
Episode 71 : Kejutan paling indah.
***
Di Helikopter,
Noah dan Arabelle sudah menaiki helikopter, jantung Arabelle berpacu dengan sangat hebat, bagaimanapun ini adalah kali pertama untuknya menaiki helikopter.
Jadi rasa tegang dan takut itu pastilah ada.
"Jangan khawatir, kita akan baik-baik saja, Finn sudah mencarikan pilot terbaik!"
"Kalau kau takut, kau boleh memeluk aku." bisik Noah selalu saja mencari kesempatan dalam kesempitan.
Noah akan senang jika selama perjalanan Arabelle akan bersandar kepadanya atau bahkan memeluknya dengan kencang.
"Ti ... tidak usah, aku bisa menangani nya, aku bukan penakut!" balas Arabelle dengan suara yang sedikit kuat.
Menunjukkan jika dia sebenarnya tengah tegang sekali.
"Hehe, dasar landak menggemaskan, selalu saja menolak padahal sudah ketakutan!"
"Sudahlah kemari ..." seru Noah selalu terhibur dengan sikap Arabelle yang selalu saja menolak padahal sudah ketakutan.
Noah dengan percaya diri dan tanpa aba-aba langsung mendekap Arabelle, menggenggam pundaknya dan sesekali mengusapnya jika Arabelle takut.
Nafas Arabelle terdengar berat, membuat Noah ternyata khawatir juga.
"Sayang, apakah kau benar-benar takut sekali, tenang saja ... semuanya akan baik-baik saja,"
Noah berbicara dekat sekali di telinga istrinya agar suaranya bisa terdengar.
"Ummm!"
Arabelle hanya menganggukkan kepalanya sembari tangannya mencengkeram kuat satu sama lain.
'Istriku terlalu menggemaskan jika terlihat bergantung kepadaku seperti ini, sangat jarang melihatnya begini, tetapi aku tidak suka dia ketakutan!'
Noah senang bagaimana Arabelle bersandar padanya dan seolah bergantung kepadanya, tetapi disaat yang bersamaan Noah juga tidak suka bagaimana istrinya terlihat benar-benar takut.
"Sayang ..."
"Ummm?"
"Coba lihat ke bawah, jangan fokus kepada rasa takut mu tetapi coba lihat pemandangan itu ..."
Noah meminta istrinya untuk tidak fokus kepada rasa takut dan melihat pemandangan spektakuler di bawah sana.
Mereka sudah berada di ketinggian dan pemandangan kota benar-benar terlihat luar biasa dari atas itu.
Arabelle menelan salivanya kuat, menuruti suaminya dan matanya melebar ketika melihat pemandangan itu.
Dan benar saja, rasa takut Arabelle berkurang dan hatinya menjadi tenang.
Setiap kali Noah menunjukkan sesuatu, pastilah hal itu sangat indah, bahkan lebih indah dari sebelumnya.
Seperti pemandangan ini, seolah Arabelle melihat bintang di daratan, dimana kota yang dipenuhi gedung pencakar langit menunjukkan kemegahan lampu-lampu dengan sinar yang merah keemasan.
Sungguh Luar Biasa.
Berkat Noah, Arabelle mampu mengatasi ketakutan ketika menaiki helikopter untuk pertama kali.
__ADS_1
Noah tersenyum melihat istrinya dengan mata bulat berbinar, benar-benar cantik dan indah sekali.
Ketika Arabelle hanya berfokus kepada pemandangan yang luar biasa itu, Noah malah hanya berfokus menatap istrinya yang semakin hari semakin cantik dan membuat jantungnya berdebar kencang.
"Cantik sekali ..." ucap Noah menatap istrinya dan mengaguminya.
"Iya ... cantik sekali pemandangan nya ..." balas Arabelle tak sadar jika yang dipuji oleh suaminya adalah dirinya.
"Pffft ... bahkan semakin cantik ketika kau tidak sadar seberapa cantik dirimu," bisik Noah semakin kagum bagaimana Arabelle tak sadar seberapa indah dirinya.
Arabelle tak terlalu mendengarkan ucapan Noah yang terakhir karena fokus terhadap pemandangan indah itu.
.
.
.
.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, sebuah pulau kecil tidak jauh dari kita terlihat dengan jelas.
Itu adalah tujuan utama mereka, pulau pribadi milik Noah, Noah mendapatkan nya sebagai hadiah dari keluarga ibunya, Noir sebagai hadiah ulangtahun kedewasaan ketika berusia 21 tahun.
