
Episode 116 : Hari pembalasan.
.
.
.
"Ini berkas nya! cepat ubah sesuai dengan perintah ku! jika tidak keluarga mu akan aku bunuh habis semuanya!" geram Julio membuat kuasa hukum keluarga Joseph itu gemetar ketakutan.
"Ta ... tapi Tuan, hal ini tidak bisa dilakukan karena akan membahayakan kita semua ... dokumen ini tetap membutuhkan tanda tangan basah Tuan Jacob, dan saya ..." belum sempat kuasa Keluarga Joseph itu menyelesaikan ucapannya dengan tangan yang gemetaran ...
*Ctak!*
Senjata api yang ada di tangan anak buah Julio sudah menyentuh dahi lelaki tua itu yang menjadi kuasa hukum keluarga Joseph.
"Hei ... dengar ..." Julia berbicara membisik, mendekat kearah lelaki tua itu sembari menyeringai tajam.
"Aku kesini bukan untuk mendengar penolakan! aku kesini untuk mendapatkan apa yang aku mau!"
"Nyawa mu dan nyawa keluarga mu bahkan tak penting, jika kau tidak melakukan hal yang aku minta kepadamu, maka kau dan semua keluarga mu akan mati! lelaki itu saja bisa aku habisi, apalagi kau!"
"Jadi tutup mulut mu dan lakukan pekerjaan mu!"
Mata kuasa hukum itu melebar dan wajah ketakutan nya tidak sirna.
"Ja ... jadi Tuan lah yang mengakibatkan Tuan Jacob Joseph terbaring koma?"
"Jika begitu tolong ampuni aku, aku akan lakukan ..."
Seru lelaki tua kuasa hukum itu benar-benar menunjukkan wajah yang sangat kasihan.
"Heh!"
Julio terkekeh, lalu dia merasa bangga ketika lelaki tua itu masuk perangkap nya dan ketakutan setengah mati terhadap nya.
"Kau bergetar ketakutan seperti tikus got yang hendak dimangsa, yah ... kau memang harus takut!"
"Dan ya ... aku dan Julia memang yang merencanakan agar Jacob koma dan mungkin akan mati sebentar lagi, karena jenis racun nya tak akan ditemukan."
"Bagaimana mereka akan mendapatkan penawar nya jika jenis racun nya tidak ditemukan bukan? hahahaha!"
"Lelaki tua itu berencana mengubah surat warisan nya atas nama putrinya yang sok bersinar itu, tentu aku tak bisa tinggal diam!"
__ADS_1
"Jadi sebelum Jacob mati, cepat ubah surat warisan atau kau dan keluarga mu akan mati!"
Geram Julio menyeringai tajam.
Begitulah jika seseorang telah merasa superior atas oranglain dan merasa mengontrol nyawa orang lain, mereka akan memberitahukan perbuatan keji yang mereka lakukan tanpa takut.
Karena dari segi psikologis, sang korban akan semakin ketakutan ketika mengetahui sekeji apa orang yang mengancamnya itu.
.
.
Drake yang berada di luar ruangan hendak menghubungi Vory yang tadi mengatakan jika tak ada Arabelle di kediaman itu.
"Sebenarnya apa yang terjadi ..." ucapnya pelan lalu mengambil ponselnya.
Dia hendak menelpon Vory sampai ketika matanya melebar melihat adanya beberapa petugas keamanan, yang berseragam lengkap ada di hadapannya.
"Celaka ..." geramnya hendak berteriak agar Julio mengetahui jika mereka telah dijebak sejak awal memasuki kediaman kuasa hukum ini.
Akan tetapi sebelum mulutnya berhasil mengeluarkan teriakan, petugas keamanan yang menyergap nya dari arah belakang segera melimpah Drake sampai pingsan.
.
.
Ketika Drake sudah dilumpuhkan di luar ...
*Clap ... clap ... clap!*
Terdengar suara tepuk tangan dari seseorang, ialah Assiten dari Noah Frost.
