
Episode 36 : Arabelle bertemu teman lama?
***
Masih di acara penobatan Daren,
Beberapa tamu segera membuat kelompok, mereka berbincang mengenai hal-hal berat seperti bisnis.
Dan di sekitar Noah begitu banyak pebisnis-pebisnis yang sangat ingin dekat dengan Arabelle.
Noah suka disanjung, dia semakin membanggakan dirinya dan benar-benar meraih spot utama dari Daren.
Noah tersenyum tajam kearah Daren yang sudah kesal tak tertahankan yang jaraknya tidak jauh darinya.
Tamu wanita di acara ini sangat jarang, ada pun mereka langsung kembali ke tempat mereka masing-masing.
Jadi Arabelle hanya berdiri di sisi suaminya yang sejak tadi membuat nya pusing karena membanggakan dirinya sendiri.
"Tuan Noah, anda ternyata lebih hebat dari dugaan ku!"
"Anda bahkan memenangkan kompetisi pebisnis yang di adakan setiap dekade!"
"Saya pribadi sangat salut, seandainya kita bisa mempertahankan hubungan baik di antara kita ..."
Banyak orang menyanjung Noah, membuat Noah bahagia dan tersenyum angkuh.
"Tentu saja, aku bisa mendapatkan apa yang aku mau, orang yang spesial memang berbeda! ha ha ha!" balas Noah begitu percaya diri.
__ADS_1
Namun ucapannya disambut baik, karena memang Noah adalah orang istimewa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.
Arabelle yang sudah lelah dengan ucapan suaminya hendak mencari tempat duduk, dia ingin duduk dan menunggu suaminya selesai berbicara.
Tetapi saat ia hendak duduk, dia bertemu dengan Josh Boston.
"Ini minuman untuk mu Lady ..." Josh tersenyum ramah, berbeda dari tatapannya terhadap orang lain, terhadap Arabelle dia terlihat begitu ramah dan sopan.
Josh memberikan minuman non alkohol kepada Arabelle yang kelihatan bosan dan lelah dengan acara ini.
Mata Arabelle melebar dan dia tersenyum lebar, dia bersemangat sekali ketika melihat Josh berada di tempat ini.
"Josh? anda Josh Boston bukan? yang dulu menjadi pengajar bisinis untuk saya dan Kak Daren?"
Arabelle segera mengenali gurunya itu, saat itu Arabelle dan Daren masih remaja, namun Boston sudah menjadi guru mereka ketika Boston tengah berkuliah dan menjadi pebisnis termuda saat itu.
"Tentu Lady, anda masih mengingat saya ... saya sangat tersanjung ..." balas Josh tersendiri ramah.
Dia terlihat bangga dengan Arabelle, ketika melihat Arabelle sudah tumbuh menjadi wanita cantik yang cerah.
"Tentu saja Tuan Josh, saya masih mengingat anda, berkat anda, saya jadi tahu banyak hal tentang bisnis ..." balas Arabelle tersenyum lepas dan bahagia sekali.
Rasanya seperti bertemu teman lama, walau jarak usia mereka terpaut 12 tahun tetapi Josh terlihat tampan dan dewasa dengan wajahnya yang maskulin.
"Saya tersanjung Lady, saya ke sini ingin memberikan permintaan maaf karena saat pernikahan anda, saya tidak bisa hadir karena tidak mendapatkan undangan, jadi saya ingin menyampaikan selamat kepada Lady atas pernikahan anda ..."
Josh terlihat sangat sopan, dia selalu memanggil Arabelle dengan sebutan Lady, dimana hal itu terdengar begitu sopan dan indah di telinga.
__ADS_1
"Terimakasih Tuan Josh, maafkan saya tidak mengundang anda, karena pernikahan itu memang pernikahan yang tertutup ..."
*Ketika Arabelle dan Josh berbicara santai*
Noah mencari keberadaan istrinya, walau ia berbincang dengan banyak pebisnis namun dia datang ke tempat ini adalah untuk bertemu istrinya.
Sampai ketika matanya melihat kedekatan antara Arabelle dengan seorang lelaki yang memang ia kenal karena mereka sama-sama pebisnis.
"Josh ... berani nya kau menggoda istriku! bahkan membuatnya tersenyum seperti itu!" geram Noah langsung menghentikan pembicaraan nya dengan yang lain dan melangkah tepat ke arah Arabelle dan Josh Boston.
Noah tidak terima dengan fakta bagaimana Arabelle benar-benar bisa berbicara dengan santai dengan Josh, padahal dengannya Arabelle berbicara begitu formal dan kaku.
Langkah kaki Noah begitu jenjang dan cepat, sehingga Noah sampai begitu cepat di tempat Arabelle dan Josh Boston.
"Tak!"
Noah langsung duduk di sisi Arabelle dan menggenggam tangannya yang hendak meminum minuman yang diberikan oleh Josh Boston.
"Istriku, tidak ku sangka kau mendapatkan teman baru secepat ini dan bahkan bercanda ria dengan meninggalkan suami mu di sana!" ketus Noah mencium bau minuman tersebut terlebih dahulu.
Memastikan tidak ada obat keras dalam minuman, dan segera mencicipinya.
.
.
.
__ADS_1
.