa pria berengsek yang mirip dengannya itu lalu menyakiti Hagi hingga selalu membuat gadis itu menangis jika melihatnya. Setelah mendapatkan jawabannya Kyuhyun berjanji tidak akan mengganggu Hagi lagi, itu rencananya.



Malam ini dia akan bertemu dengan calon istrinya, ayah Kyuhyun sudah mengingatkan jika calon istrinya ini memiliki kekurangan tapi tidak jelas sebenarnya apa kekurangan calon istrinya itu yang jelas Kyuhyun tidak boleh sampai gagal karena untuk sekarang hanya perusahaan itu yang bisa menolong perusahaan Kyuhyun.



Ketika memasuki rumah kediaman keluarga calon istrinya Kyuhyun cukup terpana karena kediaman keluarga calon istrinya yang bermarga Kim itu sangat megah dan besar, pantas jika ayahnya meminta Kyuhyun untuk berhasil menikahi gadis keluarga ini karena bisa di lihat keluarga ini sangat kaya raya, Kyuhyun sedikit menyesal karena tidak mencari tahu dulu tentang perusahaan keluarga calon istrinya ini.



"Dengar pastikan kau tidak memasang wajah apapun ketika mengetahui kekurangan calon istrimu itu, setidaknya putri keluarga Kim sangat cantik, jadi kau tidak akan kecewa dengan kekurangannya." Kyuhyun menghelah nafas saat sekali lagi ayahnya memperingati tentang kekurangan calon istrinya itu, sebagai balasan Kyuhyun hanya mengangguk patuh.



Malam ini Kyuhyun datang beserta ayah dan ibunya untuk memenuhi undangan makan malam yang memang bertujuan untuk mempertemukan kedua putra putri keluarga Kim juga Cho. Bagi kelurga Cho hal ini adalah kehormatan mengingat keluarga Kim jarang sekali berhubungan dekat dengan rekan bisnis apa lagi sampai memperkenalkan anak mereka satu-satunya pada siapapun, putri keluarga Kim di kenal sering sekali traveling jadi tidak ada yang tahu pasti seperti apa gadis itu.



Saat masuk kedalam rumah Kyuhyun kembali terpana juga sekali lagi sedikit merinding karena kemegahan rumah keluarga Kim, Kyuhyun merasa berada di abad 18 kerajaan inggris sekarang, rumah ini bergaya clasic tapi megah. Walaupun warna yang menghiasi adalah warna biru dan putih tidak berwarna cream atau coklat seperti kebanyakan rumah bergaya eropa lainnya. Sang Nyonya rumah langsung menyambut ramah keluarga Cho lalu mempersilahkan semua orang untuk duduk.



"Maaf putriku masih berdandan dia ingin terlihat lebih baik di depan calon suaminya." Ucapan Nyonya rumah hanya di balas senyum canggung dari Kyuhyun.



"Jadi ini yang namanya Kyuhyun? Ternyata tampan seperti yang aku lihat di dalam fhoto." Sekali lagi Nyonya rumah menatap Kyuhyun yang kali ini di balas senyum kecil dari Kyuhyun.



"Terimakasih ajjumanim." Sisa penantian di lewati dengan percakapan bisnis tuan Cho dan Nyonya Kim, kadang-kadang Kyuhyun berbicara dengan Nyonya Hanna yang memang tidak mengerti tentang bisnis.



"Ah itu putriku baru turun." Saat tiba-tiba Nyonya Kim menatap kearah tangga dan mengumumkan kedatangan putrinya semua orang di ruang tamu menatap kearah tangga dan betapa terkejutnya Kyuhyun saat melihat siapa yang kini menatapnya dengan ekspresi sama dengan Kyuhyun, terkejut.



"Hagi_ssi..." gumam Kyuhyun pelan sementara Hagi mengumpat dalam hati yang jelas-jelas terdengar oleh Kyuhyun.



"Sial dia lagi."



