
Kyuhyun masih menatap Hagi ragu dia tidak tahu harus dari mana memulai ceritanya atau bagian mana yang harus dan tidak harus Kyuhyun katakan pada Hagi, dia tidak bisa gegabah sebelum yakin Hagi tidak akan pernah pergi dari sisinya apapun yang terjadi di masa depan atau apapun yang Hagi tahu.
"Kau tidak mau bercerita padaku?" Hagi terlihat kecewa ketika Kyuhyun masih bungkam tidak mau menceritakan masa lalu pria itu, Kyuhyun menghelah nafas lalu menggosok wajahnya frustasi.
"Bukan tidak mau, hanya saja walaupun sudah 300 tahun rasanya masih berat mengingat kejadian itu, kebodohanku, kesalahanku menyeret banyak orang dalam masalah hingga akhirnya aku di hukum dengan di siksa di dalam tungku api abadi selama 10 hari, jika saja saat itu tidak ada yang menolongku, bukan hanya tubuhku yang hancur tapi juga jiwaku." Hagi mengigit bibirnya gelisah lalu menggenggam tangan Kyuhyun erat dia tidak bermaksud membuat Kyuhyun mengenang kejadian buruk seperti itu.
"Maaf, kau tidak perlu menceritakannya jika itu menyakitkan untukmu." Kyuhyun tersenyum sedih lalu kembali memeluk Hagi erat.
"Terimakasih, suatu saat nanti aku pasti akan menceritakannya padamu." Hagi sebenarnya masih penasaran dengan alasan Kyuhyun di hukum tapi melihat Kyuhyun yang sepertinya masih berat mengingat hal itu, Hagi memutuskan akan mencari tahu sendiri nanti. Akhirnya Hagi hanya bergumam kecil lalu memeluk Kyuhyun erat.
"Tapi kau harus memberitahuku sejak kapan tepatnya kau tahu jika aku bukan Hyunmie? Kau bahkan tahu aku Hagi dan malah menikah denganku dengan alasan konyol untuk melindungi diri dari Siwon, tunggu dulu bahkan kau pura-pura tidak tahu perjanjian Raja Rubah yang berniat menikahkan Hyunmie dan Pangeran Rubah atau dari awal sebenarnya kau sebenarnya suka pada Hyunmie dan memaksa mentri Kim menikahkan kalian berdua dengan dalih Dewa tertinggi, bahkan aku sangsi sekarang apa Dewa tertinggi itu ada atau hanya sekedar kebohongan belaka dan__" Kyuhyun melepas pelukannya dari Hagi lalu mencium Hagi dengan gairah juga kekesalan yang bercampur jadi satu, Hagi bahkan tidak sempat memprotes ketika Kyuhyun menyelinapkan lidahnya di mulut Hagi membuat Hagi meleleh, Kyuhyun Sialan!!!!!.
"Kau terlalu banyak bicara dan berpikir, apa kau tidak merindukanku?" Kyuhyun bergumam serak membuat Hagi menarik nafas cepat ketika Kyuhyun berbisik pelan sambil mengecupi leher Hagi pelan.
"Aku merindukanmu..." Hagi memejamkan matanya berusaha mengumpulkan tenaganya yang hampir hilang karena Kyuhyun mulai menurunkan Chima atasnya lalu mengigit bahunya pelan.
"Kau... jangan mengalih...kan pem...bicaraan..." Hagi bahkan mendesah frustasi ketika suaranya melemah seiring gerakan tangan Kyuhyun di tubuhnya. Dengan kesal juga tenaga yang tersisa Hagi menarik wajah Kyuhyun agar suaminya itu menatapnya dan Hagi terpaku ketika Kyuhyun hanya menatapnya dengan tatapan mendamba penuh kerinduan juga gairah yang tidak pernah sekalipun Hagi dapatkan di hidupnya dari siapapun.
"Bercintalah denganku dulu, setelah itu apapun akan aku jawab, aku mohon..." Hagi menelan ludah dengan nafas yang semakin sesak, sialan Kyuhyun dengan mata birunya sekarang, Kyuhyun menawan dengan mata Biru dan menyesatkan jiwa saat bermata hitam.
Sama-sama merindukan Kyuhyun suaminya yang menawan itu, akhirnya Hagi hanya mencium Kyuhyun yang menggeram kuat lalu hal-hal yang di lakukan oleh suami istri di ranjang berjalan bagai air bah di sungai sehabis hujan, Kyuhyun bahkan tidak menahan diri dengan segenap kerinduan pada gadis yang ia cintai entah itu gadisnya di masa lalu atau di masa sekarang Kyuhyun melipat gandakan usahanya untuk memberikan yang terbaik hingga membuat Hagi kembali tertidur karena kelelahan.
"Kau jahat... kau membuatku kelelahan dan mengantuk..." Kyuhyun tersenyum kecil lalu memeluk Hagi semakin erat.
