My Hot And Sexy Wife

My Hot And Sexy Wife
Episode 90 : Hukuman selama 10 jam itu apa?


__ADS_3

Episode 90 : Hukuman selama 10 jam itu apa?


***


Ketika Ivana dan atasannya pergi, Noah sama sekali tidak menghiraukan pertanyaan demi pertanyaan yang ada di pikirannya.


Apalagi fakta bagaimana istrinya membahas mengenai Ivana dan bagaimana dia sama sekali tidak ingat dengan Ivana.


Malahan Noah lebih fokus dengan istrinya, bagaimana ketika mengingat itu Noah jadi teringat bagaimana istrinya berada di pelukannya ketika berada di dalam bathtub.


Noah melihat tangannya yang saat itu menyentuh tubuh istrinya.


"Ah! aku pasti gila! aku benar-benar merindukan nya dan ketika memikirkan dirinya gairah ku memuncak begitu drastis!"


"Dasar istri penggoda, bahkan ketika aku jauh kau tetap membuat ku seperti ini!"


Geram Noah malah marah sendiri, bagaimana tidak, Noah sangat bergairah sekarang mengingat istrinya.


Dan Noah sama sekali tak akan bisa memeluk istrinya untuk beberapa hari ke depan karena urusan pentingnya.


Sungguh penyiksaan yang begitu dahsyat bagi sang Noah Frost.


'Ah! ini benar-benar penderitaan yang sangat menyiksaku!'


Geram Noah masih harus melanjutkan meeting selanjutnya dengan kata karyawannya.


Bagaimana Noah akan membenahi semuanya, agar tidak akan ada kerugian kedepannya.


.


.


Di kediaman Noah,


Waktu akhirnya berlalu, sudah pagi dan Arabelle baru saja bangun.


Dengan wajah yang masih sembah sehabis bangun, dia membersihkan dirinya dengan bersemangat.


Arabelle juga memilihkan gaun yang sangat pantas dan menunjukkan keanggunannya hari ini.


"Aku akan di undang ke pesta teh, aku benar-benar tidak sabar?"


"Aku akan menunjukkan kepada kalian semua jika Arabelle adalah gadis yang cantik dan anggun! sama seperti Ibu kandung ku! ha ha ha!"


Arabelle tengah berada di depan cermin, dan dia mengangkat tangannya menunjukkan semangat api juang demi mendapatkan dukungan dari keluarga Noir dan para sekutunya.


Disaat yang bersamaan sepertinya Arabelle telah terpengaruh dengan semangat dan kepercayaan diri suaminya, karena baru saja dia tanpa sadar meniru tawa suaminya ketika tengah bersemangat melakukan sesuatu.


Arabelle sudah kelihatan sangat cantik dan anggun tentunya, dia juga sudah menyiapkan oleh-oleh yang akan ia bawa.


"Ponsel ku dimana ya ..." seru Arabelle mencari-cari ponselnya.


Tanpa menunggu waktu ia segera menemukannya di atas ranjang tertutupi oleh selimut tebal.


Ketika Arabelle menyalakan ponsel itu, Arabelle langsung syok sekali ketika melihat banyak sekali panggilan dari suaminya.

__ADS_1


"Mampus aku! tadi malam aku memilih mode ponsel ku jadi senyap!"


seru Arabelle panik dan tak tahu harus melakukan apa lagi.


"Tring ... Tring ... Tring!"


Suara dering ponsel itu terdengar lagi dan Arabelle terperanjat sampai ponselnya terjatuh sesaat ke atas ranjang.


"Ah!"


Teriaknya pelan namun tanpa menunggu lama segera mengangkat panggilan itu.


"Ha ... halo?" seru Arabelle tersenyum kaku dan hanya memperlihatkan alis nya di video call.


"Apa kau mau mati ha? aku memanggil mu beberapa kali dan kau menghiraukan aku!"


"Aku bahkan tidak tidur menunggu mu, kali ini aku benar-benar marah!"


Teriak Noah langsung mewarnai hari Arabelle pagi itu.


Noah sudah menunggu hingga malam agar bisa menghubungi istrinya tetapi istrinya malah tak bisa ia hubungi sungguh membuat Noah sangat jengkel dan marah.


"Ummm ... maafkan aku, ketika tadi aku bangun, aku segera mandi lalu mempersiapkan gaun juga hadiah untuk acara minum teh pagi ini di kediaman Ibu mertua ..."


