
Episode 95 : Kau benar-benar tidak tahu sedang membangunkan apa!
.
.
.
Arabelle tentu syok ketika melihat suaminya berada di hadapannya, seharusnya suaminya masih berada di luar negeri akan tetapi secara tiba-tiba suaminya berada di dekatnya sekarang dan tengah menggendongnya dengan percaya diri.
Akan tetapi dalam hal ini bukan hanya Noah saja yang ingin menunjukkan kepemilikannya, Arabelle juga begitu, dia tahu betapa kotor nya pemikiran para pengusaha pemain yang ada di sini.
Beberapa dari mereka pasti merasa dia bisa ditiduri walau sudah menjadi istri Noah.
Karena realitanya mereka semua orang-orang yang berkuasa yang bisa mendapatkan apapun yang mereka.
"Kita pulang, dan kau siap-siap lah untuk hukuman mu!" bisik Noah kali ini terhadap istrinya dan hendak melangkah pergi.
Akan tetapi ...
Arabelle secara tidak terduga meletakkan kedua tangannya di leher suaminya dan tubuhnya ia naikkan agar dia bisa menyentuh bibir suaminya.
Arabelle mempertontonkan kepada semua orang bagaimana hubungan nya dan suaminya bukanlah sebuah hubungan suami istri yang bisa goyah dan diganggu begitu saja.
Jika pernikahan mereka telah menjadi rekat.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Noah berdegup kencang sekali, dia melebarkan matanya ketika untuk pertama kalinya menerima ciuman dari sang isteri.
Rasanya malam ini sungguh tidak nyata.
'Apakah aku bermimpi?'
'Istriku mencium ku di hadapan orang banyak? apakah dia cemburu pada gadis-gadis ini ataukah dia ingin menunjukkan hubungan kami di hadapan para lelaki ini?'
'Ah! apapun itu aku benar-benar merasa gila karena ini!'
Noah sama sekali tidak peduli dengan alasan istrinya yang tiba-tiba menciumnya.
Hanya saja Noah memang sudah sangat ingin mencium istrinya beberapa hari ini, dan ketika Arabelle merupakan orang yang pertama mencium bukan Noah seperti biasa membuat sensasi yang sangat berbeda dan luar biasa.
"Woww! sepertinya hubungan keduanya dalam keadaan baik-baik saja!"
"Mengejutkan juga Noah bisa setia terhadap istrinya!"
"Pasti si Arabelle itu sangatlah istimewa di hati Noah!"
Banyak orang segera berbisik-bisik, mereka menilai bahwa hubungan keduanya ternyata baik-baik saja, dan Noah tidak hadir bersama istrinya bisa terlihat jelas karena melakukan perjalanan bisnis.
"Sayang ... kau benar-benar tidak tahu apa yang sedang kau bangunkan? kau tidak akan bisa pergi kemanapun malam ini!" bisik Noah sudah merasa darahnya mendidih dan tak bisa mengontrol dirinya.
__ADS_1
Noah menelan salivanya kasar dan akhirnya membawa istrinya tanpa melepaskan gendongannya.
Sedangkan Arabelle yang sepertinya bermain api membenamkan dirinya di dada suaminya, seolah sadar mungkin malam ini dia benar-benar tidak akan tertidur.
'Ah ... aku benar-benar telah membangunkan singa ini, tetapi kenapa aku senang dia datang ke depanku ketika para gadis itu mengganggu aku?'
'Aku jadi teringat masa lalu ...'
Benak Arabelle memejamkan matanya sejenak, memeluk lelaki yang sebenarnya ia rindukan juga.
Bagaimanapun keduanya sudah menikah dan menghabiskan waktu bersama setiap saat, perpisahan sementara mereka sungguh memberikan kerinduan yang amat dalam bagi Noah juga Arabelle tentunya.
.
.
Bawahan Noah segera membuka ketika melihat Tuannya datang sembari menggendong istrinya, dengan sigap ia membukakan pintu dan mempersilahkan Noah dan Arabelle memasuki mobil.
"Langsung ke rumah!"
Seru Noah dengan tekanan suaranya yang membuat Bawahannya itu bingung lagi.
