
Episode 26 : Kau yang memulai permainan ini.
***
"Bagaimana jika aku memberikan mu kesetiaan? apakah kau masih akan menolak aku?" bisik Noah dengan pertanyaan yang tak masuk akal.
“Kesetiaan? Apakah Tuan tahu apa itu arti kesetiaan?”
“Berhenti mempermalukan dirimu sendiri, kesetiaan bukanlah sesuatu yang bisa keluar dari mulut anda! Berhentilah menguji kesabaran ku, jangan bermain-main denganku, aku bukanlah seseorang bisa Tuan permainkan sesuka hati!”
Arabelle sangat tidak suka ketika mendengar Noah membicarakan mengenai kesetiaan.
Seolah kesetiaan itu adalah sesuatu yang mudah baginya, seseorang yang tidak memiliki kesetiaan sedikitpun dalam dirinya.
Berani sekali dia mengatakan akan memberikan kesetiaan bagi Arabelle.
Kali ini Arabelle sudah benar-benar kehilangan kesabarannya, dia semakin muak dan semakin membenci bagaimana Noah menganggap segala hal dalam hidup ini bisa didapatkan.
Termasuk perasaannya dan tubuhnya.
Dan sekarang Noah bahkan mempermainkan kata kesetiaan demi bisa mendapatkan tubuhnya.
Melihat Arabelle sanggup memberontak dan menentangnya., mengatakan ucapan yang menyakitkan sejak mereka menikah sudah membuat kesabaran Noah menghilang.
Dia menyeringai tajam, lalu matanya menatap begitu dalam membuat Arabelle sedikit takut ketika menyadari jika Noah benar-benar marah karena ucapannya.
__ADS_1
Noah mencengkeram kedua pipi istrinya.
Lalu dia mendekatkan wajahnya ke telinga Arabelle dan membisik.
“Kau semakin menentang dan memberontak sudah terlihat seperti landak yang ingin dijinakkan!”
“Aku sudah bisa melihat apa sebenarnya tujuanmu, melihat bagaimana kau malah mendukung aku bukan kakak laki-laki mu, itu artinya kau ingin menghancurkan keluargamu bukan?”
“Mengapa? Apa semua berkaitan dengan gosip itu? jika kau bukan anak dari Ibumu yang sekarang, apakah …”
Belum selesai Noah menyelesaikan ucapannya, Arabelle langsung menghempaskan tangan Noah.
Nafas Arabelle menjadi berat dan tatapannya sangat mematikan.
“Jangan ucapkan sepatah katapun mengenai Ibuku! Kau tidak pantas, berhenti mencoba berhubungan baik denganku atau menundukkan aku!”
Arabelle bergetar hebat, dia menatap Noah dengan nanar.
Bagaimana mungkin Noah tega mengungkit mengenai gosip yang memang awal mula dari penderitaannya sejak dulu.
Lalu bagaimana mungkin Noah mengatakan itu sembari menyeringai dan percaya diri di hadapannya.
Ketika Arabelle mencoba memberontak, Noah menekan Arabelle dan karena tenaga Noah lebih besar maka Arabelle masih tetap terduduk di kursi sofa.
“Hei … apakah kau ingat ucapan mu? Jika kau bukanlah Arabelle yang dulu?”
__ADS_1
“Aku juga sama, aku bukan Noah yang dulu, aku bisa melakukan hal mengerikan jauh dari bayanganmu!”
“Jadi dengar aku, aku tidak peduli apa tujuanmu, aku tidak akan mengganggu atau menghancurkan apapun yang kau rencanakan, tetapi aku tidak pernah setuju dengan pernikahan kontrak itu, cepat atau lambat kau harus menyerahkan tubuhmu kepadaku …”
“Setelah rasa penasaranku usai, aku akan memikirkan lagi, apakah pernikahan kita tetap dilanjutkan atau tidak!”
"Hanya aku yang boleh memutuskan, bukan kau Bel ..."
Bisik Noah benar-benar mengerikan, nada yang dingin dan hati yang begitu kejam, menginjak-injak harga diri Arabelle lagi dan lagi.
“KAU!” Arabelle sudah benar-benar di ambang batasnya, dia hendak menampar pipi Noah lagi karena Noah sudah sungguh menganggapnya sebagai wanita murahan yang bisa didapatkan dan dibuang begitu saja.
“Ssshhhh!”
Noah menahan tangan Arabelle.
“Tenanglah sayang … ini hanyalah permulaan, kau yang memulai permainan ini dan aku hanya ikut mengambil peran di dalamnya, kita lihat siapa nanti yang tidak bisa melepaskan siapa!”
“Aku pastikan kau akan mengemis cinta kepadaku nanti!”
.
.
.
__ADS_1
.