
Kyuhyun terbangun pagi itu sambil meraba ranjang di sebelahnya kesal, kekasihnya itu tidak ada setelah semalaman mereka menghabiskan waktu bersama, tapi ketika sadar dengan apa yang terjadi Kyuhyun terbangun dengan terkejut lalu mulai memanggil nama kekasihnya itu panik.
Tapi sampai Kyuhyun mencari kesemua ruangan di gua kecil itu tidak ada satupun tempat dimana kekasihnya berada. Sambil berlari Kyuhyun keluar dari gua lalu kembali meneriakan nama kekasihnya. Ketika menemukan keberadaan kekasihnya Kyuhyun merasa lega karena kekasihnya itu masih ada di sekitar goa dan kini sedang berdiri di depan tebing yang merubah rasa lega Kyuhyun menjadi panik.
"Sayang... apa yang kau lakukan... kemarilah... disana berbahaya." Kekasih pujaannya berbalik lalu menatap Kyuhyun dengan kesedihan juga amarah yang bersamaan, sebuah belati kecil yang dulu Kyuhyun berikan pada kekasihnya itu nampak siap menekan keleher kekasihnya itu membuat Kyuhyun menggelengkan kepalanya panik.
"Tidak jangan... aku mohon..." kekasihnya itu tersenyum miris.
"Kau akan menyesalinya selama kau di hukum bahkan jika kau kembali kau tidak akan pernah tenang." Setelah mengatakan hal itu belati kecil itu merobek leher kekasihnya lalu tubuh kekasihnya terjatuh kedasar jurang tanpa sempat Kyuhyun menangkapnya karena terlalu terkejut.
"ANDWEE!!!!"
Kyuhyun terbangun dengan panik lalu menatap sekelilingnya dan kembali terkejut dengan suara dari arah meja, masih di landa kepanikan setelah mimpi buruk tadi Kyuhyun semakin ketakutan ketika Hagi kini sudah terkapar di lantai dan tanpa berpikir dua kali Kyuhyun berteriak meminta pertolongan.
"Pelayan!!!" Teriakan Kyuhyun sukses memanggil setidaknya dua pelayan yang berjaga dan masuk lalu sama terkejutnya ketika melihat istri Pangeran mereka jatuh pingsan.
"Kau panggilkan tabib sekarang juga, dan kau bantu aku merapikan ranjang dan juga siapkan air untuk Tuan Putri." Keduanya mengangguk cepat lalu mulai melakukan perintah Kyuhyun, ketika ranjang siap Kyuhyun langsung menggendong Hagi yang sejak tadi berusaha Kyuhyun bangunkan tapi tidak merespon membuat Kyuhyun semakin cemas.
Sial bagaimana kalau istrinya ini kelelahan karena keegoisannya? Padahal Hagi jelas sedang hamil besar sekarang. Kyuhyun mulai berjalan mondar mandir karena tabib yang belum juga datang.
"Kenapa tabib lama sekali?" Gusar Kyuhyun membuat kedua pelayan yang melihat Pangeran mereka sama cemasnya.
Ketika tabib datang Kyuhyun langsung meminta sang tabib memeriksa Hagi ketika yakin dengan diagnosanya sang tabib memeri hormat pada Kyuhyun.
"Maafkan saya Pangeran sepertinya Tuan Putri mengalami tekanan berat hingga memberikan efek kurang baik pada kandungannya, saya harap tuan Putri selalu dalam keadaan tenang karena jika tidak akan membahayakan tuan putri juga janin yang beliau kandung." Kyuhyun mengerutkan keningnya bingung, selama ini Hagi tidak pernah terlihat tidak bahagia gadis itu walaupun masih menanyakan prihal kejadian masa lalu tidak benar-benar merasa terpaksa tinggal bersamanya, Kyuhyun bisa melihat Hagi mencintainya jadi kenapa bisa terjadi mendadak seperti ini?
