
Episode 58 : Wanita adalah istriku! aku bersumpah tidak akan pernah mendua darinya!
***
Sejak tadi mobil Tuannya, Noah masih berhenti di lobby perusahaan, membuat Finn bertanya-tanya mengapa keduanya masih belum berangkat.
"Apakah mereka bertengkar karena aku? aku tahu sih aku juga tampan ... tapi aku hanyalah Assiten saja, lagian Nyonya Arabelle juga teman ku sejak kecil jadi tidak masalah ketika Nyonya Arabelle memanggil aku dengan sebutan Finn!"
"Huh!"
"Tuan memang memiliki kepribadian yang buruk jika menyangkut Nyonya Arabelle ..."
Fin geleng-geleng kepala dan tetap menunggu mobil Tuannya melaju.
Mungkin sisi narsis dari Noah sudah menular kepada Finn, karena sudah begitu lama mereka berteman.
Hanya beberapa saat setelah Finn memuji dirinya sendiri, mobil Tuannya pun melaju.
.
.
.
Di butik,
Noah dan Arabelle sudah sampai di butik, keduanya saling berpegangan tangan dan terlihat saling menyayangi satu sama lain.
Banyak orang segera membisik-bisik, bagaimana hubungan Arabelle dan Noah tetap baik-baik saja setelah kabar kehamilan Vory yang sudah tersebar kemana-mana.
Sebelum mereka ke butik, sebenarnya sudah ada wartawan yang dipilihkan oleh Finn untuk mengutip perjalanan Noah dan Arabelle.
Hanya ada sedikit dari mereka jadi tidak akan terlalu mengganggu Arabelle maupun Noah.
"Sayang ... tidakkah ini terlalu terbuka?"
"Jangan pakai yang ini, terlalu menunjukkan lekuk tubuh mu!"
"Sayang ... jangan ini ... jangan itu ..."
Ketika wartawan tengah menunggu di luar butik sembari mengambil gambar Noah dan Arabelle di dalam melalui dinding kaca.
Noah kelihatan sangat overprotektif dengan gaun yang akan dikenakan oleh istrinya malam ini.
'Haaah!'
'Aku tidak tahu akan selelah ini! jika begini terus kami akan terlambat!'
Gerutu Arabelle segera meminta karyawan butik untuk mengambil dress merah maroon yang modis namun tidak terlalu terbuka.
Dia segera mengenakan itu dan ketika ia keluar dari ruang ganti, sang suami segera menganggukkan kepalanya dan menghampiri istrinya.
"Nah yang ini baru pas untuk istriku yang pemarah, merah sangat cocok untuk mu, membuat mu kelihatan lebih cantik dan berani."
__ADS_1
Bisik Noah mengusap pipi istrinya dan memeluknya lembut.
"Cepat balas pelukan ku, kita sedang diliputi oleh media, tunjukkan kau sangat mencintai aku ..." bisik Noah kepada istrinya sembari mengambil kesempatan dalam kesempitan.
Noah sadar tak akan banyak kesempatan seperti ini.
Arabelle melakukan seperti apa yang diminta oleh suaminya, namun waktu terus berjalan, sudah lima menit berlalu ketika mereka berpelukan.
Para karyawan butik sampai iri mereka melihat pasangan serasi itu.
'Nyonya Arabelle lebih cantik dilihat dari dekat, dia juga ramah dan sopan, dia menghargai kita walau kita hanya pekerja biasa!'
'Vory benar-benar jahat hendak menghancurkan pernikahan Nyonya Arabelle dan Tuan Noah!'
'Aku sih akan selalu mendukung istri sah, bisa saja Vory berbohong mengingat dia bahkan bisa hamil duluan,'
Para karyawan membisik satu sama lain, memberikan pendapat mengenai dukungan mereka terhadap Arabelle yang merupakan istri sah dan kelihatan santun dan memiliki attitude yang baik.
Berbeda dengan Vory yang Ternyata image polosnya hanya ditampilkan di layar televisi saja, aslinya Vory suka tidur dengan lelaki bahkan sampai hamil diluar nikah.
"Kita akan terlambat, aku rasa sudah cukup pelukannya, jika kita terlambat maka akan mencoreng nama mu sebagai suamiku yang tidak bisa mengatur istrinya ..."
Bisik Arabelle mencoba melepaskan pelukan Noah yang entah mengapa begitu erat.
Mendengar itu, Noah bisa menerima alasan yang diberikan oleh istrinya, lalu Noah memainkan rambut sang istri.
