
Episode 100 : Masa lalu
***
"Tetapi aku memiliki misi yang lain untuk mu, aku akan menggandakan upah yang aku tawarkan asalkan kau mau melakukan ini ..."
Julio memberikan penawaran yang lain, mengenai misi lain yang sepertinya akan sanggup dilakukan oleh assiten pribadi Jacob Joseph ini.
"Apa itu Tuan?"
Seru assiten Jacob itu dengan penasaran.
Lalu Julio menyeringai tajam, sembari membisik dia berbicara. "Bunuh Arabelle, dia akan menjadi penghalang untuk ku nanti, apalagi jika dia menyelidiki mengenai Ayahnya, kau bisa kehilangan segalanya .."
Seru Julio memberikan tekanan kepada Assiten Jacob itu dan matanya melebar ketika mendengar itu.
"Benar juga, aku tidak memikirkan mengenai dia, tetapi apakah dia benar-benar bisa menyelediki nya? sejauh yang aku ketahui dia hanyalah wanita lemah ..." balas nya dengan penasaran.
"Sesuatu yang lemah belum tentu aslinya benar-benar lemah, makanya kita harus cabut sampai ke akar dulu baru tahu, apakah dia susah dicabut atau malah sama saja seperti rumput liar pada umumnya!"
Seru Julio menganggap Arabelle sebagai rumput liar.
Apakah Arabelle adalah rumput liar yang memang susah dicabut ataukah Arabelle merupakan rumput liar biasanya yang mudah dicabut.
Semuanya akan diketahui sebentar lagi.
.
.
Di saat yang sama di tempat Arabelle dan Noah,
Setelah kunjungan itu, banyak sekali penjagaan ketat yang menjaga Jacob Joseph.
Semua diperiksa, dokter, perawat, obat-obatan dan hal sekecil apapun akan diperiksa dengan oleh penjaga Jacob di rumah sakit.
Sedangkan Arabelle dan Noah hendak pergi ke perusahaan Frost untuk mengambil bukti yang sudah dimiliki oleh Noah.
Akan tetapi ketika masih di perjalanan ...
"Bisakah sebelum pergi ke kantor kita mampir ke suatu tempat dahulu?" tanya Arabelle melihat sisi jalanan yang dilalui oleh mobil mereka.
Noah tersenyum dan dengan tetap menggenggam tangan istrinya dia menganggukkan kepalanya.
"Tentu saja boleh, katakan saja mau kemana, aku akan membawamu kesana dalam sekejap!"
Balas Noah percaya diri sekali.
Arabelle menoleh ke arah suaminya yang kelihatan benar-benar mencoba menghibur dirinya.
__ADS_1
"Baiklah ... kalau begitu aku aku ingin ke tempat peristirahatan seseorang yang sangat penting ..."
Seru Arabelle meminta agar mereka pergi ke sebuah pemakaman umum.
Ketika mendengar itu Noah segera terdiam, dia menganggukkan kepalanya dan meminta supir yang membawa meraja untuk mengubah arah menuju pemakaman itu.
.
.
Setelah beberapa saat ...
Seperti yang di duga oleh Noah, sepertinya Arabelle datang ke makam seseorang yang amat penting yang akhirnya diketahui oleh Noah jika makam itu adalah makam ibu kandung Arabelle Joseph.
Di makam itu ada pohon besar, denagn ukuran nama Camelia jelas tertulis disana.
"Aku tahu kau sudah menyelidik semua tentang aku, tetapi aku tidak pernah benar-benar menceritakan nya secara langsung,"
"Jika Julia bukan Ibu kandung ku, Ibu kandung ku bernama Camelia ... nama yang terus terukir di setiap buku, jam dan lukisan ayah ku!"
"Kisah Ibuku sangat tragis ... aku selalu terluka jika ingin menceritakan nya tetapi aku ingin membagi nya kepada mu, karena seperti yang kau katakan, kau adalah suamiku dan seharusnya aku memang terbuka dan membagikan nya bersama mu."
Seru Arabelle tersenyum begitu pilu menahan air mata.
Dia akan menceritakan kisah Ibunya, mengapa Arabelle bisa begitu dendam kepada Julia.
"Aku mengetahui semua ini dengan jelas ketika aku remaja, aku mencari tahu semuanya, dan untungnya di mansion Ayahku masih ada pelayan baik yang dulunya adalah pelayan Ibuku, menceritakan semua kisahnya dan memberikan buku diary Ibuku kepadaku ..."