"Aku sungguh tidak dengan dengan mengabaikan panggilan dari mu ..." seru Arabelle dengan alis yang mengernyit, di pandangan Noah dari layar ponselnya, istrinya terlihat sangat menggemaskan.


"Haaah!"


Tadinya Noah masih kesal tetapi hanya melihat sisi imut istrinya sudah membuat Noah merasa bahagia seperti ini.


'Ayo Noah, marahlah walau kau tidak tahan melihat istrimu yang sangat menggemaskan, tapi ini demi dirimu juga!'


Noah mungkin tidak sadar jika di tahap ini, bukan hanya Arabelle saja yang menggemaskan akan tetapi dirinya juga.


"Sayang ... sejak kapan meminta maaf bisa menyelesaikan masalah?"


"Jika seperti itu maka penjara akan kosong semua!"


"Lalu ... jangan hanya menunjukkan alis mu kepadaku, jauhkan ponselnya dan tunjukkan wajah mu!"


Seru Noah kali ini sepertinya benar-benar marah meniru Arabelle.


Padahal Arabelle tidak tahu saja bagaimana Noah sebenarnya tidak bisa marah terhadap istrinya, hanya saja Noah merasa hal ini harus dilakukan.


'Haah! dia benar-benar marah, aku jadi tidak enak hati, dia pasti menunggu ku sejak tadi dan belum tidur sama sekali ...'


Benak Arabelle segera menjauhkan kamera ponsel dan memperlihatkan dirinya.


*Blush*


"Deg ... Deg ... Deg!"


Jantung Noah berdegup kencang sekali, pipinya sudah ikutan memerah ketika melihat betapa cantiknya istrinya.


"Ehem!"

__ADS_1


Tetapi Noah harus memfokuskan dirinya, dia tetap harus marah dalam hal ini.


"Sayang mulai hari ini jika kau tidak mengangkat panggilan ku maka kau akan menerima hukuman, satu panggilan bernilai satu jam ..."


"Hari ini sepertinya ada 10 panggung tak terjawab, jadi aku akan menghukum mu 10 jam!"


"Hahaha! kau tidak akan bisa menolak ini!" seru Noah langsung membayangkan adegan nakal di kepalanya.


Sungguh Noah sama sekali tidak bisa terpisah dari adegan nakal di pikirannya mengenai istrinya.


"Apa? 10 jam? hukuman apa yang bertahan 10 jam?" seru Arabelle dengan mata membulat dan ekspresi yang terkejut.


'Menggemaskan sekali, apakah wanita ini tahu seberapa aku merindukan dia?'


'Haah!'


'Aku pasti sudah gila!'


"Hukumannya akan segera kau ketahui nanti, tenang saja kau bisa mencicil nya sehari tiga atau empat jam, agar pinggang mu tidak sakit ..."


Dari jawaban Noah barusan, Arabelle langsung mengerti hukuman dalam artian apa yang disebutkan oleh suaminya.


"Astaga ... bisa-bisanya,"


"Aku akan terlambat, disana sudah malam kan? tidurlah ... aku harus segera berangkat."


Arabelle mengalihkan pembicaraan dan mencoba melarikan diri dari percakapan ini.


"Hehe ... aku akan tidur jika kau memanggilku suamiku, jika tidak aku tidak mau mematikan panggilan ini!"


Noah menyeringai tajam dan ekspresi nakalnya benar-benar menaikkan adrenalin Arabelle pagi ini.


'Astaga ... aku sudah akan terlambat, panggil saja lah, lagian dia jauh di sana tak akan bisa menghabisi mu! untuk sekarang turuti saja!'


Benak Arabelle menganggukkan kepalanya, dan dengan wajah memerah dia memanggil Noah dengan sebutan suamiku.


"Su ... suamiku, tidurlah sudah malam, aku harus pergi ... mimpi indah!"


Seru Arabelle langsung mematikan panggilannya karena terlalu malu.


.


.


.


.


Author : Guys jangan lupa mampir ke karya mafia ku ya, udah semakin seru dan menegangkan loh, tetap dukung akikah ya guys.


Judulnya : Boss Mafia's Hot Girl


Kisah Red dan Winter yang sangat menegangkan dan nagih disaat yang bersamaan, biasanya emang ceritaku tentang mafia yang lebih menegangkan dibandingkan tema CEO seperti ini wkwkwk


Sebentar lagi yang favorit kan sudah 1.5 nih, jangan lupa masukin ke favorit ya semuanya..

__ADS_1



__ADS_2