"Kalau begitu tidurlah dulu..." Kyuhyun berbisik kecil yang di balas anggukan Hagi yang memeluk Kyuhyun dengan sisa tenaganya sebelum terjatuh tidur.
***
Langit nampak jingga ketika Kyuhyun berjalan di hadapan Hagi yang tangannya ia genggam erat sambil berjalan di hamparan bunga lily biru, sesekali Kyuhyun menatap Hagi yang sejak tadi menatap padang bunga lily dengan ekspresi penuh tanya.
"Kenapa kita di sini?" Pertanyaan Hagi membuat keduanya berhenti berjalan lalu duduk di antara hamparan bunga lily.
"Aku ingin mempertemukanmu dengan seseorang, tapi sepertinya orang itu masih sibuk. Bagaimana menurutmu tempat ini? Bagus tidak?" Hagi sekali lagi menatap sekeliling lalu mengangguk pelan.
"Tempat ini indah, hanya saja aku merasa familiyar dengan tempat ini, padahal kau tahukan aku lebih suka bunga matahari dari pada bunga lily." Kyuhyun menatap Hagi cukup lama lalu mengelus kepala Hagi pelan.
"Sekarang bertanyalah." Hagi mengerutkan keningnya bingung.
__ADS_1
"Maksudmu?" Kyuhyun mencubit hidung Hagi pelan.
"Kau lupa, tadi sebelum kita bercinta kau memiliki banyak sekali pertanyaan." Seolah di ingatkan dengan kegiatan mereka berdua tadi Hagi membuka mulutnya lalu menutupnya kembali dan menggembungkan mulutnya kesal.
"Apa Harus yang itu juga di bahas." Gumam Hagi semakin merona membuat Kyuhyun tersenyum kecil, perlahan Kyuhyun menarik dagu Hagi agar istrinya itu menatap Kyuhyun.
"Kenapa? Kegiatan itu menyenangkan dan sama sekali bukan hal memalukan, aku bahagia sekali melakukannya bersamamu." Hagi menarik diri lalu mendengus tidak percaya.
"Dasar mesum." Kyuhyun terkekeh geli lalu merangkul Hagi dalam pelukannya.
"Tapi kau menyukainya." Dengan gemas Kyuhyun mengecup leher sebelah kanan Hagi kuat ketika Hagi terus memerah hingga ke leher dan membuat Kyuhyun semakin terpesona. Seharusnya Kyuhyun masih di kamar saja tadi, Kyuhyun ingin bercinta lagi dengan istrinya. Sebal terus di goda Hagi akhirnya mendorong Kyuhyun lalu menatap Kyuhyun serius.
"Jawab pertanyaanku yang tadi saja dulu." Kyuhyun menarik nafas lalu kembali berusaha serius.
"Yang mana?" Hagi memutar bola matanya dia yakin Kyuhyun masih mengingat semua pertanyaannya tadi.
"Aku yakin kau masih ingat pertanyaanku tadi." Kyuhyun terdiam lalu menarik nafas pelan.
"Jadi? Kenapa kau tahu aku Hagi?" Ucap Hagi geram, Kyuhyun meringis pelan ini sedikit memalukan untuk mengakuinya.
"Aku pernah mengenalmu di dunia tempat kau tinggal." Hagi menaikkan bulu alisnya bingung, Hagi tidak merasa pernah bertemu dengan orang yang mirip degan Kyuhyun di dunianya.
"Kau yakin? Aku tidak mungkin lupa pria tampan sepertimu tapi masalahnya aku merasa tidak pernah mengenal orang yang wajahnya mirip denganmu." Kyuhyun menggaruk tengkuknya canggung, haruskah ia bilang bagaimana dia mengenal Hagi dulu?
"Kau masih ingat Pyong-Pyong?" Hagi mengerutkan keningnya bingung bagaimana Kyuhyun tahu nama binatang peliharaannya itu? Seolah sadar Hagi membuka mulutnya lebar-lebar sambil menunjuk Kyuhyun terkejut.
"Kau... Jangan bilang..." Kyuhyun mengangguk sambil meringis pelan.
"Saat itu aku masih dalam masa hukuman. Aku sendiri tidak ingat sudah berapa kali aku berenkarnasi menjadi rubah biasa selama 300 tahun." Hagi memucat lalu memerah, Hagi juga membuka mulut tapi menutup mulutnya ketika kehabisan kata-kata. Yang benar saja banyak sekali kejadian aneh, konyol dan memalukan yang ia jalani selama 6 tahun tinggal bersama Pyong-Pyong sebelum akhirnya dia harus melepas Pyong-Pyong di hutan karena ternyata Pyong-Pyong adalah seekor rubah liar dan di larang di pelihara.
