My Hot And Sexy Wife

My Hot And Sexy Wife
Episode 84 : Noah dan segala sikap posesif nya.


__ADS_3

Episode 84 : Noah dan segala sikap posesif nya.


***


Julio yang sudah mendapatkan seluruh informasi mengenai Arabelle memajukan jadwalnya untuk berkunjung ke kediaman keluarga Joseph.


Julio tidak akan mengundur waktu lebih lama lagi, karena semakin lama ia biarkan, maka Arabelle akan semakin kuat dengan pengaruh nya.


"Persiapkan penerbangan ku Minggu depan,"


Julio meminta suguhannya untuk mempersiapkan penerbangannya untuk minggu depan.


"Tapi Tuan, Minggu depan anda ada pertemuan penting yang sudah dijadwalkan," balas suruhannya mengingatkan Julio jika Minggu depan Julio memiliki jadwal yang sangat padat.


"Diamlah dan ikuti perintah itu, aku membayar mu bukan untuk memberikannya pendapat atau apapun!"


"Kunjungan ku ini lebih penting dari apapun!"


Seru Julio merasa tidak suka ketika bawahannya mengatakan itu.


Padahal bawahannya itu hanya melakukan tugasnya dengan baik.


"Ba ... baik Tuan, saya akan persiapkan segalanya," balas bawahannya segera undur diri dan mempersiapkan semua yang diperintah oleh atasannya.


.


.


Satu Minggu kemudian,


Noah dan Arabelle telah kembali dari liburan dan harus kembali ke pekerjaan yang menunggu, hari ini Arabelle mendapatkan undangan dari Hera Noir ke pesta minum teh esok hari di kediaman keluarga Noir.


Arabelle senang bukan kepayang ketika mendapati undangan resmi itu.


Karena dengan adanya undangan itu menunjukkan bagaimana Hera Noir sudah mulai menerima nya dan posisi Arabelle akan semakin kuat tentunya.


Arabelle hendak mengantarkan suaminya untuk melakukan penerbangan sekitar beberapa jam lagi dalam kepentingan bisnisnya disana.


"Sayang ... ayo pergi," seru Noah memanggil istrinya yang tengah membaca sebuah amplop undangan resmi dari Hera Noir.


Arabelle segera meletakkan amplop itu dan berlari ke arah suaminya.


"Kenapa kau senang sekali? apakah karena aku alam pergi melaksanakan perjalanan bisnis!"


Dua hari sebelum keberangkatan Noah, Noah jadi mudah emosi.


Karena sebenarnya Noah jadi tidak suka berpisah dari istrinya dan tak bisa memeluknya ketika ia lelah.


"Tidak, mengapa aku harus senang ketika suamiku pergi?"

__ADS_1


"Aku hanya senang karena aku mendapatkan undangan minum teh oleh Ibu mu ..." balas Arabelle berterus terang agar Noah tak marah lagi.


*Blush*


Pipi Noah memerah seketika ketika mendengar istrinya memanggil nya dengan sebutan Suamiku.


"Jangan menggoda ku di mobil ini, aku bisa saja menghentikannya mobil dan menghabisi mu di pinggir jalan jika kau terus menggoda ku!"


Geram Noah dengan pipinya yang merah dan tak lupa daun telinganya juga memerah.


Mata Arabelle melebar dan dia geleng-geleng kepala, sungguh setiap Arabelle berbicara Noah selalu saja mengganggap nya menggoda.


Apalagi selama satu minggu ini Arabelle mengalami datang bulan ketika mereka menyelesaikan malam pertama mereka, jadi mood Noah benar-benar buruk.


Esok datang bulan nya akan berakhir yang dimana saat itu Noah bisa melakukan olahraga panas kesukaan nya Tetapi dia malah akan pergi melakukan perjalanan bisnis.


"Jika saja aku tidak melakukan perjalanan bisnis!"


"Aku benar-benar tidak suka berpisah jauh darimu!"


"Jika saja aku bisa membawa mu!"


Sepanjang perjalanan Noah hanya bisa mengomel sembari tak pernah melepaskan genggaman tangannya di tangan istrinya.


.


.


.


"Tuan ... kita sudah tiba," supir yang menjadi pengantar Noah dan Arabelle mengatakan jika mereka sudah sampai di landasan pesawat yang dimana pesawat itu adalah milik keluarganya Frost.