"Saya akan memberikan ramuan untuk Tuan Putri selebihnya tolong agar Pangeran tidak membuat Tuan Putri merasa terbebani oleh apapun." Kyuhyun mengangguk pelan lalu mengizinkan sang tabib pergi.
Kyuhyun duduk di samping Hagi sambil menatap Hagi sedih, sepertinya kutukan itu terus berlanjut dalam hidupnya Kyuhyun tidak pernah bisa tenang, rasa bersalah yang datang lewat mimpi serta kenyataan ia tidak pernah bisa tenang membuat Kyuhyun lelah.
"Hagi_ya... jika sekarang kau pergi aku akan benar-benar hancur." Gumam Kyuhyun pelan sambil menggenggam tangan Hagi pelan.
Perlahan Hagi bangun dari pingsannya hal pertama yang ia lihat adalah Kyuhyun yang tersenyum lega tapi senyuman Kyuhyun hilang ketika dengan kasar Hagi menarik tangannya dari genggaman Kyuhyun lalu memunggunginya.
"Hagi_ya..." Kyuhyun baru saja ingin menyentuh bahu Hagi ketika dengan dingin Hagi mengusirnya dari kamar.
"Aku ingin tidur sendiri, pergilah..." Kyuhyun kebingungan dia jelas tidak melakukan kesalahan apapun.
"Ada apa? Kenapa kau tiba-tiba pingsan tadi? Tabib bilang kau stress apa yang kau pikirkan?" Hagi mengepalkan tangannya dia ingin sekali marah pada pria di belakangnya ini, semakin Hagi memikirkannya semakin masuk akal semuanya tapi di bandingkan marah Hagi lebih sakit hati pada Kyuhyun, kenapa harus dia yang di pilih kenapa bukan orang lain saja.
"Aku mohon aku hanya ingin sendiri sekarang." Kyuhyun menghelah nafas pelan, beberapa jam lalu mereka baru saja bermesraan kenapa situasinya jadi seperti ini?
__ADS_1
"Baiklah tapi ku harap besok kau mau menceritakan alasannya." Setelah mengatakan hal itu Kyuhyun meninggalkan Hagi sendirian yang kembali menangis sedih dalam diam.
Setelah penjelasan Nammi tadi Hagi mengambil kesimpulan jika Kyuhyun pada dasarnya memang mencintai Hyunmie bahkan sudah pada tahap terobsesi jika sampai nekat memperkosa gadis itu sebelum pernikahannya. Jika di sambungkan dengan percakapannya dengan dewa tertinggi Hyunmie juga bisa menyimpulkan kalau Kyuhyun tidak bisa memiliki Hyunmie secara langsung hingga membutuhkan dirinya untuk bisa mengendalikan tubuh Hyunmie dan kebetulan sekali dengan bodohnya Hagi terhubung dengan Kyuhyun ketika namja itu menjadi rubah biasa. Yang menjadi pertanyaan hingga sekarang adalah kenapa ia bisa masuk ke tubuh Hyunmie? Memikirkan jika Kyuhyun jugalah yang membuatnya bisa masuk kedalam tubuh Hyunmie memberikan rasa luka yang semakin dalam untuk Hagi.
"Sialan!!! Dasar namja pembohong dasar licik." Hagi hanya bisa menggeram marah sambil terus menangis bagaimana bisa ia jatuh hati pada namja seperti Kyuhyun yang jelas-jelas hanya mempermainkannya juga memperalat dirinya untuk kesenangan dirinya sendiri.
Tendangan dalam perutnya membuat Hagi semakin terisak sedih, sekarang dia bahkan akan memiliki seorang bayi, Bayi? Hagi meringis kecil bahkan tubuh ini bukan miliknya jadi apa bayi ini adalah miliknya? Hagi kembali menangis jadi sebenarnya tidak ada satupun alasan yang kuat yang membuat Hagi harus lebih lama diam di sini, namja yang ia cintai tidak lebih dari sekedar pangeran Rubah Licik yang memanfaatkan perasaannya, bahkan janin di dalam kandungannya sekarang bukan seratus persen miliknya.