***
"Camelia, walaupun kau adalah wanita dari kalangan rakyat biasa aku tetap mencintaimu, jangan dengarkan Ayah dan Ibuku yang menentang mu, dan menikahlah dengan ku," Jacob melamar Camelia, kekasih hatinya yang sangat ia cintai.
Walau hubungan mereka ditentang, akan tetapi Jacob tetap bersikeras hendak menikah dengan Camelia.
Camelia berpikir dengan sangat keras, dia mencintai Jacob akan tetapi dia merasa kedudukan Jacob terlalu besar dan menyulitkan dirinya yang hanyalah seorang wanita biasa.
Tetapi sama seperti pasangan pada umumnya, siapa yang bisa mengalahkan cinta.
Dan Karena cinta itulah yang mendorong Camelia mau menikah dengan Jacob Joseph, walau pernikahan mereka hanyalah pernikahan rahasia.
Sebelum keluarga Joseph menerima nya, Camelia memutuskan menikah dengan Jacob, dan belajar tekun layak nya wanita bangsawan.
Agar ketika dia berjumpa dengan keluarga Jacob, dia tidak akan mempermalukan suaminya.
Waktu berlalu begitu saja, sudah setahun mereka menikah akan tetapi Camelia belum juga hamil.
Disaat yang sama keluarga Jabon semakin menuntut Jacob menikah dengan keluarga yang sepadan dengan mereka, memberikan tekanan yang sangat besar kepada Camelia.
Tetapi semuanya bisa diatasi oleh Camelia karena suaminya sangat mencintainya dan terus berada di sisinya.
__ADS_1
Sampai ketika ada sebuah badai datang.
Seseorang bernama Julia Liu, yang merupakan mantan kekasih Jacob datang membawa putranya yang berusia tiga tahun lebih.
Menyatakan jika anak laki-laki itu adalah anak milik Jacob.
Anehnya, bukan amarah yang datang dari keluarga Jacob ketika mendengar seorang dari keluarga Liu datang membawa seorang bayi yang lahir tanpa pernikahan.
Melainkan, keluarga Jacob menerima Julia dengan tangan terbuka, karena status sosialnya yang tinggi.
Berbeda dengan Camelia yang bahkan tak dianggap sama sekali.
Sejak saat itu, kehidupan Camelia berubah drastis.
.
.
"Camelia, apa yang kau katakan tadi siang kepada Julia? kenapa dia menangis dan mengadu kepada ku?"
Geram Jacob kepada istrinya yang sebenarnya telah hamil satu bulan tapi sama sekali tidak diketahui karena beban stres yang dipikul oleh Camelia.
"Aku tidak mengatakan apapun, kenapa kau berteriak kepadaku?"
"Apakah kau lebih percaya dia dibandingkan aku?"
Seru Camelia menangis karena dia sedang hamil muda dan suaminya lebih membela wanita yang sudah direncanakan keluarga nya untuk menikah lagi dengan suaminya.
"Bukan begitu, tetapi test DNA telah keluar dan Daren benar-benar adalah putraku, aku harap kau lebih hati-hati berbicara kepada Julia dan putranya ..." balas Jacob menundukkan kepala.
Sungguh Jacob tidak tahu jika ucapannya ini akan ia sesali seumur hidupnya.
Mata Camelia berlinang, hatinya hancur dan seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Seharusnya aku tidak datang ke rumah ini sejak awal! kenapa kau tega mengatakan itu kepada ku?!" seru Camelia sudah tidak tahan dengan segala tekanan dan rasa sakitnya.
Dia lebih baik pergi saja dan meninggalkan Jacob yang kelihatan lebih membela wanita lain dibandingkan dirinya.
.
.
.
.
Author : Guys kalian tahu ga sih kalau author suka bosan sama ceritanya sendiri? wkwkwk
Apalagi kalau udah sampai ratusan episode seperti ini, rasanya ingin menamatkan secepatnya dan lanjut ke novel lain 🤣
__ADS_1
Tapi aku akan berusaha tetap maksimal ya di novel ini, tidak akan terburu-buru dan anti pelakor 🔥
Jangan lupa dukung aku terus ya guys, berikan like, komen dan jika ada gift 😘❤️