
Episode 104 : Noah dan janjinya kepada istrinya.
.
.
.
Arabelle menceritakan segalanya, diikuti oleh angin lembut yang menyapa mereka, seolah menyambut hari pembalasan yang akan segera tiba.
Noah tak menahan kuasa lagi sampai ia menarik tangan istrinya dan memeluknya begitu erat.
"Maafkan aku ... maafkan aku meninggalkan mu dahulu disaat kau begitu terpuruk,"
"Aku tahu aku tak bisa mengembalikan waktu dan merubah masa lalu, tetapi aku akan menjamin masa depan mu,"
"Lakukan semua yang ingin kau lakukan, aku akan ada di belakang mendukung mu, menghalau semua bahaya dan halangan yang ingin mengentikan mu ..."
"Sebagai suami mu, aku akan melindungi mu, aku berjanji ..."
Noah tak lagi mampu mendengar cerita Arabelle, semakin diceritakan maka Noah akan semakin mengingat bagaimana dulu Arabelle menderita karena ibu tirinya.
"Iya ... tapi biarkan aku melakukan semua dengan caraku sendiri, biarkan aku membalaskan dendam ibuku ..."
Arabelle ingin melakukan nya dengan caranya sendiri, Noah hanya perlu melindungi nya saja.
Noah tersenyum dan mengusap rambut istrinya yang bersedih namun tetap menunjukkan sisi keras kepalanya.
Tetapi Noah mengerti, Arabelle sudah menahan ini sejak lama, dan sudah merencanakan ini sejak dulu, pastinya Arabelle ingin menuntaskan nya sampai akhir.
Setelah salah satu rahasia itu terkuak, Noah dan Arabelle benar-benar menuju perusahaan Frost.
__ADS_1
Noah hendak memberikan sesuatu kepada Arabelle, dimana hal yang sudah ia ketahui sejak awal namun masih belum ia berikan kepada Arabelle, karena takut Arabelle akan pergi ketika mendapat bukti itu.
.
.
Arabelle yang melihat berkas asli itu melebarkan mata lalu ia tersenyum sangat lebar.
"Sudah ku duga, ternyata benar ..." seru Arabelle kegirangan sampai ia menatap suaminya yang ikut berbangga diri ketika tahu dirinya sudah melakukan sesuatu yang hebat untuk istrinya.
"Terimakasih ya ... aku benar-benar senang sekali, aku sungguh tidak menduga akan mendapatkan bukti ini ... berkas ini akan melancarkan rencana ku lebih cepat ..." seru Arabelle berterimakasih kepada suaminya.
Entah apa berkas yang ia dapatkan dadi Noah akan tetapi bukti itu sungguh sangat penting baginya dalam misi ini.
.
.
"Panggil aku suamiku kalau begitu, kau belum melunasi hutang mu mengenai nama panggilan itu!"
Mata Arabelle melebar sejenak namun dia sungguh terbantu atas berkas yang diberikan suaminya, jadi Arabelle tersenyum dan memeluk Noah.
"Terimakasih suamiku, kau memang hebat ... kau bahkan membiarkan aku menyelesaikan urusan ku sendiri, padahal kau bisa menyelesaikan semuanya, kau tidak hanya hebat tetapi juga sangat menghargai aku,"
"Terimakasih sekali lagi suamiku ..." balas Arabelle membuat Noah tak mampu lagi berkata-kata.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Noah berdegup sangat kencang, matanya berkedip-kedip, lalu sama seperti biasa pipi dan daun telinga nya memerah namun kali ini lebih merah lagi.
'Aku hanya memintanya memanggil aku suamiku, tetapi sekarang diberikan bonus pelukan!'
__ADS_1
'Astaga ... apakah dia sudah cinta mati padaku? yah ... siapa sih yang bisa menolak pesona ku!'
'Tapi ini berbahaya, ini di kantor, adik kecil ku sudah bangun, apakah kami bisa melakukannya di sini dengan cepat!'
'Astaga pikiran nakal ku!'
Noah berteriak dalam pikirannya, dan tentu saja tidak jauh dari hal-hal nakal jika menyangkut istrinya.
.
.
Disaat yang bersamaan,
Assisten pribadi dari Jacob sudah menerima misi baru dari Julio, dia sudah memiliki skenario dalam pembunuhan ini.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Dia menghubungi Vory dalam rencananya ini.
Assisten pribadi Jacob ini memang mengetahui segalanya karena dia adalah orang dalam, jadi segalanya bisa ia manipulasi dengan sangat halus dan tanpa ketahuan.
.
.
.
.
Author : Guys maaf ya sedikit banget, aku benar-benar sudah berusaha Menulis sejak tadi tapi ga bisa ðŸ˜
__ADS_1
Menulis emang se susah itu guys apalagi kalau lagi ga ada ide ðŸ˜
btw aku terkejut loh ternyata banyak yang nungguin novel ini, aku kira kalian ga suka 🥺