Wajah Noah semakin murung, dia keluar dari mobil tetapi gestur nya yang memang sangat gentleman tidak luntur, walau dia kesal sekali dia tetap membukakan pintu untuk istrinya.


Sebenarnya Arabelle kurang nyaman diperlakukan seperti itu, tetapi sudah beberapa kali Arabelle melarang Noah, Noah sama sekali tidak mau mengentikan kebiasaannya.


Noah selalu mengatakan jika dia harus menjadikan istrinya seperti seorang ratu.


"Tak ... Tak ... Tak!"


Langkah kaki mereka sudah tiba di depan tangga menuju pesawat.


Entah mengapa bukan hanya Noah saja yang jadi sedih tetapi juga Arabelle.


"Sayang ... aku benar-benar akan sangat sangat merindukan mu, aku akan merindukan masakan mu yang rasanya berbeda-beda setiap hari ..."


"Aku akan merindukan omelan mu ketika aku bangun terlalu lama ..."


"Aku akan sangat merindukanmu ketika aku di atas ranjang, aku tak akan bisa memeluk mu dan mengusap rambut halus mu ..."

__ADS_1


"Sayang ... pokoknya ingat ya, kau harus membawa ponsel mu kemanapun, aku akan menghubungi mu setiap waktu!"


"Jika saja kau berani melewatkan panggilan ku maka aku akan menghukum mu!"


Noah berbicara banyak hal dan memperingatkan Arabelle untuk terus memerhatikan ponselnya.


Walau diakhir kata nya selalu saja ada ancaman namun kali ini Arabelle tak lagi memberontak, dia membalas pelukan suaminya dan memejamkan matanya sejenak.


Arabelle juga akan merindukan suaminya yang suka meletakkan handuk di atas ranjang dan membuat Arabelle selalu kesal.


Padahal mereka hanya terpisah selama satu minggu, entah mengapa pasutri baru ini terlihat sangat lebay dan berpeluang terlalu lama.


"Iya ... aku akan memerhatikan ponsel ku, hati-hati diperjalanan ya ... lakukan yang terbaik disana ..." balas Arabelle membenamkan wajahnya di dada suaminya.


Bukan hanya Noah saja mendapatkan hobby baru memeluk dan mengusap rambut istrinya, tetapi Arabelle juga mendapat hobby baru ialah mendengarkan detak jantung Noah seperti sekarang.


"Tuan ... kita harus segera berangkat."


Bawahan Noah yang akan mendampingi Noah di cabang perusahaan nya yang ada di luar negeri mengatakan kepada Noah jika mereka harus berangkat sekarang.


Mata Noah langsung menahan ke arah bawahannya itu dan seperti ada laser disana bisa menembak mati bawahannya.


Tetapi Noah sama sekali tak bisa membantah, karena mereka memang benar-benar harus segera pergi.


"Sayang ... di perusahaan nanti, kau akan menjadi pengganti ku selama aku tidak ada, jika ada yang mencoba menekan mu katakan padaku, maka aku akan menghabisi nya ..."


"Tapi aku tahu sih kau bisa membereskan segalanya, tetapi aku akan sangat senang jika kau mengadu kepada ku ..."


"Juga, selama aku tidak ada akan banyak sekali lelaki brengsek yang akan mendekati mu dan melirik mu, kau harus menampar mereka jika berani mendekati mu!"


"Pokoknya, sayang ... selama aku pergi kau harus memikirkan hanya aku saja ..."


Noah terlihat khawatir, namun posesif disaat yang bersamaan.


Bagaimana mungkin Noah menyarankan Arabelle menampar semua lelaki yang mendekatinya.


Hal itu hanya akan menghancurkan image yang sudah dibangun oleh Arabelle beberapa saat ini.


"Ummm ..." Arabelle menganggukkan kepalanya lalu melambaikan tangan ke arah suaminya yang sudah melangkah menjauh.


Entah mengapa hati Arabelle sakit melihat suaminya pergi menjauh, ternyata bukan hanya Noah saja yang khawatir mengenai perpisahan mereka untuk pertama kali setelah menikah, ternyata Arabelle juga khawatir dan merasakan kesepian juga sama seperti Noah.


.


.


.


.

__ADS_1


Author : Jika ada typo tolong di komentari saja ya, agar langsung aku perbaiki, maapkeun juga jika semisal masih banyak typo, aku ngetik ngebut soalnya, kejat target crazy up 🥺


Satu episode lagi nyusul yaa 😘


__ADS_2