
Episode 64 : Noah akhirnya menyatakan perasaannya!
***
"Ucapan yang dulu sangat aku inginkan ketika aku terbaring lemas karena sakit ..."
Mungkin karena Arabelle baru menangis, hatinya begitu rapuh sekarang.
Bagi Arabelle, ucapan khawatir jika dia sakit sepertinya lebih intim dibandingkan aku menyayangimu, karena dulu Arabelle sungguh sangat menginginkan seseorang mengatakan itu kepadanya.
Noah tak bisa menahan dirinya untuk segera memberikan segala rasa nyaman untuk Arabelle.
Luapan perasaan dan emosi disaat yang bersamaan, luka batin Arabelle telah terpupuk oleh berbagai peristiwa.
Noah meraih kedua wajah istrinya, dia dekatkan dengan lembut ke arahnya, keduanya tengah berhadapan satu sama lain
Mata mereka bertemu, dan Noah bisa melihat dengan jelas bagaimana tatapan mata Arabelle begitu pedih dan dalam.
Rasanya ada sebuah rasa sakit yang teramat sangat di hatinya sekarang, seperti ditusuk ribuan jarum tak terlihat.
Noah mengusap air mata istrinya, yang saat ini bukanlah air mata pura-pura seperti yang tadi, air mata ini benar-benar air mata yang menunjukkan bagaimana perasaan Arabelle sesungguhnya.
Menjadi kuat demi melindungi dirinya sendiri, terdiam selama bertahun-tahun demi bisa membalaskan dendam, walau hatinya marah dia tetap harus menahan dan berpura-pura bodoh di depan Ibunya.
Semuanya hanya demi pembalasan seperti tadi.
"Aku tidak mengerti mengapa dulu aku meninggalkan mu sendirian, tetapi aku sungguh berterimakasih kepada semesta bagaimana ternyata kau memang sudah ditakdirkan menjadi istriku,"
"Dengan segala kekurangan yang aku miliki, kehidupan yang glamor dan penuh wanita, belum pernah aku merasakan penyesalan yang teramat sangat dalam hidupku!"
"Aku benar-benar menyesal meninggalkan mu dulu Bel, aku tidak tahu mengapa banyak hal yang tidak aku ingat tetapi ketika melihat mu banyak hal yang tiba-tiba saja muncul di pikiran ku!"
"Dan yang paling aku ingat dengan jelas adalah bagaimana ternyata selama ini selalu ada kau di hatiku, membuat ku bingung tetapi akhirnya aku mengerti ..."
Mata Noah melebar dan dia berbicara dengan nada yang pelan dan suara khas nya yang enak di dengar.
Arabelle yang tadi sesenggukan tanpa sadar menjadi sangat fokus, terlena dengan suasana yang hening dan sedikit gelap karena mereka masih berada di dalam mobil saling berhadapan.
Noah segera melanjutkan ucapannya ...
__ADS_1
"Ucapan ku yang mengatakan bagaimana aku harus memastikan hatiku, apakah aku menyukai mu atau tidak?"
"Akhirnya aku tahu, jika sebenarnya sejak dulu aku memang sudah menyukai mu, aku menyukai mu sejak lama namun aku baru menyadari nya sekarang ..."
"Dan dari detik aku mengatakan perasaan ku ini, aku bersumpah tidak akan membuat mu menangis seperti ini lagi, segala sesuatu yang kau butuhkan akan aku penuhi ..."
"Hanya saja jangan sekali-kali berpikir untuk meninggalkan aku, atau berkhianat dariku, aku benar-benar akan memberikan kesetiaan kepada mu." Noah mengungkapkan perasaannya dengan percaya diri.
Dia akhirnya mengerti mengapa Arabelle sama sekali tidak bisa lepas dari pikirannya, lalu ketika ia melihat Arabelle menangis dan diperlakukan tidak adil oleh keluarganya, Noah akhirnya mengerti jika sejak awal Arabelle adalah seseorang yang ia suka.
Karena hanya itulah penjelasan untuk perasaan Noah yang kalang kabut dan ikut menderita ketika melihat Arabelle menangis dan menumpahkan rasa sakitnya.