"Kau memang sangat pandai mencari-cari alasan, tetapi aku sudah senang bisa berpelukan begitu lama dengan mu ... secara perlahan-lahan aku akan membuat jarak di antara kita menghilang!"
Semakin hari, Noah semakin yakin jika Arabelle memang adalah wanita yang ia inginkan.
Bahkan tak pernah terpikirkan sekalipun bagi Noah untuk bermain wanita lagi.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Arabelle berdebar begitu kencang ketika mendengar ucapan lembut selembut angin pagi di telinganya.
Mata yang tajam namun hangat disaat yang bersama, tangan kokoh yang mengusap pipinya dan tubuh tinggi yang menundukkan kepalanya hanya agar bisa menatap wajahnya lebih lekat.
Secara perlahan-lahan entah mengapa setiap perilaku kecil Noah terhadap Arabelle secara perlahan memecahkan es di hati Arabelle.
Es yang sudah begitu lama membeku disana mulai pecah dan mencair.
"Ehem ..."
Arabelle mengalihkan pandangannya, karena sekarang bukan pipi Noah saja yang memerah namun juga Arabelle.
Mendapati itu, Noah segera meraih tangan istrinya dan mereka bersama-sama keluar dari butik sembari menjawab beberapa pertanyaan wartawan.
.
.
.
__ADS_1
Di depan butik,
"Permisi Tuan Noah dan Nyonya Arabelle, bisakah menjawab beberapa pertanyaan dari kami? hanya butuh lima menit saja ..."
Seorang wartawan segera datang membawakan kamera dan mikrofon yang ia siapkan, diikuti oleh beberapa yang lainnya.
Tidak banyak memang karena sudah disaring oleh Finn berdasarkan perintah dari Arabelle.
"Bagaimana sayang? apakah kau tidak keberatan?" Noah meminta persetujuan dari istrinya dan tertangkap jelas oleh kamera yang menyiarkan siaran langsung itu.
Arabelle yang kelihatan super cantik dan anggun itu menganggukkan kepalanya, dia menengadah untuk bisa melihat wajah suaminya yang menunduk kearahnya.
"Aku tidak apa, kasihan juga mereka sudah menunggu ..." balas Arabelle tersenyum membuat hati semua penonton Berdebar-debar dan mengagumi kecantikan Arabelle lagi.
"Woah!"
Para wartawan itu saja sampai kagum, melihat secara langsung keindahan dan kelembutan Arabelle ketika berbicara.
Sungguh tidak ada apa-apanya dengan Vory sama sekali.
"Pertama-tama bagaimana tanggapan anda dengan pengakuan Vory yang menyatakan dia hamil anak anda Tuan?"
Pertanyaan pertama langsung tertuju kepada Noah.
Noah yang mendengar itu hampir saja kehilangan kesabarannya untuk segera memaki Vory melalui layar kaca namun Arabelle segera menggenggam tangan suaminya, mencoba menyadarkan Noah agar tidak berlebihan.
"Haaah!"
Noah menghela nafasnya dalam lalu alih-alih melihat kearah wartawan, dia malah menghadapkan tubuhnya ke hadapan Arabelle dan menatap istrinya.
Noah meraih dagu Arabelle dan menatap dengan puas wajah cantik itu.
"Di dunia ini tak ada yang lebih cantik dari istriku, jikapun aku harus memiliki anak maka aku hanya ingin istriku yang mengandung bayiku!"
"Pernyataan Vory hanyalah kebohongan! satu bulan lalu saja aku menikah dan menghabiskan waktu bersama istriku, mengapa dia bodoh sekali mengatakan dia hamil satu bulan?"
"Yang mau aku katakan dan tekankan adalah jika wanita ini adalah istriku satu-satunya! aku bersumpah tidak akan pernah mendua darinya!"
Noah memberikan pernyataan itu, tetapi entah mengapa rasanya pesan yang terakhir adalah untuk Arabelle bukan untuk wartawan.
.
.
.
.
Author : Masih ada satu episode lagi nyusul ya.
Btw yang bertanya mengenai Novel Belenggu Hasrat Sang Mafia sudah tamat ya awal bulan lalu, aku sudah crazy up dan selesaikan novel itu.
Aku juga tidak tahu mengapa pemberitahuan updatenya tidak sampai ke kalian, tetapi coba dibuka lagi novelnya ya, karena memang sudah tamat dengan tuntas. 🙏
__ADS_1