****



Selama makan malam berlangsung keadaan terasa canggung apa lagi setelah Nyonya Kim mengatakan pada keluarga Cho jika Hagi bisu, tapi ketika semua orang berusaha fokus makan atau sesekali menanggapi ucapan Nyonya Kim, Kyuhyun justru berusaha menahan tawa, bukan karena senang bertemu dengan Hagi begitu mudahnya setelah sejak tadi siang gadis itu menolak berkomunikasi dengannya walaupun ada sedikit kesenangan di hati Kyuhyun, sedikit lebih banyak sebenarnya.

__ADS_1



Tapi karena Kyuhyun yang bisa mendengar suara hati Hagilah yang membuat Kyuhyun menahan senyumannya, gadis itu seolah membaca mantra sejak mengumpat di depan tangga tadi.



"Padang pasir... padang pasir..."



Hagi terus mengatakan hal itu sambil menunduk dan makan pelan, membuat Kyuhyun jadi geli sendiri, Hagi pasti berusaha keras agar apapun isi hatinya sekarang tidak di ketahui oleh Kyuhyun yang pastinya gadis ini sekarang pasti marah, kesal juga sepertinya sangat ingin memukuli Kyuhyun. Karena setiap Kyuhyun membenturkan sepatunya ke sepatu Hagi yang kebetulan duduk di hadapannya gadis itu menatapnya dengan mendelik kesal.



"Apa!!!" Dan sekali lagi Kyuhyun berusaha menahan senyumannya, entah kenapa hal ini sangat menyenangkan. Hal itu sepertinya menarik perhatian Nyonya Hyunji yang terseyum penuh arti.



"Sepertinya kedua anak kita sudah saling mengenal Tuan Cho, tadi juga Kyuhyun memanggil nama Hagikan?" Ucapan itu berhasil membuat Kyuhyun berbalik menatap Nyonya Hyunji lalu mengangguk kecil.



"Kebetulan sekali Hagi_ssi berniat menerbitkan novelnya di perusahaan saya Ajjumanim. Tadi siang sebenarnya kami juga bertemu begitukan Hagi_ssi?" Hagi sekali lagi mendelik kesal kearah Kyuhyun.



"Batal, batal kau tau sudah batalkan." Ucap Hagi kesal tapi jelas tidak ada yang mendengar selain Kyuhyun yang mengangkat bahu tidak peduli. Sebagai gantinya Hagi menatap ibunya lalu memberi isyarat pada ibunya.



"Aku sudah membatalkannya, dan aku tidak menyukainya ibu. Permisi." Setelah itu Hagi berdiri dari kursi lalu pergi dari ruang makan, sebelumnya Hagi mendelik kearah Kyuhyun yang terlihat canggung menatap Nyonya Hyunji. Walaupun tidak mengerti arti isyarat yang Hagi berikan pada Nyonya Kim, Kyuhyun yakin itu tidak baik untuk perjodohannya.



"Apa kau bertengkar dengan putriku?" Kali ini Kyuhyun terlihat salah tingkah, lalu mengosok tengkuknya pelan.




"Hagikan bisu, bagaimana kau berbicara dengannya?" Gumam Nyonya Hyunji pelan lalu tersenyum canggung pada Nyonya dan Tuan Cho.



"Sudahlah biarkan keduanya dekat dulu, mungkin putriku akan berubah pikiran, mari kita selesaikan makan malam kita dulu." Tidak mengerti apa yang sedang terjadi nyonya dan tuan Cho hanya mengangguk dan tersenyum kecil lalu kembali makan sambil sesekali kembali membicarakan beberapa bisnis yang sejak tadi tidak sempat di lanjutkan karena tidak enak pada Hagi yang tidak bisa bicara.



Saat menyusul Hagi ke halaman belakang keluarga Kim, Kyuhyun sekali lagi menatap tempat itu takjub  banyak sekali bunga matahari di belakang kediaman Kim, di bagian kiri halaman belakang banyak sekali terdapat bunga liliy biru yang sama banyaknya dengan bunga matahari di bagian kanan halaman. Sesaat Kyuhyun meringis kecil saat merasakan sengatan kecil di dadanya, Kyuhyun juga mulai merasa tempat ini terasa familiyar atau mungkin kedua jenis bunga ini yang membuat Kyuhyun merasa  dejavu, Kyuhyun merasa masuk kedalan mimpinya sekarang.