"Aku hanya ingin pulang... tapi bagaimana caranya aku meninggalkanmu, aku bisa merasakan keberadaanmu sudah lama sayang..." Hagi kembali mengelus perutnya, Hagi tidak bisa membohongi perasaannya jika pada Kyuhyun mungkin Hagi masih bisa menepisnya tapi pada janin di dalam perutnya Hagi tidak bisa meninggalkannya begitu saja.
Karena terlalu kelelahan akhirnya Hagi tertidur sambil menangis tanpa Hagi sadari sejak tadi Kyuhyun mendengarkan setiap keluah kesah Hagi sekalipun Hagi mengatakannya dengan pelan. Kyuhyun mengepalkan tangannya erat-erat, pasti terjadi sesuatu sebelum ini jika tidak Hagi tidak mungkin seperti ini.
"Panggilkan semua pelayan di paviliunku tanpa terkecuali." Kedua pelayan yang tadi membantu Kyuhyun mengangguk patuh lalu pergi memanggil semua pelayan yang melayani Kyuhyun di istananya setelah semua berkumpul Kyuhyun menatap tajam kearah semuanya.
"Siapa yang melihat Tuan Putri sebelum Tuan Putri pingsan tadi?" Semuanya diam tidak ada yang menjawab membuat Kyuhyun marah.
"Sialan katakan siapa? Jika istriku mendengarkan gosip kalian hingga dia seperti ini aku tidak akan segan-segan membuang kalian ke gerbang Fana." Semua pelayan langsung ketakutan tapi tidak ada satupun yang berbicara.
"Tidak ada yang bertemu dengan Tuan Putri sejak masuk ke kamar bersama Pangeran hari ini. Para pelayan berkumpul semua bersamaku Tuan." Nammi tiba-tiba saja bicara membuat Kyuhyun semakin geram karena tidak ada yang mau mengaku.
"Jika aku sampai tahu ada yang berbohong dari kalian aku tidak hanya akan membuang kalian ke gerbang fana tapi akan aku pastikan kalian tidak akan bisa kembali ke kerajaan rubah lagi. Sekarang pergilah." Semua pelayan mengangguk lalu pergi begitu saja meninggalkan Kyuhyun dan Nammi yang tidak langsung pergi.
"Aku melihat Tuan Putri di beranda luar bersama seseorang sebelumnya, aku tidak bisa memastikan siapa tapi sepertinya seorang pria." Kyuhyun menatap Nammi tajam lalu mencengkram bahu Nammi dengan amarah yang tidak Kyuhyun sembunyikan.
"Aku tidak akan memaafkan setiap kebohonganmu lagi Nammi, jangan hanya karena kita bersaudara aku memberikan pengecualian padamu." Setelah itu Kyuhyun menghempaskan bahu Nammi lalu meninggalkan Nammi sendirian yang tersenyum sinis.
***
Keesokan paginya Kyuhyun harus menerima jika Hagi berubah drastis gadis itu sedingin gunung es padanya, Hagi bahkan tidak mau menatapnya saat menjawab singkat pertanyaan basa basi yang biasa di balas dengan senyuman oleh Hagi seperti hari-hari biasanya.
Kyuhyun tidak tenang kenyataan hingga sekarang ternyata Hagi masih ingin pulang membuat Kyuhyun sedih, hukuman dari gadis itu ternyata masih berlanjut hingga sekarang, amarah juga rasa sakit bukan hanya gadis itu yang merasakan, Kyuhyun juga merasakannya saat hukuman yang ia jalani. Kesalahan juga bukan seratus persen darinya jadi kenapa gadis itu masih meghukumnya seperti ini.
