
Episode 106 : Jatuh cinta itu tentang hal sederhana.
***
Masih di kantor Noah,
"Sa ... sayang, apakah kau sedang menggoda ku?"
Noah memeluk Arabelle lebih erat lagi ketika Arabelle dengan suka rela memeluknya begitu saja.
"Ha?"
"Menggoda?"
Seru Arabelle kebingungan dengan dahi mengernyit, dia heran dengan ucapan suaminya ini.
Lalu ada sesuatu yang mengeras di bawah sana yang membuat Arabelle melebarkan matanya dan mencoba mendorong suaminya.
"Kau?" seru Arabelle syok.
Bagaimana mungkin suaminya merasakan itu ketika dalam suasana genting seperti sekarang ini.
Tetapi ketika Arabelle hendak mendorong suaminya, Noah malah memeluk istrinya semakin erat, membuat Arabelle sungguh tak bisa melepaskan dirinya sama sekali.
"Sayang ... panggil aku dengan suamiku,"
"Aku tidak akan melakukan nya, walau baru saja pikiran ku merajalela dan memang aku sangat menginginkan mu, tetapi aku akan menahan diriku sampai urusan mu selesai ..."
"Untuk sekarang ini biarkan aku memeluk mu seperti ini, aku nyaman saat memeluk mu ..." seru Noah kepada istrinya yang sekarang ini pipinya sedang merah sekali karena malu.
Dia tidak menduga sesuatu seperti ini akan terjadi di kantor.
.
__ADS_1
.
Setelah beberapa saat, Noah terpaksa harus melepaskan istrinya, karena Arabelle harus melakukan rencananya.
Akan ada skenario yang akan dimainkan disini, dan Noah mempercayakan sepenuhnya kepada istrinya.
"Ka ... kalau begitu aku kembali dulu, ada beberapa hal yang harus aku urus ..." seru Arabelle kepada suaminya yang masih menggenggam tangannya erat, seolah tak mau berpisah dari istrinya sedikitpun.
Dengan wajah cemberut dan berat hati, Noah menyetujui namun tentu saja ada syaratnya.
"Baiklah, tapi ... cium aku dulu ..." seru Noah menunjuk pipinya agar Arabelle mengecupnya disitu.
Noah sengaja tidak menunjuk bibirnya, karena jika Arabelle mencium nya di bibir maka Noah sepertinya tak akan bisa membendung aksi nakal yang sebenarnya ia tahan sejak tadi.
Jika di imajinasikan, Noah tengah memenjarakan pikiran nakal dan hawa nafsu nya dalam-dalam, agar dia tidak menghabisi istrinya di ruangan ini sekarang juga.
Arabelle yang sudah tidak ingin melanjutkan perdebatan ini, segera menjijitkan kakinya dan mencium suaminya.
Lalu ia bergegas berlari karena merasa malu sekali.
Entah mengapa Arabelle merasa begitu malu ketika tahu hasrat suaminya terhadap dirinya sebesar itu.
Sedangkan Noah ...
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantungnya berdegup kencang sekali, dia mengusap pipinya dan membayangkan bagaimana tadi istrinya menciumnya dan memanggil dirinya suaminya.
Lalu pandangannya menuju celananya yang sudah mengembung.
"Adik kecil kau harus menahannya, menunggu istri menyelesaikan urusannya lalu kita akan berpesta. Ho ho ho!"
"Untuk saat ini harus menahan, semua hasrat dan pikiran nakal harus dikurung sebentar lagi!"
__ADS_1
Seru Noah sudah sangat bahagia hanya dengan ciuman di pipi dan panggilan suami.
Rasanya hal itu benar-benar spesial dan berbeda.
"Aku akhirnya menemukan defenisi cinta yang sesungguhnya ..." ucapnya sembari membalikkan badan dan melihat pemandangan kota yang sedang sibuk.
Dia melipat tangan dan tersenyum penuh kebanggaan.
"Cinta tidak harus melulu masalah ranjang dan kepuasan! jika tengah jatuh cinta, hanya sebatas pelukan, ciuman dan hal-hal kecil seperti itu sudah sangat memenuhi hati!"
"Ah ... kenapa aku tidak mengetahui ini sejak awal?"
"Sungguh ironis!"
Serunya masih berbicara sendiri layaknya seseorang yang jatuh cinta, menatap kota lalu langit biru kala itu.
Noah tak sadar jika salah satu bawahannya yang harus melapor sudah mengetuk pintu sejak tadi.
"Tok ... Tok ... Tok!"
"Pak Noah?"
Bawahannya masih setia menunggu di luar ketika Noah masih berbicara mengenai filosofi cinta yang ternyata merupakan tentang hal sederhana yang ia lalui bersama sang istri.
.
.
.
Author : Maaf guys baru update. tenang aja aku ga bakal ninggalin novel ini, pasti sampai tamat kok.
Kalau lagi ada masalah memang harus istirahat dulu menurut aku, biar novel nya ga kacau ya ceunah.
__ADS_1
Lope you semuanya yang masih menunggu ❤️🎀