My Hot And Sexy Wife

My Hot And Sexy Wife
Episode 70 : Pembicaraan Noah dan Arabelle.


__ADS_3

Episode 70 : Pembicaraan Noah dan Arabelle.


***


"Damai sekali, aku suka duduk disini jika cuaca sedang bagus matahari terbenamnya akan semakin cantik ..."


"Dia bersinar begitu indah meninggalkan kehangatan di hati, jika aku lelah bekerja seharian pemandangan ini lah yang membuat aku tenang ..."


Noah berbicara dengan santai.


Saat ini istrinya memang tengah duduk di pangkuannya, dia memeluk istrinya yang sangat enak dipeluk itu.


Dan karena lebih nyaman, Noah menyandarkan dagunya di atas kepala Arabelle dan Arabelle bersandar di dadanya.


Mereka benar-benar melihat keindahan alam di tengah metropolitan yang begitu megah.


Seolah menyadarkan Arabelle disetiap hal yang sukar selalu saja ada cahaya dan harapan yang akan ditemukan.


"Iya, ini indah sekali ... aku sudah tinggal begitu lama di kota ini, dan pemandangan yang paling indah yang aku tahu hanyalah di danau pinggiran kota ..."


"Aku benar-benar tidak tahu ada tempat seindah ini disini," balas Arabelle menyipitkan matanya agar bisa menikmati warna keemasan campur jingga yang disuguhkan oleh matahari terbenam itu.


Arabelle terbiasa hanya melihat pemandangan di luar kamar, melihat pemadam di luar jendela kamar adalah hal yang ia suka dulu.


Jadi pemandangan spektakuler seperti ini selalu berhasil membuat hati Arabelle hangat dan nyaman.


"Sayang ... kau membuat ku seperti suami yang tidak berguna ketika mengatakan itu! masih sangat banyak pemandangan paling indah di dunia ..."


"Ketika bersama ku, aku akan memberikan segalanya kepadamu, akan ku tunjukkan dunia yang luas ini kepada mu, kau hanya perlu menggenggam tangan ku saja!"


Noah menegaskan kepada Arabelle jika keindahan ini bukanlah apa-apa dibandingkan apa yang akan di tunjukkanlah olehnya selanjutnya.


Jika Arabelle terus menggenggam tangannya dan memberikan kesempatan kepadanya untuk membuktikan dirinya maka Noah akan memberikan segala hal yang diinginkan oleh Arabelle.


"Pffft ..." Arabelle tertawa, entah mengapa dia jadi terbiasa dengan sikap posesif dan menuntut dari suaminya.


Tidak terlalu tertekan seperti pertama kali, hanya saja kadang jengkel jika Noah menuntut hal memalukan seperti ciuman pagi di depan para pelayan.


"Kenapa kau tertawa? aku serius?"


"Aku tidak tahu tetapi aku tidak pernah tahu jika ucapan seperti itu akan aku dengar di kehidupan pribadi ku, aku sering membaca nya di novel, kebanyakan dari mereka berakhir happy ending ..."


"Tapi kita ..."


Arabelle terbawa suasana, dia mengingat bagaimana ketika hendak menikah Arabelle bersumpah akan meninggalkan Noah ketika sudah mencapai tujuannya.


Tetapi semesta sepertinya berkendara lain, Noah merubah sikapnya dan mengatakan perasaannya.


Setiap hari rasanya ada kejutan baru bagi Arabelle yang ditunjukkan oleh Noah.


Hubungan mereka layaknya rollercoaster.

__ADS_1


"Kita juga akan berakhir happy ending! aku tidak akan melepaskan mu jika saja kau pergi dariku!"


"Sayang ..." Noah membisik lalu menatap lekat istrinya.


Wajah Noah sekarang sudah berada tepat di pipi istrinya.


"Aku sudah mengatakan jika aku menyukai mu, itu tidak akan berubah! dan jika kau berani mencoba kabur dariku, aku akan menemukan mu bahkan ketika kau bersembunyi di lobang tikus sekalipun!"


"Di dunia ini tak ada yang boleh memiliki mu selain aku, jika ada yang berani aku akan menghabisinya! siapapun itu!"


Noah entah mengapa terdengar mengerikan.


Noah tidak suka ketika Arabelle berbicara seolah mereka tidak akan bersama selamanya.


