My Hot And Sexy Wife

My Hot And Sexy Wife
Episode 54 : Mengapa mulut mu pedas sekali?


__ADS_3

Episode 54 : Mengapa mulut mu pedas sekali?


***


"Tuan Noah ... tolong bertanggung jawablah atas bayi kita, aku tahu ini memalukan tetapi saya tidak keberatan menjadi istri yang kedua, saya mohon, kasihan bayi kita ..."


Permohonan Vory dengan linangan air mata tersebar luas di seluruh televisi dan berbagai Chanel gosip, semuanya telah menjamur begitu cepat.


Semua karena image Vory yang terlihat begitu polos dan lugu, semuanya tak menyangka jika dia hamil anak dari Noah.


Seorang pengusahaan paling tersohor di negeri ini.


'Apakah dia sudah kehilangan kewarasannya? sama saja dia menghancurkan hati fans nya dengan mengaku telah mengkhianati ketulusan fans! sungguh ... aku tidak percaya mengapa orang-orang seperti dia harus terkenal!'


'Kasihan sekali, jika aku menjadi Vory juga akan bingung bagaimana menanggapi kehamilan itu, berjuanglah Vory! aku selalu berada di sisimu!'


'Bajingan, baik Vory maupun Noah pantas dihukum karena memberikan contoh yang buruk untuk anak muda yang hamil diluar nikah!'


'Vory, apakah kau harus kekayaan? mengapa mengaku sekarang ketika Noah sudah menikah? apakah kau suka menjadi pelakor?'


'Aku tidak bisa berkata-kata!'


Para warga net memberikan respon yang begitu cepat dan massive.


Tentu banyak yang menyalahkan Vory karena telah mengkhianati fans-nya tetapi tidak jarang dari mereka tetap mendukung Vory karena sudah hamil satu bulan.


.


.


Di perusahaan Frost,


Meeting sudah usai, yang tinggal di ruangan hanyalah Arabelle dan Noah Frost, ayahnya dan kakak laki-lakinya harus kembali ke perusahaan Joseph untuk melanjutkan pekerjaan mereka.


Sebelum ayah dan kakak laki-lakinya kembali, Jacob Joseph mengundang Arabelle dan suaminya makan malam di kediaman keluarga Joseph malam ini.


Dan keduanya setuju.


"Kau hebat sekali hari ini, benar-benar pandai memberikan saran dan menilai situasi!" Noah tak habis-habisnya memberikan pujian kepada Arabelle.


Bagaimana Noah juga sangat bangga kepada istrinya, dimana Arabelle bukanlah seseorang yang memang bisa diremehkan.


Arabelle tersenyum, sembari hendak memasukkan ponselnya ke dalam tas, dia hendak berterimakasih karena sudah diberikan kesempatan bersinar oleh suaminya.


"Tidak ... aku tidak lah sehebat itu, terimakasih untukmu sudah memberikan aku kesempatan berada di tempat ini sekarang, jika bukan karena mu mungkin aku akan tetap berada di kediaman ayahku dan terkurung, tidak bisa bebas dan melihat dunia luar secara leluasa ..."


Arabelle tersenyum begitu tulus dan murni, dia merasa kehidupannya sudah berubah drastis ketika ia menikah dengan Noah.


Mendengar itu Noah melangkah semakin dekat ke sisi istrinya, lalu ia membisik ke telinga Arabelle.


"Sayang ... sejak kapan aku menerima permintaan maaf melalui kata-kata?"

__ADS_1


"Kau harus berterimakasih melalui tindakan?"


Noah sama sekali tidak lepas dan luput dari tindakan nakal yang hendak ia lakukan.


Dia selalu saja mencari 1001 cara untuk melakukan kontak fisik dengan Arabelle.


Arabelle terdiam sebentar lalu dia merasa menyesal karena telah terpancing oleh kata-kata Noah.


Ya, tentu saja Noah memancing Arabelle untuk mengatakan kata terimakasih kepadanya, agar Noah bisa meminta ucapan terimakasih dalam bentuk lainnya.


"Haaah!"


Arabelle menghela nafasnya dalam-dalam, lalu ia menatap kearah suaminya dengan tatapan yang tegas.


"Apa yang kau mau? hadiah apa akan aku carikan!" seru Arabelle tidak akan membahas mengenai adegan panas bersama suaminya.


Bagaimanapun, apa yang dilakukan oleh Noah memiliki dampak yang begitu besar kepada kehidupannya, mungkin memang Arabelle wajib membalas dengan memberikan sesuatu.


