
Episode 86 : Kau harus menerima hukuman dariku.
***
Waktu akhirnya berlalu setelah memeriksa lebih detail mengenai keuangan, akhirnya Arabelle menemukan kejanggalan yang membuat nya curiga ketika membaca big data yang dikirimkan kepadanya.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Arabelle segera menghubungi Finn, yang sekarang merangkap membantunya juga selama suaminya tidak berada di kantor pusat perusahaan Frost.
"Halo Finn, tolong panggil kepala pengurus pembangunan pabrik ini secara langsung ke hadapan ku esok siang ya ..." perintah Arabelle terhadap Finn.
"Baik Nyonya ..."
Finn segera menyanggupi permintaan dari Arabelle yang saat ini menjadi atasan nomor dua nya.
Arabelle sudah menyelesaikan memeriksa beberapa hal, juga beberapa pekerjaan yang memang mengangkut proyek energi terbarukan yang sudah disepakati.
"Sudah sore, sebaiknya aku pulang ..." Arabelle meregangkan tangannya, melihat langit menjadi jingga.
Dia memutar kursinya dan melihat pemandangan di belakangnya, disana ia melihat lagi matahari terbenam yang menjadi salah satu pemandangan favorit nya juga.
Arabelle benar-benar merasakan perubahan hidup yang siginifikan ketika ia menikah dengan Noah dan Arabelle sangat bersyukur untuk itu.
Dia menaikkan tangannya dan melihat cincin pemberian suaminya melekat di jari manisnya.
"Indah sekali, sebaiknya aku harus memikirkan hadiah untuknya juga, aku sudah menerima banyak hal ..." seru Arabelle segera bangkit dan hendak bergegas untuk kembali pulang.
.
.
Di saat yang bersamaan,
Jacob Joseph baru saja kembali dari meeting besar yang membicarakan mengenai saham dan laporan laba rugi perusahaan.
Dia sudah terlalu sibuk di usianya yang sudah cukup tua, dimana Daren belum bisa ia andalkan sama sekali.
Ketika ia pulang dia keheranan melihat adanya tamu yang tiba-tiba saja datang mengunjungi dirinya.
"Tuan Jacob, apa kabar mu ... maafkan saya tidak memberikan kabar sebelum kedatangan saya ke kediaman anda,"
"Kebetulan saya memiliki perjalanan bisnis ke negara ini jadi segera berkunjung ke kediaman mu,"
Julio Liu, saudara laki-laki dari Julia Liu adalah tamu yang datang mengunjungi dirinya.
Julio Liu segera menghampiri Jacob yang kelelahan seharian bekerja di perusahaan nya, Julio dengan senyumannya yang terlihat begitu ramah segera menyalami uluran tangan Julio.
"Selamat datang Tuan Julio ..." Jacob menyambut lelaki paruh baya itu dengan tangan terbuka.
Mungkin memang istrinya melakukan kesalahan tetapi Julio sama sekali tidak memiliki salah apapun, tidaklah bijaksana bagi Jacob untuk mencampur adukkan hubungan rumah tangganya dengan hubungan persaudaraan nya dengan Julio.
__ADS_1
Keduanya segera duduk di ruang tamu, dimana Jacob belum sempat istirahat sama sekali, dia masih harus segera menemani Julio dengan segala basa basi nya mengenai perkembangan bisnis di luar negeri.
Ya, Julio menjalankan bisnis casino dan hiburan malam di negara tempatnya berasal, dan Julio terbilang sangat sukses dengan bisnis nya tersebut.
"Saya membawakan teh herbal yang sangat bagus untuk stamina dan kesehatan lambung, saya lihat anda kelelahan sekali, jadi saya khusus membawakan teh langka ini untuk anda ..."
Julio segera memberikan oleh-oleh nya yang ia bawa dari negeri tirai bambu yang sudah diseduh dan disediakan untuk Jacob Joseph.
Jacob melihat teh itu dan melihat bagaimana Julio juga menyediakan satu untuknya.
"Kebetulan sekali saya juga sedang lelah, anda tahu saja apa yang saya butuhkan ..." balas Jacob meminum teh ia dan perbincangan antara Jacob dan Julio pun segera dilanjutkan kembali.
.
.
Di kediaman Noah Frost,
Arabelle sudah membersihkan dirinya, dia harus dalam keadaan fit dan bugar untuk perjamuan minum teh yang diadakan pagi hari oleh perkumpulan para istri bangsawan di kediaman keluarga Frost.