Padahal bagi Noah, pernikahan ini akan ia pertahankan selamanya dan dia akan menunjukkan kepada Arabelle jika lelaki sepertinya juga bisa memberikan kesetiaan.


"Deg ... Deg ... Deg!"


Ini adalah kali pertama Arabelle merasa sedikit takut dan merasakan perasaan mencekam atas ucapan Noah.


Karena Arabelle juga tidak akan pernah tahu jika Noah akan merubah hidupnya.


'Haruskah aku percaya kepadanya dan mengharapkan hubungan yang diawali kepalsuan ini?'


'Haruskah aku menggenggam tangannya selamanya seperti yang ia katakan kepadaku?'


'Lalu bagaimana jika hatinya berubah, apakah aku siap hatiku hancur untuk yang kedua kalinya?'


Arabelle sangat takut untuk mempercayai Noah, karena sebelum menikah dengan Arabelle, Noah pernah memiliki pacar ketika remaja.


Dahulu, kabar beredar bagaimana gadis desa itu mampu meluluhkan hati seorang bangsawan.


Hal itu lah salah satu alasan mengapa Arabelle tidak berani mengambil resiko.


Tetapi lambat laun keteguhan Noah seperti ombak yang terus menggerus batu karang, mungkin tidak salah bagi Arabelle untuk membuka sedikit demi sedikit hatinya.


.


.


.


.


Waktu akhirnya berlalu, matahari sudah benar-benar tenggelam, baik Noah maupun Arabelle sama-sama terdiam dan tenggelam dalam pikiran masing-masing.


"Tring ... Ting ... Tring!"


Terdengar deringan ponsel Noah, dimana itu adalah Finn yang sudah menyiapkan segalanya.


"Halo Tuan?"

__ADS_1


"Semuanya sudah aku persiapkan," seru Finn yang bergabung dengan Noah untuk melakukan proyek perebutan hati istri.


"Baiklah, tunggu disana!" seru Noah sudah menyeringai lebar.


Dia segera menggenggam tangan istrinya erat lalu mengajaknya pergi.


"Sayang ... ayo pergi, aku akan membawa mu ke sebuah tempat yang tak akan pernah kau lupakan, seperti yang aku katakan, aku memiliki banyak kejutan untuk mu ..." seru Noah meraih tangan Arabelle dan membawanya pergi.


Arabelle tersenyum, dia melihat tangannya yang selalu di genggam oleh Noah.


'Ya! dia suamiku sekarang, aku melihat kesungguhan nya, mungkin semesta memiliki rencana yang lebih hebat dari rencana ku, aku akan mengikuti arus nya, jika memang kami akan bersama selamanya maka mungkin itu adalah pilihan yang terbaik!'


Arabelle mengikuti suaminya, tubuhnya yang tinggi dan dadanya yang bidang, tangannya yang kokoh dan langkah kakinya yang jenjang.


Segalanya benar-benar indah dilihat, tetapi yang paling penting adalah bagaimana lelaki yang menjadi suaminya ini benar-benar berusaha keras untuk mendapatkan hatinya.


Mungkin memang tidak masalah memberikan dirinya kesempatan.


.


.


.


"Loh? mengapa kita tidak ke lantai bawah malah ke rooftop?" Arabelle bingung.


Mengapa mereka tidak pergi lobby malah ke rooftop.


"Tenang saja, kita tidak akan mengendarai mobil tetapi mengendarai itu ..." Ketika lift rooftop terbuka.


Angin kencang segera menyapa mereka, dan Noah sudah menunjukkan helikopter pribadinya disana.


Lengkap dengan pilot yang akan membawa mereka.


"Kita mau kemana? mengapa naik heli?" tanya Arabelle semakin bingung.


Ini kan sudah malam, mau kemana mereka malam-malam begini.


"Sudah tenang saja, ikuti aku ..." balas Noah tetap menggenggam tangan istrinya dan meminta istrinya untuk mengikuti dirinya saja.


Entah apa yang dipersiapkan oleh Noah, tetapi pasti lah hal itu adalah hal yang berlebihan.


.


.


.


.


Author : Jangan lupa berikan like, komen dan jika berkenan gift ya hehe..

__ADS_1


Terus dukung akikah ya guys, luph you sekebon jeruk.


Dua episode lagi nyusul 😍😘


__ADS_2