
Episode 108 : Siapa yang mengusik Julio?
***
Di perusahaan Frost,
Noah sudah menyadarkan dirinya, dan dia tengah menghubungi Finn dari telepon kantor.
"Finn ..."
"Iya Tuan?"
Finn menjawab panggilan itu dengan sopan, dia seolah sudah tahu apa yang akan dikatakan oleh Noah selanjutnya.
"Kau tahu kan apa yang harus kau lakukan? mereka sudah mengambil langkah lebih dulu, sudah sebaiknya kita bergerak!"
"Jangan sampai mereka menyentuh sehelai rambut pun dari istriku!"
Seru Noah sebenarnya juga sudah memiliki rencananya sendiri.
Noah sadar jika dia memang harus melakukan sesuatu secara rahasia, tanpa diketahui istrinya untuk saat ini.
Sejak Noah menyelidiki mengenai istrinya, banyak fakta yang ditemukan oleh Noah sejam itu dan mengenai seseorang yang berbahaya yang merupakan kaki tangan dari semua ini.
Kepergian Noah ke luar negeri saat lalu bukan saja untuk memeriksa bisnis keluarga nya saja, itu hanyalah sebuah alasan untuk tujuan yang lebih besar.
Dan sebentar lagi semuanya akan pecah.
Baik Noah maupun Arabelle benar-benar adalah pasangan yang mengerikan, mereka memiliki rencana masing-masing namun sangat terstruktur dan akan meledak dalam waktu bersamaan.
.
.
.
__ADS_1
Di perusahaan keluarga Joseph,
"Hahahaha! semuanya berjalan dengan sangat lancar, jika lelaki tua itu mati dan keponakan ku menjadi pemimpin disini maka kekuasaan ku akan semakin besar!"
"Bagaimana pun keponakan ku itu sedikit bodoh, jika saja dia bukan bagian dari keluarga ku mungkin dia juga akan aku lenyapkan!"
Seru Julio mengangkat kakinya di atas meja, dia duduk di kursi kebesaran yang biasa digunakan oleh Jacob Joseph.
Sampai ketika kesenangan dan hari baiknya di ganggu oleh deringan ponselnya.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Mata Julio sedikit mengernyit lalu ia melihat jika anak buahnya meneleponnya lagi.
"Halo?"
Serunya ketus.
"Bos ... ada masalah besar ..."
Seru anak buah Julio dengan suara yang nyaring dan banyak suara di belakangnya, ada suara tembakan dan kericuhan yang membuat Julio melebarkan matanya.
"Apa? bagaimana bisa? sialan! siapa yang melakukan nya!?"
"Tidak mungkin selama ini aku lengah! siapa yang bisa melakukan nya?"
Teriak Julio setelah menerima laporan dari anak buahnya.
Tetapi setelah itu tak ada jawaban lagi dari anak buahnya, melainkan dari orang lain.
Hal itu membuat Julio dengan cepat mematikan ponselnya dan wajahnya sekarang sudah merah sekali karena emosi yang meledak-ledak.
.
.
__ADS_1
.
Di kediaman keluarga Joseph,
Arabelle sudah berhubungan dengan pelayan yang selama ini berada di pihaknya.
Arabelle memasuki kediaman itu melalui jalur rahasia yang hanya mereka ketahui.
"Nyonya Belle, kami sudah memastikan keamanan, Nyonya bisa langsung memasuki kamar Tuan ..."
Seru para pelayan yang sudah mempersiapkan segalanya kepada Arabelle.
Arabelle menganggukkan kepalanya, lalu bergegas menuju kamar ayahnya.
Arabelle harus berhati-hati, karena di mansion ini banyak pelayan yang merupakan orang dari Julia, dia tidak boleh ketahuan.
Untung saja Arabelle bisa memasuki kamar dengan tanpa ketahuan, karena Arabelle mengenal bagian dari rumah ini secara keseluruhan, jadi tidak sulit bagi Arabelle untuk menyelinap.
.
.
"Haah!"
Arabelle menghela nafasnya dalam, dia sudah masuk ke dalam kamar ayahnya, dimana disana terasa sangat dingin dan sunyi.
Arabelle segera membuka seluruh laci yang berada di ruangan itu, Arabelle menemukan banyak sekali surat penyesalan Jacob Joseph, dan bagaimana Jacob sama sekali tidak bisa melupakan Camelia.
Bagaimana dia sangat membenci perselingkuhan Camelia.
Bagaimana Jacob tak bisa melihat Arabelle karena selalu mengingatkan nya atas Camelia.
Semuanya ada disana.
.
__ADS_1
.
.