"Jika aku berhasil mengambil hati Ibu mertua, maka aku akan bisa menghancurkan Ibu dengan cepat, hanya tinggal sebentar lagi, aku harus melakukan nya dengan perlahan!"
Seru Arabelle tetap melanjutkan rencananya, dia tidak ingin terburu-buru yang mungkin akan menjadi Boomerang nantinya.
Arabelle menunggu posisinya harus benar-benar kokoh dulu, lalu ia bisa menghancurkan Julia sampai ke akarnya.
Ketika Arabelle tengah mengeringkan rambut dan memakai skin care untuk menjaga kesehatan kulit nya, ada panggilan tiba-tiba masuk ke telepon genggam Arabelle.
"Tring ... Tring ... Tring!"
"Astaga ..." serunya segera mengusap dadanya.
Arabelle tak menunggu lama langsung mengangkat ponselnya yang ia letak tadi di atas meja dekat ranjang.
Ketika ia melangkah sudah satu panggilan terlewatkan.
.
.
Mata Arabelle melebar ketika melihat jika orang yang memanggilnya adalah suaminya.
"Astaga ..."
Seru Arabelle panik dan mengingat ancaman suaminya yang akan menghukum nya jika melewatkan panggilan darinya.
"Tring ... Tring ... Tring!"
Panggilan dari suaminya datang lagi, kali ini adalah panggilan video, hal itu membuat Arabelle tak berpikir panjang langsung menjawab.
"Halo?"
__ADS_1
"HALO? KENAPA MELEWATKAN SATU PANGGILAN DARIKU?!"
"Apakah kau sama sekali tidak ingat janji mu!"
Seperti yang di duga oleh Arabelle, Noah benar-benar marah sekali sekarang.
Dan wajah Noah kelihatan tengah bersiap-siap untuk menghadiri meeting yang akan di adakan di salah satu yang perusahaan nya yang ada di luar negeri.
Karena perbedaan waktu, sekarang di tempat Noah masih pagi, sedangkan di tempat Arabelle sudah malam.
"Maafkan aku, tadi setelah pulang kantor aku meletakkan ponsel di atas meja dekat ranjang, lalu setelah itu aku mandi dan mengeringkan rambut,"
"Melangkah dari meja rias ke sini membutuhkan waktu jadi aku melewatkan satu panggilan darimu, tetapi hal itu bukan karena aku sengaja ..."
Arabelle segera memberikan alasan paling jelas dan penuh kejujuran, Arabelle tentu tak ingin menerima hukuman dari suaminya.
Karena entah mengapa Arabelle merasa hukum itu pastilah berhubungan dengan hal nakal yang mereka lakukan satu minggu lalu.
"Ho? mandi? ah ... seharusnya aku memanggil mu saat mandi saja tadi, kenapa aku tidak memanggil mu sejak tadi!"
Noah malah mengomel sendiri, merasa waktunya tidak tepat dia memanggil istrinya, harusnya ia memanggil istrinya ketika Arabelle mandi agar dia bisa melihat hal yang ia rindukan di tubuh istrinya.
'Heh! sudah ku duga, lelaki ini sangat mesum! dia bahkan masih sempat memikirkan itu!'
Gerutu Arabelle geleng-geleng melihat sikap suaminya yang benar-benar sangat nakal dan mesum disaat yang bersama.
"Ah tidak ... tidak!"
Noah segera menggelengkan kepalanya, baru saja ia membayangkan bagaimana ia akan menghabisi istrinya nanti.
"Aku masih marah, fakta bahwa kau melanggar janji mu itu nyata! entah alasan apapun itu aku tidak terima!"
"Kau akan menerima hukuman dariku! ho ho ho!"
Noah sama sekali tidak memberikan kesempatan untuk Arabelle bebas, Noah merasa ini adalah kesempatan emas untuk membuat Arabelle malu dan memperlihatkan wajahnya yang menggemaskan.
.
.
.
.
Author : Yuhu crazy up hari ini sudah dimulai. 😘❤️
Jangan lupa berikan like, komentar dan jika berkenan gift hehe ✌️❤️
Terimakasih semuanya sudah mendukung akikah sampai sekarang, lope you poll sekebon jeruk 😘🍊
Masih ada dua episode lagi nyusul yaww ....
__ADS_1