My Hot And Sexy Wife

My Hot And Sexy Wife
Episode 98 : Arabelle tidak bisa benar-benar membenci Ayahnya.


__ADS_3

Episode 98 : Arabelle tidak bisa benar-benar membenci Ayahnya.


***


Arabelle merasa nyaman seperti ini, walau dia masih merasa malu akan tetapi dia suka ketika suaminya mengusap pundaknya dan terkadang memainkan rambutannya.


Seolah hal-hal kecil seperti sangat menyenangkan bagi Arabelle.


"Tok ... Tok ... Tok!"


Terdengar suara ketukan pintu kamar, kepala pelayan di kediaman mereka kembali mengetuk pintu.


Sebab kabar yang hendak ia sampaikan dirasa sangat urgent dan seharusnya diketahui dengan cepat oleh Arabelle dan suaminya.


Arabelle hendak melepaskan pelukannya dari suaminya dan membuka pintu.


Tetapi tangannya di tarik oleh Noah.


"Mau kemana lagi? kenapa suka sekali pergi dariku!"


Gerutu Noah kesal tetapi dengan mata yang kelihatan menyipit karena merasa masih sangat mengantuk.


"Ada yang mengetuk pintu, aku harus buka, sepertinya ada sesuatu yang penting ..." seru Arabelle masih dari dalam selimut karena Noah sama sekali tak membiarkan Arabelle pergi dengan cara menggenggam tangan erat-erat.


Ya, kepala pelayan atau siapapun di kediaman itu tentu tak akan ada yang lancang mengetuk pintu kamar pribadi tuan mereka kecuali ada sesuatu yang benar-benar mendesak.


"Hahh!"


Noah menghela nafasnya keras lalu ia langsung duduk.


"Siapapun yang mengganggu pagi ku bersama istriku akan ku habisi dia!"


"Jika memang tak ada kabar yang mendesak tetapi dengan berani menganggu aku dengan istriku maka akan aku patahkan tangan dan kakinya!"


Geram Noah dengan mata berapi-api dan rencana mematikan yang membabi-buta.


Noah kesal sekali bagaimana pagi tenang dan hangatnya bersama sang istri harus di ganggu oleh ketukan pintu.


Saat Noah menggerutu dengan wajah mengantuk nya, Arabelle sudah melangkah ke depan pintu sembari memegangi pinggang nya.


Sungguh pinggangnya sekarang sedang ngilu, mungkin karena olahraga panas tadi malam yang mereka lakukan membuat pinggangnya benar-benar pegal dan ngilu.


*Ctak!*


Ketika pintu dibuka, disana sudah ada kepala pelayan dan beberapa pelayan dengan wajah yang kelihatan khawatir terhadap Arabelle.


"Nyonya Arabelle ... maafkan saya mengganggu pagi anda, sejak tadi saya sudah mencoba menghubungi Nyonya dan Tuan, akan tetapi sama sekali tidak ada jawaban sehingga saya memutuskan untuk mengetuk pintu saja ..."


"Sebenarnya pagi ini, pihak keluarga Nyonya mengatakan jika Ayah Nyonya tengah berada di rumah sakit sekarang ini, Nyonya diminta untuk segera kesana ..."


Kepala pelayan itu segera memberikan kabar yang harus ia sampaikan sehingga ia dengan berani mengetuk pintu.

__ADS_1


"Deg!"


Ketika mendengar itu, Arabelle melebarkan mata karena syok, pikirannya menjadi kosong sesaat lalu tangannya yang berada di gagang pintu terkulai lemas.


"Ayah ku?"


"Tidak mungkin dia tiba-tiba sakit, aku baru bertemu dengannya saat lalu dan dia masih kelihatan sangat bugar!"


"Ada yang tidak beres!"


Geram Arabelle dengan rasa khawatir namun juga curiga berlebihan.


Tak menunggu lama, dia segera masuk ke dalam kamar lagi dengan wajah memerah yang kelihatan sangat khawatir.


Noah bisa mendengar apa yang dikatakan oleh kepala pelayan tadi, karena ketika melihat istrinya hendak membuka pintu tadi, Noah sudah bangkit dari ranjang ingin segera memarahi siapapun yang mengganggu pagi hangatnya dan istrinya.


Tetapi tentu saja hal itu ia urungkan.


.


.


Setelah itu Arabelle menjadi diam, tangannya sedikit bergetar ketika tahu apa yang akan ia hadapi selanjutnya.


"Sepertinya segalanya sudah dimulai ..." ucapnya pelan.