"Sebenarnya apa mau pria itu? Bukankah dia sudah punya kekasih? Lalu kenapa dia malah ikut perjodohan seperti ini?"



Sayup-sayup Kyuhyun bisa mendengar suara seseorang, saat Kyuhyun mendekat kearah suara itu Kyuhyun tahu jika itu suara hati Hagi yang kini sedang mondar mandir di antara banyaknya bunga lily biru yang membuat Kyuhyun kembali tertegun, Hagi menggunakan dress dari sutra berwarna biru yang memiliki sedikit hiasan bunga lily kecil polos dan pas di tubuh Hagi yang kecil.



Tapi bukan itu yang membuat Kyuhyun tertegun kerinduan aneh pada gadis di dalam mimpinyalah yang membuat Kyuhyun tertegun karena sekarang Hagi begitu mirip dengan gadis di dalam mimpinya. Tapi saat Hagi berbalik lalu menatap Kyuhyun sambil berkacak pinggang lalu menatap Kyuhyun tajam, lamunan Kyuhyun buyar membuat Kyuhyun menarik nafas panjang dan perlahan Kyuhyun mendekat kearah Hagi.



"Jadi hari itu kau melihat apa saja? Hingga kau berpikir tamuku itu kekasihku?" Hagi memutar bola matanya lalu mendengus tidak anggun,  sekali lagi ada sengatan aneh di dada Kyuhyun membuat Kyuhyun menarik nafas panjang.



"Kau jelas berciuman dengan tunanganmu yang sangat kau cintai jadi buat apa kau masih berpikir menikah denganku?" Kyuhyun menatap Hagi cukup lama lalu mengangkat bahu acuh.



"Kau tahu bagi pebisnis perusahaan adalah segalanya." Ucapan Kyuhyun membuat Hagi menatap Kyuhyun kesal.

__ADS_1



"Yang benar saja dasar pria menyebalkan." Ucapan Hagi itu jelas terdengar oleh Kyuhyun yang mengangkat alisnya heran.



"Aku bisa mendengarmu kau tahu." Hagi mendengus pelan mendengar teguran Kyuhyun.



"Aku memang sengaja kenapa? Kau memang menyebalkan." Melihat Hagi kembali berkacak pinggang sambil mendelik kesal pada Kyuhyun membuat Kyuhyun entah kenapa sedikit senang, semenjak kemarin bukankah Hagi selalu menangis jika bertemu dengannya? Hari ini gadis itu terus mengejek dan memarahinya, Kyuhyun merasa Hagi sudah bisa membedakan pria brengsek itu dengannya.



"Baguslah setidaknya aku tidak berengsek seperti pria yang terus membuatmu menangis." Ucapan Kyuhyun sontak membuat Hagi tertegun dengan cepat Hagi berbalik memunggungi Kyuhyun, tapi jelas walaupun Hagi tidak berbicara Kyuhyun tahu isi hati dan pikiran Hagi membuat Kyuhyun mendengus pelan.



"Kyuhyun_ah..."



Walaupun namanya yang di sebut oleh Hagi, Kyuhyun tahu bukan dialah orang yang Hagi sebutkan dalam hati dengan nada penuh kerinduan seperti itu. Perlahan Hagi kembali berbalik lalu menatap Kyuhyun sendu tatapan yang Kyuhyun tidak suka karena menyakiti hati Kyuhyun.



"Aku harap kau membatalkan pernikahan ini, aku tidak bisa menikah denganmu kau tahu alasannya bukan dan lagi aku tidak mau menikah dengan pria yang sudah memiliki tunangan."



Perlahan Kyuhyun mendekat kearah Hagi lalu mengelus wajah Hagi pelan entah kenapa rasanya menyenangkan sedekat ini dengan Hagi, tapi seolah sadar jika yang di hadapannya bukan suaminya Hagi mundur selangkah membuat Kyuhyun menghelah nafas pelan.



