
Episode 61 : Kekacauan di saat makan malam.
***
Mata Arabelle menjelajahi aula luas yang menjadi tempat makan mereka, begitu mewah dihiasi sedemikian rupa.
Tak disangka kehidupan Arabelle berubah begitu drastis ketika ia menikah dengan Noah.
Dulu jika ada perjamuan, Arabelle akan dikurung di dalam kamarnya, tidak diberikan kebebasan untuk melakukan apa yang ia mau.
Namun sekarang dia menjadi tamu di kediamannya sendiri, kediaman yang sudah seperti neraka baginya.
Di depan kediamannya, tepat dimana para pelayan menundukkan kepala serempak, Arabelle juga melihat beberapa pelayan yang saat dulu khusus memberikan dirinya hukuman.
Hukuman yang tidak sepantasnya ia terima ketika ia kecil sampai remaja.
'Aku sudah terdiam begitu lama, menunggu pernikahan ku dengan Noah dan memperkuat posisiku!'
'Aku tahu kau memiliki banyak rencana busuk Julia, tetapi saat ini adalah saat untukku membalas mu secara perlahan-lahan!'
Arabelle makan dengan anggun, dia terus saja memerhatikan Julia Liu yang seolah tidak tertekan dengan kehadirannya.
Julia merasa segalanya bermain dibawah rencananya.
"Sayang ... tunggu sebentar!"
Berbeda dengan Arabelle, Noah selalu saja memerhatikan istrinya, lalu ketika melihat di wadah istrinya ada hidangan udang kecil, dimana Arabelle memiliki alergi ketika memakan udang.
Noah menghentikan tangan Arabelle dengan cara menggenggam pergelangan tangan istrinya.
"SIAPA YANG MENYIAPKAN HIDANGAN MALAM INI?!"
Noah menjadi sangat murka ketika melihat udang kecil yang berada di wadah istrinya.
Mata Arabelle melebar ketika menyadari itu, dia memerhatikan nya dengan jeli dan ternyata diantara steak yang tengah ia nikmati ada udang kecil yang sepertinya sengaja diselipkan diantara saos steak.
Jika tidak jeli dalam memerhatikan makanan maka udang itu tak akan terlihat.
Arabelle terdiam, dia meletakkan garpu dan pisau makan.
Wajahnya menjadi suram dan dia teringat kembali dengan kenangan pahit.
Bagaimana dulu dia selalu saja diberikan makan udang jika dihukum, rasa gatal di tubuhnya dulu masih bisa dirasakan oleh Arabelle sekarang.
'Bahkan ingin menjebak aku sampai sebegini nya! sangat menyedihkan!'
Geram Arabelle dengan anggun mengambil sapu tangan dan mengusap pinggiran bibirnya, yang artinya dia telah selesai makan.
Ketika Noah murka dan tidak terima istrinya diperlakukan dengan tidak hormat, Arabelle meraih tangan suaminya dan memintanya untuk tenang sebentar.
__ADS_1
"Tenanglah sebentar, aku tidak apa-apa, aku belum memakan udang nya sama sekali, salah ku juga tidak jeli dalam memakan hidangan ku."
Balas Arabelle bersedih dan hampir menangis.
Mata Noah menyipit setelah melihat reaksi istrinya.
Arabelle tidak pernah menangis hanya karena hal seperti ini tetapi sekarang Arabelle sudah akan menitikkan air matanya.
Noah belum menyadari jika semua ini hanyalah sandiwara untuk menarik perhatian ayahnya dan memojokkan ibunya.
Noah tentu saja panik, setelah menikah yang menjadi prioritas utamanya adalah istrinya, melihat istrinya yang pemarah dan sulit menangis sekarang menangis karena udang membuat Noah benar-benar marah.
"Udang brengsek beraninya kau membuat istriku menangis!"
Noah benar-benar mengatakan itu di hadapan semua orang membuat Arabelle yang tengah bersandiwara hampir saja tertawa dengan ke randoman ucapan Noah yang entah mengapa terasa sangat lucu.
*Brak*
Jacob yang melihat semua pemandangan itu langsung memukul meja dengan sangat kuat membuat semua orang terkejut, tetapi tidak dengan Noah yang lebih khawatir kepada istrinya.
"Panggil kepala pelayan ke sini!"
Teriak Jacob tidak akan memberikan kelonggaran kepada siapapun yang dengan sengaja menaruh udang di wadah steak putrinya.