Tidak tahan Kyuhyun akhirnya memutuskan pergi menemui seseorang, mungkin orang ini bisa menghentikan kutukan gadis itu, Kyuhyun juga ingin memberikan sedikit waktu bagi Hagi berpikir dia tidak mau menekan istrinya itu hingga kembali menganggu kandunganya.
Tapi sepertinya Kyuhyun salah mengambil langkah, seharusnya Kyuhyun hari ini terus bersama Hagi karena gadis ini ternyata semalaman memikirkan cara untuk pulang sekalipun bukan sekarang, setidaknya hingga bayi di dalam kandungannya lahir Hagi baru akan benar-benar meninggalkan tubuh Hyunmie, Dia ingin memastikan jika sekalipun Hyunmie sadar dan kembali mengingat semuanya bayi ini akan selamat, Kyuhyun pasti menjaganya.
Tadi malam setelah berpikir cukup lama sambil menangis Hagi ingat jika Donghae Dewa Tertinggi pernah bilang jika ia tahu cara membuat Hagi kembali ke tubuh asalnya, sekarang yang harus Hagi lakukan hanyalah berusaha bertemu dengan Donghae tapi Hagi bahkan tidak tahu caranya bertemu dengan Dewa Tertinggi itu.
Seolah di ingatkan seseorang Hagi meminta pelayan untuk memanggil Nammi sekarang juga, dilihat dari ketidak sukaan Nammi padanya Hagi yakin Nammi pasti akan membantunya bertemu dengan Donghae. Seperti tidak terjadi apa-apa Nammi memberi hormat pada Hagi seperti biasanya.
"Apa Tuan Putri mencari saya?" Hagi mendengus kesal lalu menatap Nammi tajam.
__ADS_1
"Langsung saja, bagaimana caranya aku bisa bertemu dengan Dewa tertinggi?" Nammi mendengus tidak percaya lalu menatap Hagi sinis.
"Aku tidak mengira kau bisa secepat itu berpaling dari Pangeran kami." Kali ini Hyunmie yang mendengus kesal.
"Bukankah ini kemauanmu? Membuat aku pergi dari sini? Jadi tidak usah berbasa basi katakan saja jika kau tahu." Nammi melipat tangan di dada lalu menatap Hagi dengan tatapan menggejek.
"Dasar murahan kau memang tidak pantas untuk pangeran. Baiklah jika kau ingin kembali pada tunanganmu itu kau hanya cukup menemuinya di danau di pinggir ladang bunga lily biru, aku dengar kau sudah pernah kesana sebelumnya, aku yakin jika Dewa Tertinggi merasakan kehadiranmu disana dia akan langsung datang karena hanya tempat itu yang tidak di jaga ketat oleh kerajaan Rubah." Walaupun kesal dengan ejekan Nammi Hagi berusaha menahannya, nanti setelah ia yakin tahu cara pulang kedunianya Hagi akan membuat perhitungan dengan Nammi.
Hari itu juga Hagi nekat keluar dari istana, untuk mengelabui semua orang Hagi hanya bilang ingin pergi keladang bunga Lily biru walaupun tidak seluruhnya bohong karena Hagi memang harus kesana terlebih dahulu setelah itu baru menuju danau.
Saat sampai di danau itu Hagi kembali terpesona karena hari sudah mulai sore danau itu kembali memperlihatkan ciri khasnya yang mengeluarkan cahaya seperti tembaga persis Glow In the Dark untuk sesaat Hagi lupa tujuannya kemari saat sadar ada orang yang menepuk bahunya membuat Hagi berbalik terkejut dan untuk sesaat terpana karena kembali bertemu dengan Donghae yang tampan.
"Kau datang lagi ternyata." Donghae menatap tidak suka perut Hagi lalu menatap Hagi sinis.