Liam, dia sudah ada disana bahkan sebelum Julio dan orangnya datang ke tempat itu.
Dan anggota Julio yang ada di kediaman kuasa hukum itu telah diamankan oleh petugas keamanan yang dikirim langsung oleh Noah Frost.
Mata Julio melebar dan dia tahu jika semua ini pasti adalah jebakan.
Dia berdiri dan hendak kabur, namun dari arah belakangnya sudah ada banyak petugas keamanan memasuki ruangan.
"SIALAN! SIAPA KALIAN! KENAPA BISA ADA DISINI?" Teriak Julio seolah sadar jika hari ini adalah hari dimana dia akan hancur.
Liam tersenyum lebar, sesuai dengan instruksi Noah yang merasa tak Sudi bertemu langsung dengan Julio.
__ADS_1
Ya ... Noah Frost bisa saja datang mengepung Julio, akan tetapi Noah merasa Julio terlalu kecil baginya untuk ia datangi secara langsung, jadi dia memerintah assiten terbaiknya ialah Liam untuk menyampaikan pesan nya.
Liam meniru gaya Noah sesuai perintah, dia berkacak pinggang dan menatap Julio dengan tatapan tajam merendahkan, ketika para anak buah Julio sudah dilumpuhkan.
"Ini adalah pesan Tuan ku dan akan aku sampaikan sesuai dengan perintahnya!" seru Liam dengan tegas.
"Kau ... Julio, kau telah melakukan kesalahan besar ketika meremehkan istriku, Arabelle! tetapi dia jauh lebih pintar dan hebat darimu, sehingga aku tak ingin istriku turun tangan berhadapan dengan orang rendahan seperti mu!"
"Aku sudah menghancurkan perusahaan dengan bisnis ilegal mu di negara X, aku kesana secara langsung dan melihat betapa buruk keamanan perusahaan mu yang dana nya saja kau ambil dari perusahaan ayah mertuaku, kau kira bisa menipu semua orang tetapi kau salah jika ingin menghancurkan istriku!"
"Ah, sudah dulu pesan ku, aku hanya ingin kau mengingat pesan terakhir ku jika kau sangatlah tidak berharga dan rendahan, sebelum kau mati aku ingin kau merasakan derita karena telah mengusik istriku!"
Liam menghafal semua pesan tuannya dengan sangat baik, dia juga memperagakan cara Noah berbicara.
Membuat semua petugas keamanan melongo sejenak.
"TIDAK! TIDAK! TIDAK!"
"DARI MANA KALIAN TAHU JIKA AKU BERADA DISINI!"
"JANGAN IKUT CAMPUR SIALAN!"
Julio berteriak, dia belum sadar jika Noah sudah tahu segalanya sejak Noah menyelidiki tentang masa lalu Arabelle.
Sehingga semua langkah dan gerak gerik Julio dan Julia telah dilacak oleh Noah.
Dan Noah sudah sangat yakin, jika ketika Julio tahu perusahaannya hancur, maka dia akan langsung menuju kuasa hukum keluarga Joseph dan mengancam nya menggantikan pewaris Keluarga Joseph.
Cara itu cukup klise akan tetapi bisa berhasil jika saja tak ada strategi dari Noah sendiri.
"Tuan Julio, sejak anda berurusan dengan Tuan Noah, anda sudah kalah, dan tentu saja Tuan Noah harus ikut campur ketika anda hendak mengusik istrinya, sangat bodoh kau itu!" seru Liam bahkan meremehkan Julio atas gegabah nya ia dalam bertindak.
"Tidak ... tidak ... tidaaaaakkkkk!"
Julio berteriak histeris ketika ia juga baru sadar jika dia telah mengakui dosa nya di hadapan kuasa hukum tadi.
Jadi akan sulit baginya untuk menipu publik lagi.
Dan sesuai ucapan Noah, Julio dan Julia akan terancam hukuman mati karena merencanakan pembunuhan berencana dan telah membunuh Camelia dahulu.
.
.
__ADS_1
.
.