
Episode 49 : Meeting besar akan terjadi.
***
"CIUM AKU!"
"Kenapa istri ini tidak peka sekali!" tegas Noah dengan percaya diri dan sambil menatap dengan angkuhnya.
Mendengar ucapan dari Noah sungguh membuat Arabelle terheran-heran. Sebenarnya dari mana Noah memiliki kepercayaan untuk meminta ciuman di pagi hari.
‘Bukankah ini terasa seperti di novel novel yang aku baca, adegan rumah tangga yang sungguh canggung! Kenapa aku jadi mengalaminya?’ Benak Arabelle masih mematung.
“Jika tidak kau lakukan maka akan aku lakukan sendiri! Kenapa juga aku harus meminta ijin, kau kan istriku!” seru Noah langsung menarik pinggang istrinya yang masih mematung dan dengan cepat mengecup pipinya.
“Aku pergi dulu …” dengan secepat kilat Noah langsung pergi.
Meninggalkan Arabelle dengan segudang keheranan dalam dirinya.
Entah mengapa Noah terasa begitu bahagia pagi ini.
Setelah itu Noah pergi, senyumannya tak bisa ia sembunyikan, sungguh pernikahan yang ia rasa hanya akan mengekangnya ternyata tidak buruk juga.
Di dalam mobil, Noah berpangku tangan sembari senyam senyum membayangkan istrinya.
"Pffft ...."
"Istriku seperti landak, selalu ingin melindungi dirinya jika didekati, tetapi itulah yang membuatnya semakin menarik!"
"Aku tidak menyangka dia benar-benar tumbuh menjadi wanita yang sangat cantik dan seksi tetapi jadi pemarah!"
Sungguh Noah sudah tak lagi bisa menghilangkan bayangan istrinya dari pikirannya.
Selama dua minggu penuh menjalani hari bersama rasanya sangat hangat dan berharga.
Makan bersama sembari berdebat hal-hal kecil sungguh menghibur dan sangat indah baginya.
Supir yang mengantarkan Noah ke kantor saja sampai terkejut.
Sejak tadi melirik ke arah kaca mobil untuk memerhatikan apa yang tengah terjadi kepada Noah.
Mengapa terlihat sangat bahagia, apalagi pipi dan daun telinganya merona dan menarik perhatian sekali.
'Pengantin baru memang beda, ternyata hubungan Tuan Noah dan Nyonya Arabelle sungguh lah hangat sekali ...'
"Bahkan membuat Tuan Noah merona seperti itu! Nyonya Arabelle hebat!'
Sang supir yang merupakan pekerja di keluarga Frost memberikan pendapatnya dalam hatinya.
__ADS_1
"Tuan, anda terlihat senang sekali, apakah bulan madu anda berjalan dengan lancar?"
Di segera memberanikan bertanya kepada Noah, karena suasana hatinya memang sedang baik pagi ini.
Noah membalas dengan sangat bersemangat.
"Pak Sun, apakah menikah selalu indah seperti ini? aku tidak tahu jika menikah begitu menyenangkan!"
"Yang aku lihat selama ini, Ayah dan Ibuku benar-benar tidak peduli satu sama lain, jadi aku tidak terlalu tertarik menikah, tetapi ternyata kita sungguh tidak akan tahu sebelum terjun secara langsung!"
Noah begitu terbuka.
Bagaimana pun Pak Sun adalah pekerjaan yang sudah bekerja begitu lama, separuh hidup Pak Sun, dia bekerja di kediaman Noah Frost.
Jadi Pak Sun sudah mengenal Noah sejak dia kecil.
"Haha ..." Pak Sun tertawa ringan dan ikut bahagia.
"Itu karena istri Tuan adalah Nyonya Arabelle, dulu apakah Tuan tidak ingin, Tuan sering curhat kepadaku jika istri Tuan kelak hanya boleh Nyonya Arabelle ... ternyata impian Tuan menjadi kenyataan!"
Seru Pak Sun sembari menyetir.
Saat itu Noah masih kecil tetapi Pak Sun sudah dewasa, jadi Pak Sun mengingat semuanya.