Sekarang Noah kelihatan tidak marah lagi, akan tetapi kelihatan menahan sesuatu dan bisa terlihat dengan jelas bagaimana pipi dan daun telinganya memerah sekali.
"Baik Pak," sahut bawahan Noah itu yang sebenarnya adalah bawahan di perusahaan bukan di mansion.
Jadi selama seharian ini, Noah sungguh menyita waktunya, tetapi sebagai bawahan yang baik tentu dia harus menuruti semua perintah atasannya.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Tetapi dia tidak mungkin menghabisi istrinya di mobil di tengah jalan ini, istrinya adakah wanita terhormat yang harus ia jaga harga dirinya.
Jadi walau dia sudah tak bisa menahannya, Noah masih berusaha sekeras mungkin untuk menunggu hingga mereka sampai di rumah dulu.
"Ah, tanganku ... kau menggenggam nya terlalu kuat ..."
Akhirnya Arabelle bersuara di tengah keheningan ketika mobil memecah jalanan yang sepertinya sudah akan turun hujan juga.
"Diamlah ... jika tidak ingin aku menghabisi mu di tengah jalan ini, diam dan jangan lepaskan tanganku!"
Ketus Noah tidak melihat kearah Arabelle melainkan melihat kearah jalanan.
Noah yakin jika dia melihat istrinya sekarang, dengan wajahnya itu maka sudah bisa dipastikan Noah akan menghabisinya saat itu juga.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Sama seperti Noah, Arabelle yang sadar apa yang tengah diucapkan oleh suaminya segera melihat ke arah yang berbeda pula.
Entah mengapa pipi Arabelle memerah dan dia sama sekali tidak siap membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sedangkan bawahan Noah yang menerima swing mood atasannya sejak tadi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat pengantin baru itu.
__ADS_1
'Haaah!'
'Sungguh seperti remaja yang sedang berpacaran, aku tidak menyangka Pak Noah bisa menunjukkan ekspresi malu seperti itu ...'
'Ini adalah sebuah fenomena yang mengejutkan! seandainya semua orang melihat ini maka mungkin mereka akan syok!'
Benaknya sembari melajukan mobil atasannya menuju kediaman Noah, agar dia bisa pulang juga.
.
.
.
Disaat yang bersamaan,
Seharusnya malam ini Jacob Joseph dan putranya akan datang menghadiri pesta perayaan perusahaan perusahaan Boston.
Akan tetapi anehnya Jacob merasa tubuhnya tak bisa ia gerakkan sama sekali, kepalanya pusing dan dia tak mampu untuk bangkit dari tempatnya.
Tangannya menjadi kaku bahkan dia tidak bisa berteriak, posisinya dia masih berada di perusahaan dan duduk di kursi kebesarannya.
Bagaimanapun, dia belum percaya sepenuhnya Daren bisa menjalankan perusahaan jadi Jacob masih terus mengawasi dan turun tangan membereskan segalanya.
"Pak ... ini adalah laporan yang Bapak minta ..."
Bawahan Jacob datang ke ruangan atasannya dan memberikan laporan yang membuatnya lembur malam ini.
Akan tetapi ketika ia sampai di ruangan itu, dia melihat Jacob tiba-tiba saja terjatuh dari kursi kebesarannya dan membuatnya panik.
"Pak ... Pak Jacob apakah anda baik-baik saja?"
"Astaga!"
Bawahan Jacob itu menjadi panik, dia segera menghampiri atasannya dan bisa melihat dengan jelas bagaimana wajah Jacob sudah membiru dan tubuhnya kaku.
Tak menunggu lama, dia langsung menghubungi ambulance untuk segera datang dan membawa Jacob Joseph menuju rumah sakit terdekat.
Entah apa yang sebenarnya terjadi kepada Jacob, entah dia terlalu lelah atau memang segalanya sudah direncanakan demikian.
Tidak ada yang benar-benar tahu akan hal itu ...
.
.
.
Author : Yuhu crazy up hari ini sudah dimulai. 😘❤️
Jangan lupa berikan like, komentar dan jika berkenan gift hehe ✌️❤️
__ADS_1
Terimakasih semuanya sudah mendukung akikah sampai sekarang, lope you poll sekebon jeruk 😘🍊
Masih ada dua episode lagi nyusul yaww ....