"Hmmm, karena istriku yang pemarah ini sudah meminta ku mengatakan apa yang aku mau, maka akan aku katakan,"


"Bagaimana kalau kita menghabiskan malam bersama? melakukan olahraga panas sampai berkeringat! bukankah itu menyenangkan?"


"Lagian kita sudah menikah, seharusnya kita harus membuat anak ... bagaimana jika Ayah mertua menanyakan tentang cucu?"


"Apa yang harus aku jawab?"


Noah sungguh pandai sekali dalam tutur katanya, dia sudah duduk di atas meja dimana Arabelle berdiri di depan meja tengah mempersiapkan tas nya, yang tadinya Arabelle sudah hendak ingin pulang.


"Kau sudah tahu apa yang akan menjadi jawaban ku, dua mingguan lalu saja kau bersama kekasih mu, aku tidak mau bersama lelaki yang membagi tubuhnya kepada yang lain!"


Ketus Arabelle seperti nya berbicara terlalu berlebihan.


Tanpa sadar karena mereka menjawab semakin dekat, Arabelle terlalu bebas berbicara terhadap suaminya.


Sesaat Arabelle lupa jika suaminya ini adalah orang nomor satu di dekade ini, dan tak ada yang boleh membuatnya tersinggung.


Mendengar itu Noah terdiam, matanya menjadi tajam lalu dia meraih dagu istrinya dengan cepat mendekatkan wajah mereka.


Sehingga keduanya bersitatap begitu dekat sekarang ini.


"Aku benar-benar sudah bersabar, tetapi mengapa mulut mu pedas sekali?"


"Apakah kau suka hubungan dengan kata-kata kasar? aku mendengar ada beberapa orang suka hubungan seperti itu!"


"Yang jelas aku katakan padamu, ucapan ku yang mengatakan akan memberikan kesetiaan bukanlah kebohongan! aku selalu menjaga ucapanku!"


Ketus Noah sedang meredam amarahnya sekarang, dia sungguh tak mau melukai Arabelle, dia tidak mau menambahkan luka di hatinya lagi.


Tetapi Arabelle selalu saja memancing emosinya.


Arabelle yang menyadari suaminya marah sekarang menatap Noah dengan tatapan yang menggemaskan, terlihat seperti anak kucing yang tersesat.

__ADS_1


"Apakah kau marah? tapi yang aku ucapkan adalah kenyataan ..."


Arabelle terperanjat lagi karena selalu saja berbicara begitu jujur.


"Emmm ... maksud ku bukan itu ..."


Arabelle jadi gugup sendiri, dia tidak tahu bagaimana caranya meredakan amarah suaminya ini.


'Bagaimana ini, bagaimana ini? padahal baru saja hubungan kami membaik?'


'Apakah dia akan memukul aku? atau mengurung aku?'


'Ah, aku tidak tahu lagi!'


"Sssttt!"


Noah menutup mulut Arabelle menggunakan telunjuk jarinya.


Lalu Noah membisik begitu dekat sekali.


"Kau tadi bilang tidak mau bersama lelaki yang membagi tubuhnya bukan? apakah itu artinya kau mau tidur bersama ku, jika aku tidak tidur bersama wanita lain?"


"Heh!" Noah terkekeh nakal.


Sepertinya Noah sedang mengerjai Arabelle lagi sampai membuat Arabelle panik sekali.


"Kau selama ini menyelidiki aku kan? tentang kekasih gelap ku, maka selidiki lah aku selama satu bulan terakhir apakah aku tidur bersama wanita lain atau tidak ..."


"Jika tidak ... maka kau harus tidur denganku!"


'BRAVO! akhirnya kau berhasil menjebak nya Noah! HAHAHA! tidak ku sangka istriku sangat sangat menggemaskan ketika mereka bersalah!'


'Aku sama sekali tidak bersama wanita lain ketika menikah dengan istriku jadi dia kalah telak dan dia akan tidur denganku!'


'Astaga! aku tidak menyangka untuk tidur bersama istri saja sebegini sulitnya!'


Noah berkumandang dalam hatinya, bagaimana ia berhasil menjebak Arabelle dengan kata-katanya.


.


.


.


.


Author : Waduh, padahal si Noah hampir berhasil nih menaklukkan Arabelle, malah ada si Vory!


Tapi tenang aja guys, Arabelle bukan wanita lemah kok, pelakor tidak ada apa-apanya baginya, apalagi di novel ku pelakor itu tidak akan pernah menang.


Hohoho 😘

__ADS_1


Diikuti terus yaa, 2 episode lagi nyusul ...


__ADS_2