
Episode 50 : Noah seperti berhalusinasi.
***
Disaat yang bersama, ketika Noah mempersiapkan dirinya untuk meeting besar ...
Arabelle juga mempersiapkan dirinya untuk hari besarnya sekarang.
Sudah satu bulan tepatnya mereka tinggal di rumah pengantin ini, dan keduanya sudah harus aktif dengan hari-hari biasa mereka.
Untuk Arabelle ketika dia menikah, dia mendapatkan posisi di perusahaan Frost dimana hal itu sama sekali tidak didapatkan olehnya di perusahaan ayahnya sendiri.
“Semangat Arabelle, ini hanyalah permulaan! Akan lebih banyak rintangan ke depannya!” seru Arabelle melihat dirinya di depan cermin.
Arabelle mengenakan pakaian rapih namun menonjolkan keanggunannya, dia mengikat setengah rambutnya agar terlihat rapih namun cantik disaat bersamaan.
Dengan dress sebetis yang pas untuk tubuhnya, dia mengambil sebuah higheels dan mengenakannya.
Dan benar saja, Arabelle sungguh sangat cantik dan cocok mengunakan pakaian seperti itu.
Disaat yang bersamaan, ketika Arabelle tengah menuju perusahaan suaminya dijemput oleh Finn.
Vory yang sudah mendapatkan dukungan penuh dari Julia sudah mengirimkan beberapa bukti fofo ke media, dan siap mengadakan pers bersama media untuk mengungkapkan hubungannya dengan Noah.
Apalagi sekarang dia tengah hamil satu bulan, dan momen nya sangat tepat.
Untuk menghancurkan nama baik Noah dan mengedepankan nama Daren, juga disaat yang sama Arabelle pasti disuruh pulang oleh Ayahnya karena sikap Noah sudah mencoreng persahabatan nya dengan Ayah noah.
***
*Banyak orang berbisik-bisik*
Arabelle melangkah di tengah banyak orang yang dimana mereka adalah karyawan dari suaminya.
Mereka menatap dengan sangat terpesona, baik itu karyawan wanita atau karyawan lelaki.
Mereka mengangumi keindahan dan keanggunan Arabelle yang melangkah dengan percaya dirinya di tengah-tengah mereka.
‘Astaga … banyak sekali yang melihat aku, apakah aku melakukannya dengan baik?’
__ADS_1
‘Semangat Arabelle, ini adalah waktu untuk mu menghapus stigma buruk tentang mu, kau harus berusaha keras! Lakukan dengan anggunly!’
Ketika Arabelle melangkah dengan percaya diri dan begitu anggun, apalagi di temani angin yang terasa membuat kecantikannya terpancar.
“Gila! Ternyata aslinya lebih cantik dari yang di berita!”
“Aku melihat beritanya kemarin tetapi aku tidak menyangka istri Bos akan secantik dan seanggun ini!”
“Aku sebagai wanita saja langsung suka, apalagi pria!”
Para karyawan segera membisik satu sama lain, sembari menutupi mulut merasa bagaimana selama ini mereka bisa tertipu oleh berita mengenai Arabelle yang katanya begitu dingin dan memiliki aura yang gelap, yang jelas tidak enak untuk dilihat.
Berita mengenai kecantikan Arabelle yang layaknya fajar segar di pagi hari memang sudah merebak semenjak pernikahan nya juga semakin membesar ketika menghadiri penobatan kakak laki-lakinya, Daren Benson.
Kali ini mereka bisa melihat secara langsung kecantikan dan keanggunan itu, sepertinya para karyawan dari Noah Frost sedang beruntung pagi ini.
Jarang jarang bisa melihat Arabelle Joseph, putri satu-satunya dari keluarga Joseph yang ternyata sangat amat cantik.
"Berikut ruangan Tuan Noah, Nyonya berusahalah yang terbaik hari ini ya, Tuan sangat berdebar-debar menunggu hari ini,"
Finn membocorkan sedikit rasa gugup Noah mengenai hari besar ini, Noah ingin istrinya menjadi wanita yang kuat dan tidak akan diremehkan oleh siapapun.
Karena itulah Noah ingin Arabelle menunjukkan dirinya sesuai dengan cara yang sendiri.
Sebab Fin memang adalah putra dari pelayan di mansion Frost dahulu.
"Terimakasih Finn, aku pasti akan berusaha keras!" seru Arabelle pelan dan membuka pintu dimana Noah terlihat sangat serius membaca berkas yang harus ia kuasai secepatnya.
Noah duduk di kursi kebesarannya, bahkan tak menyadari jika istrinya sudah masuk ke ruangannya.
Arabelle melangkah dengan pelan, walau high heels nya menggema di lantai tetapi langkahnya dijaga oleh Arabelle agar tidak terlalu berisik.
Arabelle tidak mau mengganggu kesibukan Noah yang terlihat sangat serius membaca berkas di meja nya.
'Saat serius dia terlihat sangat damai dan tampan, menyenangkan melihat nya diam seperti ini,'
Benak Arabelle duduk di kursi sofa yang tidak jauh jaraknya dari kursi kebesaran suaminya.
__ADS_1
Arabelle duduk disana sembari melihat Noah yang begitu serius.
Lalu ketika Noah membalikkan kertas, dia menangkap sebuah objek dan melihat ke hadapannya jika sudah ada istrinya disana.
Noah mengedipkan matanya.
"Apakah sekarang aku juga sudah berhalusinasi? kenapa istriku ada di hadapan ku?"
"Noah!" Sembari menepuk kedua pipinya menggunakan tangan, Noah menggelengkan kepalanya.
Mungkin karena dia terlalu mendalami bahan meeting pagi ini, dia tidak sadar jika sejak tadi Arabelle sudah masuk ke ruangannya.
"Berhenti memikirkan istrimu sekarang, serius lah! hari ini adalah hari yang besar!" gerutu Noah kembali melanjutkan bacaan nya.
'Memikirkan aku? tapi kenapa? ada apa dengan mu Noah? memberikan aku harapan ketika aku sudah mengubur mu jauh di hatiku!'
'Tapi, aku benar-benar sudah berjanji dengan diriku sendiri, apa pun yang terjadi kita tidak akan pernah bisa bersatu!'
Arabelle memang menikmati kehidupannya yang bebas dan menyenangkan sekarang.
Namun Arabelle tidak akan pernah lupa tujuan utamanya.
Segala hal bersama Noah memang diluar kendalinya hanya saja Arabelle bukan wanita yang plin-plan.
Dia jelas dengan tujuannya.
Walau Arabelle tidak akan menyadari, jika kekuatan cinta tidak akan pernah bisa ia kalahkan bagaimana pun caranya.
.
.
.
.
Author : Guys aku sudah menambah kan kata per bab nya ya, agar tidak terlalu singkat seperti yang kalian bilang hehe 😍
__ADS_1
Semoga kalian suka, jangan lupa berikan dukungan untuk author ya agar terus menulis dan menghibur kalian melalui tulisan.
Lope you sekebon jeruk semuanya.