
Episode 117 : Awal mula rencana Arabelle Joseph.
***
"Camelia ... wanita yang dahulu diduga mencoba merebut dan menggoda Jacob Joseph ternyata adalah istri pertama dari Jacob Joseph yang dirahasiakan karena keluarga Joseph awalnya tak setuju menikahkan mereka ..."
"Kebalikannya, Julia adalah wanita yang merebut suami Camelia dan bahkan membuatnya meregang nyawa."
"Putrinya, Arabelle yang selama ini juga dilakukan secara tidak baik oleh Julia telah membersihkan nama Ibunya, Camelia!"
"Wanita cantik itu pergi meninggalkan seseorang yang sama sepertinya, ialah Arabelle Joseph, buah hatinya bersama Jacob Joseph!"
"Nama Camelia telah bersih dari kata pelakor dan bersih dari dugaan semua orang dahulu, yang mengatakan jika Camelia adalah wanita tidak tahu diuntung dan jahat, semua orang kini tahu jika Camelia adalah wanita bermartabat dan anggun yang sesungguhnya!"
Berita segera menyoroti Camelia, seorang wanita yang dahulu terkenal karena diduga mencoba merebut suami Julia, akhirnya semua orang tahu jika Julia lah yang merebut suami Camelia.
Dan nama Camelia telah bersih sepenuhnya, dia kembali menjadi Camelia yang baik hati dan anggun.
.
.
.
"Ibu ... aku berhasil!"
"Aku membersihkan namamu, aku telah menahan diriku selama ini dan akhirnya aku berhasil membuat nama mu harum ..."
"Maafkan aku Ibu, aku membutuhkan waktu yang lama untuk membersihkan nama mu, aku harap Ibu tersenyum dari atas sana, aku sangat menyayangimu Ibu ... dan aku tak akan pernah melupakan mu!"
"Ayah juga ... dia juga tak bisa melupakan mu ..."
Arabelle berada di ruangan rawat ayahnya yang baru saja diberikan penawaran racun.
Arabelle melihat melalui jendela kaca besar kearah langit biru yang terang.
Arabelle seolah menumpahkan perasaannya yang telah berhasil membersihkan nama Ibunya dan menangkap semua penjahat yang tak pantas mendapatkan kebahagiaan.
__ADS_1
Dahulu Arabelle sempat mencoba mengakhiri hidupnya karena merasa putus asa mengetahui kebenaran tentang ibunya yang mendapatkan ketidakadilan sampai akhir hayat.
Saat itu Arabelle juga baru saja mendapatkan hukuman dari Julia yang membuat Arabelle yang masih remaja itu tak berpikir panjang.
Ketika itu Arabelle pingsan dan diselamatkan oleh pelayan, Arabelle bermimpi mengenai Ibunya.
Awal mula ketika Arabelle mulai merencanakan pembalasan adalah ketika Ibu kandungnya datang ke dalam mimpinya.
"Arabelle, nama mu adalah berkat dimana Ibu menamai mu karena kau adalah berkat dalam hidup Ibu, jangan bersedih terlalu dalam karena Ibu!"
"Ibu akan menangis disini jika kau menyakiti dirimu, Ibu meninggalkan harapan Ibu kepada mu, hiduplah dengan bahagia dan hancurkan mereka yang hendak menyakiti mu ..."
"Ingatlah jika Ibu akan terus hidup di hatimu, jangan menyakitkan dirimu sendiri karena kau sangat berharga ..."
"Aku mencintaimu Arabelle, maafkan Ibu tak bisa membesarkan mu dengan kasih sayang ku, tetapi aku akan terus memeluk mu sampai kau cukup kuat."
Itulah pesan Camelia kepada putrinya dalam mimpi ketika Arabelle menyayat nadinya sendiri karena merasa hidup terlalu berat dan menyakitkan untuk Ibunya dan dirinya.
Ketika Arabelle bangun, dia akhirnya memulai perjanalanan nya, mencari tahu segalanya dan menyusun rencana pembalasan untuk Julia dan semua yang terlibat dalam menghabisi Ibunya.
Sampai akhirnya Arabelle sampai kepada keputusan, menikah dengan Noah dan mendapatkan kekuasaan sendiri adalah cara yang paling ampuh dan cepat.
.
.
Ketika Arabelle tengah mengenang pesan Ibunya dalam mimpi dan melihat langit biru yang berangsur berubah menjadi jingga, seseorang membuka ruangan pasien dan dia adalah Noah Frost.
Yang sudah menyelesaikan urusannya sembari menghancurkan Julio.
Mata Arabelle melihat kearah pintu dan melihat suaminya datang dengan senyuman dan membawa bunga untuknya.
Air mata Arabelle entah mengapa menetes begitu deras ketika melihat suaminya datang ke arahnya.
Noah segera melangkah dengan sangat cepat dan memeluk istrinya.
"Kau melakukannya dengan sangat baik sayang, kau adalah wanita terhebat yang pernah aku temui,"
__ADS_1
"Kau berhasil dan aku sangat bangga kepada mu ..."
Noah mengusap rambut istrinya, Arabelle yang mendengar itu menganggukkan kepalanya dan menangis dalam pelukan suaminya.
"Ummm ... aku rasa Ibuku sudah bisa tersenyum diatas sana, aku sudah membersihkan namanya dan aku telah menangkap wanita yang merenggut kebahagiaan nya ..."
"Ibuku pasti sudah bisa tenang ... aku akhirnya bisa bahagia dengan sepenuh hati ..."
Arabelle menangis bukan karena ia sedih, tetapi karena ia terlalu bahagia, dia bersandar di dada suaminya bukan karena ia lemah namun karena ia berterimakasih kepada suaminya.
Karena suaminya memberikan nya kesempatan untuk melakukan semuanya sesuai dengan caranya.
Mata Noah melebar ketika mendengar itu, lalu ia tersenyum mengecup istrinya.
"Jadi ... sayang apakah kita sudah bisa mulai merencanakan pembuatan anak, apakah kau sudah siap menjadi Ibu ketika urusan mu ini selesai?"
Noah bertanya dengan jantung yang berdegup dengan sangat kencang.
Noah sangat menghargai istrinya, dimana Noah akan mengikuti keinginan istrinya dalam memiliki anak.
Walau Noah menginginkan anak yang banyak, tetapi Noah sadar jika tubuh istrinya milik istrinya sepenuhnya, jadi Noah akan mengikuti Arabelle dalam hal ini.
Mendengar itu Arabelle benar-benar geleng-geleng kepala, Noah selalu saja tiba-tiba mengatakan hal yang diluar dugaan.
Namun karena Arabelle memang telah mengubah rencananya yang ingin bercerai dari Noah setelah semua rencananya berhasil telah memikirkan tentang memiliki anak juga.
"Ummm ... bagaimana jika kita memiliki anak dua saja apakah kau keberatan?" tanya Arabelle membuat Noah tak bisa menggambarkan betapa bahagianya ia sekarang.
"Ini tidak bisa dibiarkan, aku rasa aku akan meledak karena terlalu bahagia!"
"Biarkan aku mencium mu!" ketus Noah bahkan sudah hampir menangis membayangkan mereka akan memiliki anak bersama.
Arabelle tersenyum lembut, Noah yang Playboy itu sangat tulus ketika sedang mencinta.
.
.
__ADS_1
.
.