Helikopter mendarat dengan baik di atas sebuah mansion besar di pulau itu.
Karena sudah malam, Arabelle tidak terlalu bisa melihat keindahan itu, tetapi esok hari dia akan terbelalak melihat semua yang ada di sekelilingnya.
"Sayang ... kita sudah sampai, tetapi biarkan aku menutup matamu, karena aku ingin ini menjadi kejutan paling indah dalam hidup mu ..."
Noah sudah mempersiapkan segalanya, dia mengikatkan sebuah kain hitam untuk menghalau pemandangan Arabelle atas sekelilingnya.
Bahkan sebelum Arabelle memberikan persetujuan.
"Pegang tanganku dan ikuti aku," seru Noah menuntun Arabelle untuk berjalan hati-hati.
Akan tetapi melihat cara jalan Arabelle karena matanya tertutup begitu lambat membuat Noah tak sabaran.
"Ah lama sekali," ucapnya langsung menggendong istrinya di tangannya dan membawanya melangkah dengan cepat.
"Ah!"
Arabelle berteriak kecil ketika tubuhnya tiba-tiba melayang dan digendong oleh suaminya.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Arabelle kebingungan.
"Aku menggendong istriku! ada masalah?"
Balas Noah tak akan menerima penolakan.
"Tak ... Tak ... Tak!"
Langkah kaki Noah yang tadi terdengar nyaring karena berjalan di atas marmer sekarang nada nya berubah.
Seolah Noah berjalan di atas pasir lembut, apalagi ada suara ombak merdu yang semakin terdengar dengan jelas sekali.
"Sayang ... kita sudah sampai ..."
Bisik Noah tersenyum bangga melihat kejutan yang sudah ia persiapkan.
Noah menurunkan Arabelle dengan lembut dari gendongannya.
__ADS_1
Lalu tangannya hendak membuka penutup mata yang ia pasangkan tadi.
Dan ...
.
.
.
Ketika helaian penutup kepala itu terlepas dari pandangannya, Arabelle akhirnya bisa melihat kejutan yang dikatakan oleh suaminya.
Mata Arabelle melebar dan berbinar, dia membisu untuk sesaat, dia merasa seperti berada di dunia mimpi yang tak pernah ia banyangkan sebelumnya.
Bagaimana tidak, di hadapannya ada pasir berwarna putih membentang luas, ombak yang menyapa pesisir menimbulkan bunyi indah.
Dan yang paling menakjubkan adalah lampion harapan yang bertebaran bagaikan bintang tak terhingga.
Sinarnya menyinari lautan, menimbulkan sinar keemasan ketika memantul di atas air.
Disaat yang sama, bulan yang terlihat jelas memberikan pemandangan yang tak kalah hebat juga.
Bagaimana sinar nya membuat lautan seperti ditaburi berlian putih mengkilap.
Bahkan angin yang menyapa nya terasa lembut sekali.
Arabelle memejamkan matanya merasakan angin, keindahan seperti ini tak akan pernah bisa ia dapatkan jika dia tidak keluar dari kediamannya dan menikahi Noah.
"Sayang ... apakah kau suka?"
Noah memeluk istrinya dari belakang.
Tangannya berada di pinggang ramping istrinya dan matanya hanya bisa menatap wajah istrinya.
Bagi Noah, pemandangan seperti ini bukanlah apa-apa dibandingkan dengan kecantikan istrinya.
Arabelle tersenyum sangat lembut dan cerah, dia mengangguk dengan bersemangat.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Noah berdegup sangat kencang ketika melihat senyuman itu.
Seolah menemukan senyuman Arabelle yang telah hilang, senyuman paling indah yang selalu ingin dilihat kembali oleh Noah.
'Sabar Noah, perjalanan masih sangat panjang, jangan langsung mencium bibir nya, walau bibirnya sejak tadi menggoda mu!'
Noah berseru dalam hatinya, dia sedang melawan gairahnya demi kejutan nya malam ini.
Karena kejutan itu belum berakhir tentunya.
.
.
.
.
Author : Jika ada typo tolong di komentari saja ya, agar langsung aku perbaiki, maapkeun juga jika semisal masih banyak typo, aku ngetik ngebut soalnya, kejar target crazy up 🥺
Btw Jangan lupa berikan like, komen dan jika berkenan gift ya hehe..
__ADS_1
Terus dukung akikah ya guys, luph you sekebon jeruk.
Satu episode lagi nyusul 😍😘