"Kupikir kau ingin pulang, tapi kau malah hamil anak si rubah itu dan menyebalkannya lagi kau menggunakan tubuh kekasihku." Hagi neringis kecil saat Donghae membulatkan matanya marah pada Hagi.
"Mana aku tahu jika akhirnya aku hamil, sudahlah sebaiknya kau menolongku, kau bilang kau tahu cara agar aku bisa pulang bukan?" Donghae menatap Hagi dengan tatapan menyelidik seolah tidak percaya ucapan Hagi.
"Oh ayolah, aku tidak punya banyak waktu, aku benar-benar ingin pulang buat apa tinggal dengan namja yang tidak benar-benar mencintaiku." Donghae tersenyum mengejek.
"Baiklah, caranya sangat gampang kau hanya cukup berdiri di batas gerbang fana saat itu jiwamu akan di jemput, ah pastikan kau melepas benda yang mengikatmu disini." Hagi mengerutkan keningnya bingung, memang benda apa yang mengikatnya disini? Saat itu Hagi tidak sadar mengelus kalungnya dan menatap kalung itu terkejut.
Dulu saat Hagi menemukan Kyuhyun di pinggir Hutan sebagai Rubah biasa yang masih kecil, kalung ini melingkar di leher Kyuhyun saat akhirnya Hagi melepas Kyuhyun kembali di hutan dan Kyuhyun yang rubah biasa itu memberikan kalungnya pada Hagi saat itu Hagi berpikir itu tanda perpisahan untuknya, Hagi tidak menyangka jika kalung ini jadi penghubung dia dan Hyunmie.
Saat kenyataan itu menghantamnya Hagi tertawa kaku dia benar-benar merasa bodoh bagaimana mungkin Hagi selama ini tidak menyadarinya, Mentri Kim saat itu hanya bilang jika Raja Rubah sengaja memberi kalung ini pada Hyunmie untuk mengekang kekuatan Hyunmie padahal sebenarnya adalah hanya agar Hagi bisa terhubung dengan Hyunmie dan Kyuhyun bisa memiliki Hyunmie dengan menaruh jiwa Hagi di tubuh Hyunmie. Melihat Hagi yang tertawa aneh Donghae sedikit menjauh lalu menatap Hagi penuh menyelidik.
"Apa kau merencanakan sesuatu? Jangan main-main denganku." Hagi berhenti tertawa lalu menatap Donghae sedih.
"Sebentar lagi, sebentar lagi aku akan pergi dari tubuh kekasihmu. Kau senang?" Donghae mendengus kesal lalu menarik Hagi mendekat.
"Kenapa tidak sekarang? Aku bisa mengirimu kesana sekarang juga." Hagi menarik tangannya kesakitan, Donghae terlalu erat memeganginya.
"Tidak sekarang, bayi ini harus lahir dulu." Donghae menggeram marah lalu mencengkram bahu Hagi erat-erat.
"Justru lebih baik bayi itu tidak lahir saja sekalian." Hagi mulai ketakutan dan semakin berusaha melepas cengkraman Donghae yang sama sekali tidak bergeming saat itulah Kyuhyun datang sambil memukul Donghae hingga Donghae mundur beberapa meter sambil memegang dadanya yang terasa terbakar.
"Sialan kau, kau akan menerima balasannya." Donghae langsung pergi begitu saja, lagi pula keinginananya akan segera terpenuhi walaupun Donghae masih waswas dengan bayi di dalam kandungan Hagi yang bisa saja membuat Hyunmie tidak bisa kembali selamanya.
Hagi yang masih ketakutan akhirnya jatuh pingsan dalam pelukan Kyuhyun yang mulanya terlihat marah menjadi panik luar biasa. Sial tadiya dia ingin berlama-lama berbicara dengan Ok Min tapi ketika melihat istrinya berjalan di ladang bunga lily sendirian membuat Kyuhyun khawatir dan menyusul istrinya itu dan kekhawatirannya ternyata benar.
bersambung
__ADS_1