
Episode 65 : Aku akan terus berjuang mengejar hati Istri!
***
"Haaah!"
Arabelle menghela nafasnya dalam-dalam, dia menyandarkan tubuhnya di kursi mobil dengan nyaman.
"Ah ... hari ini benar-benar melelahkan." ucapnya pelan sembari memejamkan matanya perlahan.
Hari sungguh bagaimana rollercoaster bagi Arabelle, pagi tadi dia baru saja menapaki babak baru kehidupannya menjadi salah satu pemimpin untuk proyek baru yang dikelola oleh suaminya.
Setelah itu ke butik dan melakukan sandiwara di depan wartawan, kemudian makan malam dramatis dengan keluarganya.
Sudah lama sekali Arabelle tidak menjalani kehidupan yang begitu dramatis dan mendebarkan seperti ini.
Tanpa sadar karena terlalu lelah, dia malah tertidur pulas di mobil suaminya.
Noah sejak tadi bercerita banyak hal mengenai bagaimana Arabelle harus memikirkan dengan keras nama panggilan sayang untuknya.
"Sayang ... kau harus memikirkan dengan sungguh-sungguh nama panggilan sayang untukku ..."
"Sayang?"
"Hei ..."
Noah mencoba memanggil Arabelle namun tak ada sahutan, Noah akhirnya menyadari jika Arabelle terlelap begitu saja ketika sudah bersandar di kursi mobilnya.
"Hmmm, bahkan kau berani mengabaikan aku, tetapi semakin kau begitu aku malah semakin ingin mengejar mu ... ah, hatiku berdebar-debar hanya membayangkan bagaimana ketika kau mulai menerima aku!"
"Aku akan terus berjuang mengejar hati Istri!"
Seru Noah menyemangati dirinya sendiri.
.
.
.
Di kediaman Jacob Joseph,
Ketika Noah dan Arabelle sudah pergi, Jacob tengah murka dengan sangat kepada istrinya, Julia Liu.
"KAU TERNYATA MANUSIA YANG SANGAT KEJAM!" geram Jacob sembari memukul meja dengan tangannya.
Membuat semua orang terdiam dan tak berani berkutik, disaat yang sama Vory juga tak bisa kemana-mana karena terlalu takut untuk bergerak.
"Suamiku, kau harus mendengarkan penjelasan ku dulu ... aku tidak melakukannya karena benci kepada Arabelle, aku memiliki alasan yang ..."
__ADS_1
Belum selesai Julia melanjutkan ucapannya, Jacob yang sudah terpercaya selama ini langsung menghentikan ucapan Julia.
"DIAM! Aku tak akan lagi mempercayai satu patah katapun darimu, aku akan mencari tahu lagi apa saja yang sudah kau lakukan kepada Arabelle ..."
"Dan sebagai hukuman mu, semua aset yang aku buatkan atas nama mu akan aku cabut, kartu kredit dan semua uang yang kau gunakan untuk melakukan segala yang kau mau bahkan membayar gadis sana menjebaknya pernikahan Noah dan Arabelle akan di nonaktifkan!"
"Kau harus merasakan bagaimana rasanya menjadi Arabelle dulu ..."
"Kau juga dilarang keluar dan menghadiri pertemuan wanita-wanita sosialita teman-teman mu itu!"
Jacob tidak segan-segan dalam hukuman yang ia berikan kepada Julia.
Julia harus introspeksi diri dan melihat kesalahannya sendiri.
Jacob akan menarik semua kemewahan yang dimiliki oleh Julia dan membuat Julia tak bisa berbuat apa-apa.
"APA? TIDAK MAU!"
"Dengarkan aku suamiku, aku tidak melakukan hal buruk kepada Arabelle, percaya lah kepadaku!"
"Ku mohon, aku tidak mau kartu kredit ku di nonaktifkan, aku juga memiliki banyak agenda yang harus aku hadiri ..."
Julia merasa hukuman yang diberikan olah suaminya terlalu berlebihan dan benar-benar akan membuatnya menderita nantinya.
"Ayah ... tolonglah, pasti Ibu memiliki alasan melakukan itu semua ..."
Daren yang melihat Ibunya kesulitan tentu saja ikut memohon kepada Ayahnya untuk memberikan keringanan hukuman terhadap ibunya.
Apakah Daren tahu jika Arabelle disiksa oleh Julia.
