
Episode 46 : Makan sederhana bersama istri.
***
Arabelle sudah tidak tahan lagi, dia merasa tindakan Noah yang menginginkan tubuhnya adalah bentuk penghinaan baginya.
Dimana Arabelle sadar jika Noah pasti hanya penasaran diawal saja.
Noah tersadar lagi dan lagi dari tindakan nya yang ditangkap oleh Arabelle sebagai tindakan yang tidak menghargai.
Noah terdiam sejenak, lalu dia melepaskan tangan dari pinggang istrinya.
"Aku sama sekali tidak berniat untuk melukai harga diri mu!"
"Aku melakukan apa yang hatiku ingin lakukan, aku belum pernah melakukan hal ini sebelumnya kepada siapapun!"
"Kenapa kau begitu marah?"
Noah tertunduk lesu, dengan pipi dan daun telinga yang masih memerah dia mencoba mendapatkan penjelasan dari Arabelle.
Arabelle yang mendengar jawaban itu segera menghela nafasnya dalam-dalam.
Terkadang Noah bersikap seperti anak kecil yang baru jatuh cinta, namun dari tindakannya dia terlihat begitu nakal dan berani.
Sungguh dua hal yang amat berbeda namun berada dalam satu individu.
Arabelle segera mengedipkan matanya berkali-kali agar air mata yang tadi tergenang tidak keluar jatuh ke pipi.
Lalu setelah itu Arabelle menghela nafasnya dalam-dalam.
"Haaah!"
"Tolong lepaskan aku, aku sungguh tidak suka diperlakukan seperti ini, hargai aku sebagai wanita terhormat, jangan menyamakan aku dengan para simpanan mu ..." balas Arabelle lagi.
__ADS_1
Namun kali ini nada suaranya tidak tinggi lagi, dia hendak berdiri dan pergi ke kursi yang ada di hadapan Noah.
Agar mereka bisa makan tanpa saling mengganggu.
Noah yang sadar Arabelle akan pergi dari sisinya kembali menarik tangan istrinya dan membuatnya duduk di pangkuannya.
Arabelle yang memang memiliki self defense tinggi hendak melepas diri lagi.
Namun Noah segera menahan.
"Ssst ..."
"Sebelum marah marah lagi aku mau mengatakan aku tidak akan melakukan hal yang berlebihan!"
"Duduk disini saja bersama ku, aku ingin makan disuapi oleh mu!"
"Mungkin ini terdengar lucu bagimu, tetapi ini adalah kali pertama aku makan bersama keluarga, dan itu adalah istriku sendiri!"
Noah berbicara semangat memeluk istrinya erat lagi.
Arabelle memejamkan matanya kesal namun juga mengerti apa yang dikatakan oleh Noah.
Sejak dulu, Noah haus akan kasih sayang, akan tetapi karena kesibukan kedua orangtuanya, Noah sangat jarang makan di meja makan bersama kedua orangtuanya.
Mungkin bagi Noah, menikmati waktu sederhana seperti ini adalah apa yang sebenarnya ia inginkan.
'Jika aku menolak dan terus pergi dia akan semakin menghabisi ku!'
'Apa boleh buat,'
Gerutu Arabelle namun ada garis senyuman di wajahnya tanpa ia sadari, ketika Noah menganggapnya bagian dari keluarga ialah istrinya, entah mengapa membuat Arabelle merasa hangat.
Dia merasa, ada seseorang yang menerima keberadaannya.
__ADS_1
"Ya sudah akan aku lakukan, tapi berjanjilah tidak akan melakukan hal berlebihan ..." seru Arabelle lagi langsing tenang hanya karena dianggap sebagai salah satu bagian dari keluarga.
Noah menganggukkan antusias, matanya berbinar dan senyumannya langsung merekah.
Aneh sekali memang, Noah selalu saja ingin bersentuhan dengan istrinya, ingin dimanja dan diperhatikan.
Seolah segala hal yang diinginkan oleh Noah ada dalam diri istrinya ini.
"Aku berjanji, aku lapar sekali ... berikan suami mu ini makanan!" seru Noah dengan gaya sok tegas namun tersenyum.
Dia tengah menghibur Arabelle yang tadi marah, dengan gayanya yang sekarang.
"Baiklah ... baiklah," balas Arabelle melakukan seperti yang dipinta oleh suaminya.
*Nyam*
Noah memakan masakan istrinya dengan sangat bersemangat, namun ia segera menghentikan kunyahan nya tepat setelah makanan sampai di dalam mulut.
Noah menelan salivanya gugup, apalagi mereka tengah bersipandangan.
Arabelle sangat penasaran dengan rasa makanan yang ia buat untuk makan malam mereka.
"Bagaimana rasanya?" tanya Arabelle gugup sekali.
Seolah di tengah berada di ajang perlombaan memasak dan sekarang Noah menilai makanan yang ia masak.
.
.
.
.
__ADS_1
Author ; Menurut kalian masakan Arabelle enak ga nih? komen di bawah yaa 🤣