
Episode 47 : Pengorbanan Noah Frost.
***
"Ummm ... e ... enak, bisa dimakan ..." balas Noah menelan makanan itu dan hanya dikunyah beberapa kali saja.
'Asin sekali, rasanya juga tidak merata! kemampuan memasak apa ini!'
'Tetapi jika aku mengatakannya secara langsung dia pasti akan sakit hati!'
Noah hanya bisa menjawab sejujur-jujurnya dalam hati saja, dia tidak mau menyakiti hati istrinya.
"Benarkah ... wah, aku senang sekali, ini adalah makanan yang aku pelajari dari internet, mungkin aku memiliki bakat memasak ..."
"Bagaimana jika aku membuka toko makanan ..."
Karena ini adalah pujian pertama setelah bertahun-tahun untuk Arabelle membuat Arabelle lupa diri dan terlalu bersemangat.
"Jangan!" seru Noah keceplosan, dimana Arabelle memang sungguh tidak akan memenuhi kualifikasi memasak jika membuka toko makanan.
Arabelle terkejut mendapati jawaban spontan itu, lalu dengan gugup dan mencari-cari alasan tepat Noah tersenyum manis sembari berpangku tangan.
Salah satu tangannya lagi dia menoel pipi istrinya seperti tengah menggoda, "Tentu saja karena makanan istriku hanya ekslusif untuk diriku sendiri! siapapun tidak boleh memakannya!"
Seru Noah percaya diri sekali. 'Hebat kau Noah, kau memang jenius dan terlalu hebat! ha ha ha!'
Noah berkumandang dalam dirinya, dia merasa puas dengan jawabannya sendiri.
Arabelle yang lagi lagi menerima pujian atas makanan itu mengusap pipinya dan tersenyum.
__ADS_1
"Ya sudah sini aku suapi, makan yang banyak kalau begitu ..." seru Arabelle bangga dan bahagia.
"Ba ... baiklah, apa sih yang tidak untuk istriku!" balas Noah lagi dengan gaya nya yang sok kegantengan.
"Aku mau habiskan semua ya, nanti makanan untuk mu aku beli saja dari restoran ..." ucap Noah lagi menahan derita memakan masakan asin dari istrinya.
Karena jika Arabelle memakan masakannya sendiri maka Noah akan kelihatan berbohong.
"Hmmm! baiklah ..." balas Arabelle bersemangat.
Semangat jiwa api membara karena merasa dia memiliki bakat memasak tengah menyala dengan kobaran api yang begitu besar.
Arabelle tidak menyadari jika Noah berkorban untuk itu semua.
Tanpa sadar, keduanya menikmati waktu yang begitu indah tanpa hal yang mewah, hanya berdua dan bercanda satu sama lain.
***
Setelah beberapa saat ...
Arabelle sudah tertidur di atas ranjang, dimana Noah sedang berdiri di balkon kamar dan menelepon assitennya, Finn.
Sembari merokok dan menghembuskan asapnya ke langit malam, Noah hendak menagih laporan Finn yang sebenarnya masih mencari asal usul Arabelle.
"Bagaimana, apakah sudah kau dapatkan?" seru Noah terhadap Finn yang memang merasa aneh sekali.
Jelas-jelas ada sebuah kejanggalan yang begitu hebat yang baru ia temukan namun hal ini tidak menyangkut Arabelle.
"Tuan, sepertinya dugaan anda benar, ada seseorang yang menghancurkan berkas mengenai ibu kandung Nyonya Arabelle,"
__ADS_1
"Tetapi ada fakta yang lebih mencengangkan yang harus anda ketahui ...."
Finn menjelaskan secara singkat semua fakta yang baru ia temukan, lalu setelah menjelaskan secara detail dan akan memberikan berkas asli kepada Noah segera.
Noah mematikan rokok yang ada di tangannya.
"Heh! dasar lintah darat! menghancurkan mereka sama seperti menghancurkan semut bagiku!"
"Tetapi bagi istriku, hal itu adalah segalanya, dan aku ingin menggunakan kekuasaan ku untuk melakukan rencananya."
Seru Noah merasa jijik dan jengkel terhadap fakta yang baru ia ketahui.
Namun Noah tidak mau menjadi seseorang yang membereskan masalah ini, dia ingin Arabelle menuntaskan tujuannya.
Juga, jika Arabelle berusaha sendiri maka Arabelle akan memiliki alasan lebih lama berada di sisi Noah.
Dan saat waktu itu, Noah akan menemukan jawaban apakah cinta itu nyata, dan apakah dia memang mencintai Arabelle sejak dulu.
.
.
.
.
Author : Guys masih ada dua bab lagi, ditunggu yaa...
Maaf ya kemarin ga update, 🥺
__ADS_1