"Benarkah? lalu kenapa semua hal yang menyangkut Arabelle seolah terhapus dari ingatan ku, jika Pak Sun tidak cerita mungkin aku tidak akan ingat ..."
Sama seperti ketakutan Arabelle terhadap petir dan Guntur, Noah bisa mengingat hanya karena bertepatan saat itu ada Guntur, lalu ingatan itu menyambar begitu saja.
"Mungkin karena saat itu Tuan masih kecil, wajar banyak hal yang dilupakan," balas Pak Sun memberikan penjelasan yang masuk logika.
"Bisa jadi sih Pak Sun ..." sahut Noah juga tak mau terlalu memikirkan hal itu.
Lagian mulai hari ini, Noah akan berusaha mengingat semua hal kecil dan detail yang ia lupakan tentang Arabelle.
Tanpa sadar Noah sudah sampai di gedung tinggi perusahaan Frost.
Lalu ia segera melakukan pekerjaannya dan menilai bahan meeting yang akan terlaksana nanti.
Pagi ini akan ada meeting direksi besar, membicarakan mengenai proyek baru dimana gabungan perusahaan Frost dan Joseph.
Sebenarnya bukan perusahaan yang bergabung secara harafiah, hanya saja kedua perusahaan ini menggabungkan saham untuk membuka bisnis baru.
Ialah perusahaan energi terbarukan yang tidak akan menggunakan sumber daya dari perut bumi.
Keluarga Frost dan Joseph memiliki visi misi yang sama untuk generasi selanjutnya, ialah mengubah emisi bahan bakar atau segala konsumtif yang menggunakan energi perut bumi dialihkan menjadi energi terbarukan.
Karena banyak bahan yang bisa digunakan untuk menggantikan minyak bumi contohnya.
__ADS_1
CPO ( Crude Palm Oil ) bisa digunakan sebagai energi pengganti BBM, bisa dilakukan penelitian lebih lanjut dengan dana yang mengalir dari perusahaan adidaya Frost dan Joseph.
Dimana tingkat gagal dari proyek ini akan sangat kecil.
Dan energi terbarukan itu tidak akan merusak lingkungan dan bisa diproduksi secara terus menerus.
Pagi ini, pihak dari Frost dan Joseph akan hadir di meeting besar namun privat.
Ialah Jacob Joseph, Vernon Frost juga Daren Joseph.
Mereka akan merembukkan dan memulai proyek besar dan massive itu.
Karena akan merubah sumber energi yang akan mengubah banyak perubahan ke arah positif di kalangan masyarakat.
Seluruh lapisan masyarakat akan mengalami perubahan yang signifikan dan lebih sehat jika proyek ini benar-benar berhasil.
Juga, Noah akan memberikan kejutan dimana istrinya, Arabelle memiliki kemampuan yang mumpuni untuk mendampingi dirinya mengelola proyek besar ini.
Hal itu akan mengejutkan banyak pihak, termasuk keluarga Joseph dan Frost.
Dimana Arabelle akan menjadi wanita pertama yang ikut memimpin sebuah proyek yang begitu besar.
"Tuan ... saya akan menjemput Nyonya Arabelle, ini adalah bahan meeting yang sudah aku kirim melalui email, juga berkas yang saat lalu saya sebutkan di telepon ..."
Finn menyerahkan berkas kepada Noah.
Bukan hanya bahan meeting saja, tetapi juga ada berkas yang benar-benar menarik bagi Noah.
"Baiklah ... ingat untuk hati-hati ketika menjemput istriku, dia mudah marah dan sangat sensitif jadi jangan ada satupun yang salah ..."
Seru Noah membuat Finn tersenyum hangat lalu menundukkan kepalanya.
"Baik Tuan, saya mengerti." balas Finn merasa senang, tuannya benar-benar tidak pernah main wanita sekalipun ketika sudah menikah.
Seorang playboy yang selalu mendapatkan apa yang ia mau, menjadi begitu setia ketika sudah menyebutkan janji suci pernikahan.
.
.
.
.
Author : Jika episode ini lama upload nya berarti Noveltoon sedang error ya.
Jika ada typo mohon di komen saja ya, agar aku perbaiki, soalnya aku nih nulis udah seperti kereta api cepet banget wkwkwk 😍😘
__ADS_1