Keduanya sudah selesai membersihkan diri mereka dengan cepat, memakai pakaian yang ada di ruangan pakaian.


Arabelle adalah seorang wanita bangsawan dimana ketika ayahnya sakit dia masih harus terlihat anggun, dia tidak boleh menunjukkan sisi lemah dan rapuh dari dirinya.


"Sayang ... ingat jika ada aku disini, jika ada sesuatu yang tak bisa kau lakukan maka aku akan siap melakukan nya untuk mu ..." ucap Noah lembut sembari memeluk istrinya sebentar.


Arabelle menganggukkan kepalanya, dia masih terdiam tetapi hatinya sedikit menjadi ringan ketika tahu ada suaminya disisinya.


Setelah itu Arabelle dan Noah menunju rumah sakit ...


***


Disaat yang bersamaan,


Julia sudah berada di rumah sakit sedangkan Julio, saudaranya berada di perusahaan keluarga Joseph menggantikan posisi Jacob sementara waktu.


Daren masih kelihatan syok sekali mengetahui ayahnya tiba-tiba saja pingsan dan hingga sekarang tak sadarkan diri.


Beberapa dokter sudah bergantian memeriksa Jacob akan tetapi tak ada yang tahu penyebab pingsannya Jacob.


Hanya saja Jacob Sekarang tengah koma, sepertinya ada sesuatu yang menyerang saraf nya.


Sehingga seluruh tubuhnya menjadi lumpuh total.


Dokter juga mengatakan pemeriksaan penyebab Jacob pingsan sepertinya bisa diketahui setelah pemeriksaan darah dan hasilnya akan keluar 1*24 jam dari sekarang.

__ADS_1


"Daren ... jangan terlalu bersedih, sudah takdirnya Ayah mu seperti ini, jangan merasa bersalah karena nya ..."


"Sebaiknya kau pergi ke perusahaan saja bantu Paman mu, biarkan Ibu yang tinggal disini ..."


Julia meminta putranya untuk pergi saja ke perusahaan alih alih berada di rumah sakit ini.


Dengan wajah yang lesu dan mata yang terus menatap kearah Ayahnya yang terbaring pucat, Daren menjawab ibunya.


"Ibu ... apakah Ayah seperti ini ada kaitannya dengan ucapan Ibu saat lalu?"


"Apakah Ibu melakukan sesuatu yang buruk kepada Ayah?"


Tanya Daren masih tak melihat ke arah Ibunya, tetapi suaranya pelan dan Daren kelihatan sudah siap dengan segala jawaban yang akan keluar dari mulut Ibunya.


"Apa yang kau katakan? Ibu bahkan dikurung beberapa saat terakhir, Ayah mu begini mungkin karena dia sudah tua dan tetap memaksakan dirinya tetap bekerja!"


"Ini semua sudah takdir!"


Seru Julia dengan nada yang sedikit meninggi.


"Iya Bu, benar ... tidak mungkin Ibu mencelakai Ayah ..." balas Daren hingga terdengar suara pintu pasien yang tergeser.


Ketika itu Daren melihat Arabelle sudah sampai bersama suaminya, Noah Frost.


"Ayah ..." Arabelle melangkah dengan cepat, dia berlari ke sisi ranjang pasien dimana Ayahnya berbaring dengan bantuan oksigen.


Ada mesin berbunyi di sisi ayahnya, dimana mesin itu menunjukkan pergerakan nadi Jacob.


Arabelle melihat keadaan Ayahnya yang tadinya sangat bugar sekarang kelihatan pucat dan tak berdaya.


Arabelle meraih tangan ayahnya yang dingin lalu tanpa sadar bulir-bulir air mata membasahi pipinya.


"Padahal Ayah bilang mau mendengarkan cerita ku, kenapa Ayah tiba-tiba saja sakit begini ..."


"Tidak adil, bahkan sampai sekarang Ayah mencari-cari alasan untuk tidak mendengar aku!"


Seru Arabelle merasa sangat sedih.


Karena walau bagaimanapun, Jacob tetaplah ayahnya, walau dia diabaikan selama ini, Arabelle tidak bisa benar-benar membenci Ayahnya sendiri.


.


.


.


.


Author : Yuhu crazy up hari ini sudah dimulai. 😘❤️


Jangan lupa berikan like, komentar dan jika berkenan gift hehe ✌️❤️

__ADS_1


Terimakasih semuanya sudah mendukung akikah sampai sekarang, lope you poll sekebon jeruk 😘🍊


Masih ada dua episode lagi nyusul yaww ....


__ADS_2