Mendengar itu Daren segera terperanjat.
Daren memang mengetahui hal itu, bahkan selama ini Daren menganggap remeh Arabelle karena Arabelle pendiam dan tidak akan melawan jika diberikan hukuman.
Tetapi ternyata Daren salah, selama ini Arabelle sepertinya hanya menunggu waktu yang tepat untuk membalas mereka semua.
Jacob yang melihat gerak gerik putranya segera berdiri dengan wajah yang semakin murka.
"Daren, jika kau berani membantu Ibumu maka aku tidak akan segan-segan menurunkan jabatan mu, walah kau adalah keturunan laki-laki dariku satu-satunya, tetapi aku tidak akan lagi menutup kemungkinan jika Arabelle Mungkin akan bisa menyingkirkan mu dari posisi itu!"
"Mulai detik ini, Arabelle memiliki kesempatan untuk menumbangkan mu! jadi jangan sekali-kali mengecewakan aku!"
Seru Jacob merasa kepalanya begitu pusing sekarang, dia sama sekali tidak tahu jika putrinya selama ini ternyata menderita.
Rasa bersalahnya namun juga rasa sakit berpadu di hatinya.
Daren dan Julia yang mendengar itu seolah tak percaya apa yang mereka dengar, keduanya syok dan mematung sejenak.
"Ayah? apa yang Ayah katakan? Arabelle bisa menggantikan aku jadi pewaris sah? tidak mungkin! Aku lelaki satu-satunya di rumah ini, dan Arabelle itu adalah wanita, wanita tidak seharusnya menjadi pewaris sah!"
__ADS_1
"Ayah! dengar aku!"
Daren berteriak dan tak terima dengan keputusan ayahnya barusan.
Kebencian Daren yang terpupuk sejak awal terhadap Arabelle dan Noah membuatnya begitu marah dan sekarang kemarahannya tengah meledak.
"Iya! bagaimana mungkin Arabelle bisa menggantikan putraku, apakah kau lupa Arabelle itu anak siapa?"
"Dia anak dari ..." belum selesai Julia menyelesaikan ucapannya yang juga ikut terbawa emosi.
Jacob langsung melempar vas bunga yang ada di atas meja.
"DIAM! JULIA DIAM!"
"Aku sudah katakan jangan mengungkit itu! Arabelle adalah putriku dan itu tidak akan terbantahkan, dan kau jangan melewati batas!"
"Jangan membuatku menghabisi kalian berdua disini sekarang juga! apa kau mengerti?"
Geram Jacob tak bisa menahan amarahnya lagi, dia bahkan melempar vas bunga sampai kaki Julia tergores dan berdarah.
Tetapi rasa sakit yang ditimbulkan oleh pecahan vas bunga itu tidak ada apa-apanya dibandingkan ketakutan yang ia rasakan sekarang.
Julia kembali melihat sisi monster dari suaminya ini, bagaimana jika Julia hendak membahas mengenai Ibu kandung Arabelle maka Jacob akan kelihatan seperti orang yang kehilangan dirinya.
Entah apa yang terjadi di masa lalu namun semuanya pastilah menggoreskan luka yang teramat sangat di hati Jacob.
"Ibu ... apa kau tidak apa-apa?"
Daren yang juga takut segera kalang kabut hendak memanggil dokter pribadi keluarga Joseph ke rumah ini sekarang.
Jacob mencengkeram tangannya begitu kuat.
Tetapi kemarahan Jacob benar-benar sudah diambang batas, dia sudah muak melihat Julia dan Daren dan dia memutuskan untuk kembali ke ruangannya.
Tetapi sebelum pergi ...
"Pecat kepala pelayan ini dan buat dia menyesal atas perlakuan tidak sopan nya kepada putriku!"
"Dan gadis yang disana ..." menyebut Vory
"Usir dia dari sini, Noah pasti sudah memberikan hukuman setimpal, dan aku tidak ingin mengotori tanganku untuk orang seperti itu!"
Perintah Jacob mulai hari ini akan mengatur keluarga nya lebih disiplin lagi dan tidak akan melewatkan satu fakta tersembunyi pun mengenai putrinya.
.
.
.
__ADS_1
.
Author : Jika ada typo tolong di komentari saja ya, agar langsung aku perbaiki, maapkeun juga jika semisal masih banyak typo, aku ngetik ngebut soalnya, kejat target crazy up 🥺