"Hari ini tunanganku hanya mengucapkan salam perpisahan saja karena aku yang akan menikah denganmu, bagaimanpun akulah yang bertanggung jawab atas terpuruknya perusahaan jadi aku harus berkorbankan untuk menyelamatkan banyak orang agar tidak kehilangan pekerjaan." Hagi menatap Kyuhyun dalam.



"Kau tidak berbohongkan?" Sekali lagi Kyuhyun menghelah nafas lalu kali ini menggenggam tangan Hagi erat-erat.



"Lagi pula bukannya bagus jika kita menikah? Entah kebetulan atau apa karena hanya aku sepertinya yang bisa mendengar suaramu. Dengan begini bukankah setidaknya kau merasa ada yang bisa memahamimu tanpa kesulitan?" Hagi mengigit bibirnya pelan lalu menatap Kyuhyun gelisah, dia tidak bisa, dia akan terus membayangkan suaminya dan semakin terluka karena tahu orang di hadapannya bukanlah Kyuhyun sang Pangeran Rubah.



"Tidak bisa... kau terlalu mirip dengannya..." Hagi menggelengkan kepalanya lalu melepas tangan Kyuhyun dari genggamannya tapi dengan cepat Kyuhyun merengkuh wajah Hagip dengan kedua tangannya lalu menatap Hagi keras kepala



"Tatap aku Hagi_ssi... aku bukan dia... aku bukan pria yang menyakitimu... Aku Cho Kyuhyun putra Cho Yeong Hwa dan Kim Hanna aku CEO Art Grup juga penerus Rage Croop jika ada yang semirip itu denganku berarti itu memang aku tapi jika bukan maka orang itu bukan aku. Tidak bisakah kau memberikan aku kesempatan?" Hagi menatap Kyuhyun di lema, bahkan tatapan memohon itu semirip suaminya, bagaimana bisa Tuhan sejahat ini padanya? Atau apakah Tuhan justru berbaik hati padanya dengan mengirimkan seseorang yang mirip dengan suaminya? Hagi tidak mengerti yang jelas Hagi mulai bingung sekarang.



"Aku... aku tidak tahu... aku bingung..." Kyuhyun memejamkan matanya kesal, sial dia tidak boleh gagal mendapatkan Hagi, akan banyak sekali keuntungan yang ia peroleh jika bisa menikahi Kim Hagi. Perlahan Kyuhyun membuka matanya lalu menatap mata sayu di hadapannya dengan menelan ludah payah, apa dia salah melihat? Sekilas Kyuhyun merasa mata Hagi tadi berwarna ungu keemasan? Yang anehnya membakar seluruh tubuhnya yang mendadak panas. Dengan cepat Kyuhyun merangkul pinggang kecil di hadapannya membuat Hagi menabrak dada bidang Kyuhyun sambil menahan nafas.



"Akan aku tunjukan bagaimana perbedaanku dengan pria berengsekmu itu." Dan tanpa peringatan apa-apa Kyuhyun langsung mendaratkan bibirnya tepat di bibir mungil Hagi yang hanya bisa membulatkan matanya terkejut, saat Hagi berniat memberontak Kyuhyun langsung mencekal kedua tangan Hagi dengan tangannya yang lain.



Ketika aksi memberontak Hagi sia-sia dan perlahan menghilang, Kyuhyun semakin bersemangat mencium Hagi yang mulai membalas ciumannya dan Kyuhyun tidak bisa mendeskripsikan semenyenangkan apa ciuman ini padahal dia bukannya tidak pernah berciuman dengan Jein, hanya saja dengan Hagi berbeda rasanya seolah Kyuhyun sudah menemukan apa yang hilang dari ingatannya.



Apakah Hagi benar-benar wanita yang ia kenal sebelum ia kehilangan ingatan? Kenapa Kyuhyun merasakan jika Hagi menumbuhkan sisi posesifnya untuk gadis itu sekarang.




berambung

__ADS_1


__ADS_2