
Episode 68 : Arabelle menjadi murid suaminya?
***
Di rumah sakit,
Malam itu, Noah meminta kepada dokter pribadi keluarganya, yang dimana merupakan pemilik rumah sakit untuk memberikan mereka ruangan terbaik di sana.
Istrinya terlalu takut untuk pulang, karena guntur dan petir, jadi Noah menuruti kata istrinya untuk menginap di rumah sakit saja.
Para pelayan sudah datang membawakan baju ganti untuk Tuan dan Nyonya mereka, jadi mereka tidak perlu repot-repot untuk pulang.
"Sepertinya keputusan kita benar untuk tidak pulang, di luar ada badai, jika kita memutuskan pulang tadi mungkin kita tidak akan bisa melewati jalanan ..."
Noah sudah mengenakan baju tidurnya, sembari mengancing setiap baju, dia mengatakan laporan assitennya yang mengatakan jika ada badai di luar.
Jadi keputusan mereka untuk tidak pulang adalah keputusan yang benar.
.
.
.
Di saat yang bersamaan,
Nama Noah dan Arabelle telah menggema di seluruh negeri, mereka bahkan lebih populer dibandingkan artis dan aktor papan atas saat ini.
Semua itu karena ucapan Noah yang dia ucapkan di layar kaca yang mengatakan jika dia bersumpah tidak akan mendua dari istrinya.
Banyak orang segera memparodikan adegan itu, layaknya adegan di film romantis.
Semua wanita semakin memiliki kriteria tinggi terhadap pasangannya, ialah ingin seseorang seperti Noah yang bersumpah tak akan mendua dari istrinya.
Sedangkan untuk Vory, yang ketahuan berbohong dan hamil satu bulan.
Karir nya sudah benar-benar hancur, dia terpuruk dan tak tahu apa yang harus ia lakukan.
"Apa yang harus aku lakukan, cara wanita itu melihat ku tadi seolah aku adalah sampah!"
"Memangnya salah jika aku menginginkan Noah, dia memiliki segalanya! dan kau sangat beruntung menjadi istrinya!"
"Atas dasar hak apa kau melihat aku dengan merendahkan seperti itu! SIALAN!"
Vory marah dengan hebat di apartemennya, sembari menghancurkan semua barang dia mengingat lagi bagaimana tadi Arabelle menatapnya seolah menatap sampah.
Bagaimana dia dimanfaatkan oleh orang-orang besar itu.
"AAAAAAA! jika aku harus hancur sendirian aku tidak mu! akan ku seret kalian semua!"
"Aku sudah hancur! tak mungkin bisa kembali seperti sebelumnya!"
"Ini semua karena mu!" Vory memukul perutnya, dia marah dengan bayi nya yang tak bersalah.
Vory menangis dengan histeris, dia ketakutan setengah mati dengan masa depannya.
__ADS_1
Apalagi Vory sama sekali tak tahu siapa ayah dari bayi ini.
Satu bulan lalu, ada beberapa orang yang ia hibur dan layani, dan semuanya adalah lelaki bernama besar yang semuanya sudah memiliki istri.
Jikapun memeriksa DNA, Vory tak akan mampu lagi mengangkat wajahnya ke hadapan publik, semuanya sudah hancur.
Jadi Vory memutuskan untuk menyeret semuanya hancur bersamanya.
.
.
.
Di kediaman keluarga Joseph,
Julia sudah dikurung oleh suaminya sendiri, semua hal yang bisa menyambungkan Julia terhadap dunia luar telah diputus oleh Jacob.
"Ah, aku benar-benar marah! apakah Daren sudah menghubungi Paman nya?"
"Bagaimana caraku bisa mencari tahu jika di depan banyak sekali penjaga!"
Julia panik, dia berjalan mondar-mandir, hanya Paman Daren yang bisa mengeluarkan dia dari posisi ini.
Dan jika ada Paman Daren maka Arabelle akan bisa disingkirkan dengan mudah, sebelum Arabelle mampu mengambil Hera sebagai sekutunya.
Jika Hera menjadi sekutu Arabelle juga, maka posisinya benar-benar akan kacau.
Julia tak pernah menduga jika Arabelle sehebat ini, sudah merencanakan segalanya secara sistematis.