"Pembohong, aku tidak percaya! aku tidak akan termakan oleh rayuan mu, kau pasti hanya ingin tidur denganku kan?"
Arabelle benar-benar sudah menilai Noah dengan perspektif yang sangat negatif.
Walau Arabelle sebenarnya tidak sepenuhnya salah karena sejak awal Noah memang penasaran bagaimana rasanya tidur dengan istrinya.
"Deg!"
Seperti ada tusukan panah di jantung, ada rasa perih disana, apalagi ketika melihat mata memicing istrinya yang menunjukkan jika istrinya sama sekali tidak bercanda mengatakan hal itu.
"Dengar ya! aku sebagai lelaki nomor satu di negeri ini menyatakan perasaannya kepadamu, kau setidaknya harus berdoa kepada Yang Kuasa dengan rasa syukur yang teramat sangat."
"Dan juga tidur dengan mu memang adalah salah satu tujuan yang penting ... kau selalu saja mengingatkan aku dengan hal itu, dasar nakal!"
Noah mencubit hidung istrinya pelan dan kembali ke posisinya untuk menyetir.
Percakapan mereka tentu saja berakhir dengan perkelahian yang romantis, entah mengapa hal itu lah yang membuat hubungan ini terasa sangat luas biasa dengan segala keanehan pola pikir keduanya.
"Kenapa jadi aku yang nakal?"
"Aneh sekali, tapi kita tidak jadi ke rumah sakit kan? aku baik-baik saja ... besok kita harus berangkat pagi ke kantor jadi harus bangun dengan cepat."
Arabelle menggerutu dengan pelan namun segera bertanya apakah mereka akan pergi ke rumah sakit atau tidak.
"Tentu saja, siapa yang ada hal lain yang dimasukkan ke dalam makanan itu, Ibumu yang pandai acting itu ingin ku habisi tadi!"
"Jika saja dia bukan istri dari Ayahmu! dan kau, cepatlah lakukan rencana mu untuk menumbangkan dia, jika tidak kau lakukan dengan cepat aku yang akan turun tangan dan menghabisinya, kesabaran ku juga ada batasnya?"
__ADS_1
ketus Noah memberikan peringatan kepada Arabelle untuk segera menyelesaikan rencananya, karena Noah telah menahan diri terlalu lama untuk tidak menghabisi musuh-musuh istrinya.
Tentu saja Noah bisa melakukannya dengan cepat dan bersih, tetapi Noah memberikan kesempatan kepada istrinya untuk melakukan hal itu sendiri, karena Noah mengerti bagaimana Arabelle sudah menunggu pembalasan ini begitu lama.
"Kau menyelidiki ku? apakah kau sudah tahu segalanya? sejak kapan?"
Arabelle menoleh ke arah Noah yang sudah menyetir dengan kecepatan rata-rata.
Karena harus fokus ke jalanan, Noah tak menoleh ke arah istrinya namun menjawab dengan senyumannya yang nakal.
"Tentu saja aku menyelidiki istriku yang cantik ini, semuanya aku ketahui, dan aku pasti akan mendukung mu, bukan kah kau juga menyelidiki segalanya tentang ku? ho ho ho, seharusnya kita impas bukan ... sayang?"
Noah dengan gaya meledek dan wajahnya yang suka menggoda Arabelle membuat Arabelle geleng-geleng kepala.
"Haaah!"
Arabelle menghela nafasnya dalam-dalam, dia menyandarkan tubuhnya di kursi mobil dengan nyaman.
"Ah ... hari ini benar-benar melelahkan." ucapnya pelan sembari memejamkan matanya perlahan.
.
.
.
Author : Jangan lupa berikan like, komen dan jika berkenan gift ya hehe..
Btw guys jangan lupa ya klik favorit di novel aku yang satunya lagi 😭 masih sedikit yang mampir, padahal pembaca setia akikah lumayan banyak hehe ❤️🥺
Jangan lupa di klik favorit aja dulu bunda bunda, karena itu adalah bentuk dukungan kalian untuk karya aku yang baru 😭
Judulnya : Boss Mafia's Hot Girl
Terimakasih semuanya, lope you sekebon jeruk.
Dua episode lagi nyusul ya ❤️😘
__ADS_1