"Ya ... Ya Tuan?"
Rasanya tubuh kepala pelayan itu sudah dingin dan rasa takutnya sudah menjalar dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Kepala pelayan itu melirik ke arah Julia dengan wajah khawatir, seolah meminta permintaan tolong.
Bagaimanapun, tentu saja Julia adalah yang memberikannya perintah itu.
Namun Julia terlihat tenang dan seolah tak perduli, yang artinya Julia akan mengkambinghitamkan dirinya menjadi tersangka utama.
Kepala kepala pelayan itu benar-benar berada di tengah krisis hidupnya.
"Kenapa ada udang di wadah makanan Arabelle? apakah kau sengaja? bagaimana mungkin ada udang di dalam steak!"
"KATAKAN KEPADAKU DENGAN SEJUJUR-JUJURNYA! KALAU TIDAK AKU AKAN MEMBUAT MU MENYESAL!"
Sama seperti Noah, bagi Jacob ini juga sudah keterlaluan, mengetahui tuan rumah alergi terhadap suatu makanan tetapi dengan sengaja menghidangkan makanan itu.
Tubuh kepala pelayan itu bergetar hebat, dia melirik ke arah Arabelle yang menangis tersedu-sedu, disaat yang sama di sisi Arabelle juga ada monster yang siap menghabisinya juga ialah Noah.
Yang sudah menatap dirinya layaknya akan menghabisinya setelah ucapan yang keluar dari mulutnya.
Merasa tersudutkan oleh dua penguasa ini, kepala pelayan itu tidak bisa apa-apa lagi.
Dia segenap tersungkur dan menangis, dia memohon ampun kepada Jacob.
__ADS_1
"Maafkan saya Tuan, saya hanya menuruti perintah saja, saya meminta maaf ..." Kepala pelayan itu dengan berani mengatakan jika dia telah diperintahkan oleh seseorang.
Bagaimana pun, menurut nya lebih baik dia mati di tangan satu orang dibandingkan mati di tangan Jacob atau Noah.
Semuanya sama saja jadi lebih baik dia menyeret Julia saja bersamanya.
"Uhuk!"
Ketika itu Julia terbatuk, dia menatap kepala itu dengan tatapan yang sangat menyeramkan dan mengerikan.
"Siapa yang menyuruh mu! KATAKAN! SIAPA DI RUMAH INI YANG MEMINTA MU MELAKUKAN ITU!"
Jacob sudah tak bisa lagi menahan kesabarannya, menurutnya seharusnya makan malam mereka tenang namun kali ini begitu kacau karena ada pihak yang meremehkan Arabelle di kediamannya sendiri.
Dengan menangis dan bergetar hebat, dia akhirnya mengaku.
"Saya di perintah oleh Nyonya Julia, Tuan ... Mohon ampuni saya ..." Dia mengaku pada akhirnya.
Membuat Julia syok, bagaimana mungkin kepala pelayan yang seharusnya takut kepadanya malah dengan berani mengakui seperti itu.
Julia benar-benar tidak menyadari pengaruh Noah di sisi Arabelle, jika ada Noah di sisi Arabelle maka tentu saja semua orang akan lebih takut kepada Noah bukan dirinya.
Mata Jacob melebar dan wajahnya memerah karena murka mengetahui ternyata dalam dibalik semua ini adalah Julia.
"KAU!" geram Jacob mencengkeram tangannya begitu kuat.
Tetapi ini masih permulaan ... masih banyak kejutan lainnya.
"Apa kau bilang?" teriak Julia menunjuk-nunjuk kepala pelayan itu dengan tangannya.
"Dia berbohong! aku tidak pernah memerintahkan demikian!" seru Julia berpura-pura lemah dan tersungkur di lantai.
Benar-benar dramatis tetapi Arabelle sudah mempersiapkan segalanya.
"Ibu ..." Daren yang melihat Ibunya tersungkur dan terlihat lemah segera meraih ibunya dan mencoba membantu Ibunya berdiri.
"Ayah! tidak mungkin Ibu melakukan hal itu, bagaimana mungkin Ibu melakukan hal keji itu kepada putrinya sendiri ..." Seru Daren benar-benar naif.
.
.
.
Author : Jangan lupa berikan like, komen dan jika berkenan gift ya hehe..
Terus dukung akikah ya guys, luph you sekebon jeruk.
Dua episode lagi nyusul 😍😘
__ADS_1