***
"Halo Paman, Ibu meminta Paman untuk kembali, semua ini katanya menyangkut Arabelle,"
Daren segera menyampaikan pesan kepada pamannya sesuai dengan yang ibunya perintahkan.
"Sudah ku duga dia akan menjadi masalah ketika sudah besar! kenapa juga tidak membunuh nya ketika masih kecil!"
"Keras kepala!"
Daren sedikit bingung dengan jawaban pamannya, dan mengenai Arabelle yang harus dibunuh sejak ia kecil.
"Aku akan kembali, masih banyak hal yang harus aku selesaikan disini,"
Paman nya Daren memang juga adalah seorang Pengusaha tersohor tetapi berada di luar negeri, dia akan kembali jika urusan bisnisnya sudah usai.
"Baiklah Paman, akan aku sampaikan kepada Ibu,"
Daren benar-benar curiga dengan ucapan Pamannya.
Daren memang tidak tahu menahu tentang masa lalu, tetapi Daren juga dalam posisi tidak suka Ibunya dikurung, jadi untuk sekarang dia akan mendukung Ibunya.
.
.
__ADS_1
.
Waktu akhirnya berlalu, pagi sudah menyapa, Noah dan Arabelle sudah dijemput oleh Finn pagi sekali untuk kembali ke mansion mempersiapkan diri mereka ke perusahaan.
"Sayang ... pasangkan dasi ku,"
"Kita makan di kantor saja nanti, disana para pelayan akan membawakan makanan, pagi ini ada meeting penting mengenai proyek enegi terbarukan ..."
"Seminggu lagi suami mu yang hebat ini akan melakukan perjalanan bisnis untuk mengurus proyek lain, jadi selama satu minggu aku harus mengajari mu dengan baik!"
"Istriku akan menjadi murid ku selama satu minggu! ho ho ho!"
Noah menyampaikan dengan berbangga diri kepada Arabelle.
Bagaimana, satu minggu lagi dia melakukan perjalanan bisnis selama satu minggu pula, Noah adalah seorang CEO dan proyek energi terbarukan bukanlah satu-satunya urusan yang harus ia selesaikan.
Dan Noah akan mempercayakan proyek berskala massive itu kepada istrinya.
Karena Noah yakin, Arabelle lebih dari mampu untuk melakukan nya, bahkan lebih mampu ketimbang Daren Joseph, kakak laki-lakinya Arabelle.
Arabelle tengah memasangkan dasi untuk suaminya ketika Noah berkacak pinggang mengatakan jika dia akan menjadi muridnya.
"Aku akan melakukan yang terbaik, kali ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan kepada semua orang jika aku juga bisa,"
"Jika wanita juga bisa menjadi seorang pemimpin hebat!"
Seru Arabelle yakin dengan matanya yang serius.
Karena Noah memiliki tubuh yang tinggi, jadi ketika berdiri Arabelle hanya sampai di dadanya, jadi Arabelle harus berjinjit kaki agar bisa sampai ke leher suaminya.
"Sayang ... cium aku, pagi ini kau belum mencium aku!" seru Noah meminta ciuman paginya.
Entah sejak kapan Noah begitu nyaman mengatakan hal itu.
Arabelle yang belum terbiasa dengan rutinitas memberikan ciuman pagi masih kaku, dia malu tetapi harus melakukan dengan cepat.
Karena jika tidak ia lakukan maka Noah akan melakukannya sendiri dan mungkin ciuman ini akan menjadi panas, dan membuat mereka terlambat menghadiri meeting mengenai energi terbarukan khusus tim dari keluarga Frost saja.
'Ah, ya sudah lah, pejamkan mata dan anggap kau mencium tiang!'
Gerutu Arabelle dalam dirinya segera menyambar pipi Noah dengan bibirnya.
.
.
.
.
Author : Jika ada typo tolong di komentari saja ya, agar langsung aku perbaiki, maapkeun juga jika semisal masih banyak typo, aku ngetik ngebut soalnya, kejar target crazy up 🥺
Btw Jangan lupa berikan like, komen dan jika berkenan gift ya hehe..
Terus dukung akikah ya guys, luph you sekebon jeruk.
__ADS_1
Satu episode lagi nyusul 😍😘