
Episode 75 : Wanita ini hanya milikku!
***
"Menjadi seorang pemimpin memang berat, harus memiliki bahu yang lebar dan wibawa yang besar, harus mampu mengambil keputusan di saat yang tepat, banyak tuntutan yang harus dipenuhi ..."
"Dan jika kau lelah karena nya, itu sangat biasa, tidak apa merasakan lelah, pada dasarnya kita semua juga manusia biasa, jadi aku mengerti apa yang kau katakan, jika bersandar di bahuku kau merasa bisa beristirahat maka aku tidak keberatan ..."
Jawab Arabelle dengan jawaban yang sangat bijak.
Bukan jawaban yang memberikan saran atau nasehat seperti kebanyakannya orang, akan tetapi jawaban yang mengatakan jika hal itu biasa, rasa lelah itu biasa karena kita semua manusia biasa.
Arabelle juga mengerti jika seorang Noah juga kadang bisa gagal, tidak ada yang sempurna.
"Pffttt ..."
"Jangan salahkan aku jika aku tergila-gila kepadamu, kau lah yang menggodaku selalu ..."
"Kau selalu tahu apa yang aku inginkan, apakah aku sudah pernah mengatakan nya? jika kau sangat seksi!"
"Bukan hanya tubuh mu, tetapi cara berpikir dan menyikapi sesuatu hal, segalanya sangat menarik dan seksi di mataku!"
"Dan yang paling aku suka adalah bagaimana wanita seksi ini hanya akan menjadi milikku seorang! ha ha ha!"
Noah memuji istrinya, mengatakan bagaimana Arabelle sangat tahu memposisikan dirinya sendiri.
Benar-benar wanita yang seksi luar dan dalam.
.
.
Ketika mendengar Noah mengatakan dirinya seksi, pipi Arabelle memerah, Arabelle belum pernah tersipu ketika dipuji sebelumnya, tetapi kali ini rasanya pujian ini membuat jantungnya berdegup begitu kencang.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Arabelle berdegup begitu kencang, lalu entah mengapa ia merasa suhu menjadi semakin panas.
"Ehem ..."
"Anginnya semakin kencang bukan? sebaiknya kita masuk saja ..." ucap Arabelle mencoba melepaskan kancing jas Noah yang melingkar di tubuhnya.
"Tak!"
Ketika kancing itu terbuka, Arabelle mengajak Noah untuk masuk ke dalam kamar mereka.
__ADS_1
Mata Noah menjaga tajam, dia tidak suka ketika istrinya melepaskan kancing jasnya dan pergi darinya seolah menghindar.
"Sayang, kenapa pergi? kenapa menghindari aku?"
"Aku kan sudah bilang aku tidak suka ditolak!"
Noah menuntut Arabelle sembari mengejar istrinya.
Noah sangat tidak suka ketika Arabelle membelakangi dirinya dan pergi menjauh.
Sekarang ini banyak hal baru yang disukai Noah tetapi banyak hal baru juga yang dibenci oleh Noah.
Dan semuanya menyangkut dengan istrinya sendiri.
"Tak ... Tak ... Tak!"
Arabelle mencoba menghiraukan Noah, entah mengapa pipi Arabelle memerah sekali, dan jantungnya berdegup sangat kencang.
'Kenapa jantung ku rasanya mau meledak?'
'Lagian bukan kah ini musim hujan? harusnya cuaca dingin, kenapa aku merasa panas?'
Arabelle kebingungan dengan dirinya sendiri, entah mengapa segalanya menjadi panas dan jantungnya tak bisa ditenangkan.
Mata Noah semakin tajam tak kalah melihat Arabelle melangkah dengan sangat cepat menuju kamar mereka.
Hanya dalam beberapa langkah Noah berhasil mengejar istrinya yang kelihatan kabur darinya, keduanya sudah berada di dalam kamar sekarang.
"Grep!"
Noah meraih tangan istrinya dan menariknya ke hadapannya agar mereka bisa berhadapan satu sama lain.
.
.
"Kenapa kabur dariku? aku kan sudah bilang jika ...." Noah hendak protes dan mengatakan kepada Arabelle jika dia tidak suka ditinggalkan seperti barusan.
Tetapi ketika Noah hendak menyelesaikan ucapannya, Noah tertegun melihat istrinya.
Arabelle membisu ketika suaminya menarik tangannya dan dia bersentuhan lagi dengan Noah.
Mata bulat Arabelle dan ekspresinya yang tertegun benar-benar terlihat luar biasa cantik.
Apalagi sekarang Arabelle merona dan pandangan matanya menunjukkan pandangan mata yang menginginkan Noah.
__ADS_1
Noah tentu saja langsung tahu, Noah adalah mantan Playboy jadi segalanya bisa langsung ia ketahui jika dalam urusan hal nakal.
"Deg ... Deg ... Deg!"
Jantung Noah berdegup kencang sekali, Pipinya ikut memerah dan juga daun telinganya.
Ketika ia beradu pandang dengan istrinya, tanpa sadar Noah sudah meletakkan salah satu tangannya di tengkuk istrinya, salah satunya lagi di pinggang istrinya.
Jadi tangan nya yang kokoh itu sudah menuntun wajah istrinya untuk mendekat ke arah wajahnya.
Bagaimana pun, tubuh Noah tak bisa berbohong, gairahnya memuncak dengan sangat hebat, belum pernah ia merasakan hal seperti ini, seolah dia sedang dalam puncak gairahnya.
Tanpa sadar wajah mereka sudah dekat sekali, Noah sedikit mengangkat pinggang istrinya agar Arabelle berjinjit dan wajah mereka bisa bertemu.
"Sayang ... aku akan gila jika aku tidak melakukan nya dengan mu, aku sungguh menginginkan mu dan hanya kamu seorang,"
"Malam ini aku tidak akan berhenti, tetapi jika kau tidak ingin, pukul saja aku ..."
"Tetapi aku tidak akan berhenti jika kau tidak memukul aku!"
Bisik Noah dengan wajahnya yang begitu dekat di wajah Arabelle.
Nafasnya yang panas bisa dirasakan oleh Arabelle.
Sekarang ini Arabelle seperti tengah mabuk, dia tidak bisa menolak Noah dan tubuhnya seolah merespon dengan hebat sentuhan suaminya.
Arabelle terdiam seribu bahasa, dia terhipnotis sepenuhnya dengan keinginan tubuhnya.
Noah yang terlihat sangat nakal itu tersenyum menyeringai tajam.
"Jika diam artinya mau, sayang ... ketika aku sudah memulai maka aku tak akan berhenti, maka persiapkan lah dirimu ..." bisik Noah segera melahap bibir manis yang sejak tadi memang sudah ingin ia habisi.
.
.
.
.
Author : Ulala ... wkwkwkwk
Menurut kalian lanjut ga nih? 🤣
Si Noah benar-benar udah ga bisa lagi menahan dirinya nih, si Arabelle juga bingung kenapa dia ga bisa nolak. wkwkwkw
__ADS_1
Ditunggu update selanjutnya ya semuanya 😍😘