"Aish, ini memalukan." Gumaman Hagi jelas terdengar oleh Kyuhyun yang Kyuhyun juga mengakuinya, saat itu Kyuhyun juga tidak ingat siapa dirinya yang ia tahu dia hanyalah rubah biasa yang di urus oleh manusia baik hati seperti Hagi.
"Tapi aku senang juga bahagia tinggal bersamamu saat itu." Ucapan Kyuhyun membuat Hagi menatap Kyuhyun yang sudah kembali tersenyum hangat padanya.
"Benarkah? Kau pasti sekarang menyesal menikah denganku, kaukan tahu aku seperti apa jika di rumah? Tunggu dulu, bahkan kita pernah mandi bersama? Ais memalukan." Hagi memunggungi Kyuhyun sambil mengibasi wajahnya sedang Kyuhyun terkekeh geli lalu memeluk Hagi dari belakang.
__ADS_1
"Tidak apa-apa aku suka semuanya, aneh, konyol, memalukan semuanya aku suka mandi bersama juga." Bisikan Kyuhyun malah membuat Hagi semakin malu, sialan dia tidak tahu akan jadi seperti ini, mana dia tahu jika rubah putih kesayangannya itu renkarnasi dari pangeran Rubah yang tampan seperti Kyuhyun.
"Apa semua itu menjawab pertanyaanmu?" Hagi menarik nafas panjang berusah untuk mengontrol rasa malu di hadapan suaminya lalu kembali berbalik dan kembali menatap Kyuhyun.
"Kau bilang kau di hukum di tungku api abadikan? Tapi kau juga bilang kau di hukum dengan renkarnasi menjadi rubah biasa, lalu masuk menjadi Pangeran kelima apa hukuman itu memang satu paket atau bagaimana?" Kyuhyun kembali terdiam untuk waktu lama hanya menatap Hagi dalam.
"Aku disini karena kemurahan hatimu yang terluka."
"Apa yang ini juga tidak bisa kau ceritakan? Jika iya tidak apa-apa kau tidak perlu bercerita." Kyuhyun menghelah nafas lega, dia memang belum siap menceritakan semuanya.
"Beri aku waktu, akan aku ceritakan semuanya nanti tapi tidak sekarang kau bisa menunggukan?" Hagi menghela nafas lalu mengangguk kecil setelah itu Kyuhyun kembali memeluk Hagi.
"Tidak dulu, tidak sekarang kau selalu bermesraan di tempat ini ternyata Pangeran." Ucapan itu sontak membuat keduanya berdiri lalu menatap orang di hadapannya canggung.
"Tetua... anda datang?" Ok Min menggelengkan kepalanya lalu menatap Hagi sendu. Perlahan Ok Min mendekat lalu mengulurkan tangannya kearah kepala Hagi lalu mengelus kepala Hagi sayang.
"Sekarangpun Tuhan masih menyayangimu, dia memberikan kekuatan juga kecantikan padamu." Hagi menatap Ok Min bingung lalu menatap Kyuhyun yang tersenyum sendu padanya.
"Selamat datang anakku... aku harap kau kali ini hidup lebih lama dari sebelumnya." Masih bingung Hagi menatap Kyuhyun sekali lagi yang kali ini tersenyum miris membuat Hagi semakin bingung.
"Siapa anda? Apa anda mengenal saya?" Ok Min memeluk Hagi tanpa permisi membuat Hagi terkejut dan terpaku tanpa bergerak sama sekali.
"Aku ayahmu nak, ayahmu yang kau tinggalkan di kerajaan Rubah." Hagi yang sadar lalu melepas pelukan Ok Min lalu mundur selangkah dan merangkul lengan Kyuhyun pelan.
"Aku tidak mengerti maksudnya?" Ok Min menatap Kyuhyun yang memalingkan wajahnya lalu menghelah nafas pelan.
"Kau renkarnasi putriku." Ucapan Ok Min membuat Hagi semakin binggung tapi ketika sadar Kyuhyun sudah tidak menatapnya lagi Hagi mulai tersadar akan sesuatu lalu perlahan melepas rangkulan tangannya di lengan Kyuhyun.
"Maksud anda, anda ayah Hyunmie? Jadi sebelumnya Hyunmie juga pernah lahir sebagai Rubah?" Ok Min menatap Kyuhyun yang memejamkan matanya frustasi lalu menatap Hagi yang masih penasaran.
"Iya..." perlahan Hagi mundur, pikiran lain mulai terangkai di pikiran cantiknya, Hagi memeluk dirinya merasakan perasaan dingin karena di permainkan.
"Kyuhyun_ssi, bisakah kau menjelaskan semuanya?" Kyuhyun akhirnya menatap Hagi dengan tatapan di lema membuat Hagi semakin yakin dengan pemikirannya, sambil menggelengkan kepalanya dengan perasaan sakit Hagi berbalik lalu berlari pergi tanpa mengindahkan panggilan Kyuhyun sama sekali.
bersambung
__ADS_1