My Hot And Sexy Wife

My Hot And Sexy Wife
Episode 103 : Masa lalu bagian 4.


__ADS_3

Episode 103 : Masa lalu bagian 4.


***


Masih flashback,


Jacob menderita disaat yang bersamaan, dia marah dan tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan.


Semua ini karena hasutan Julia dan Ibunya juga.


Jacob duduk dan hendak meraih tangan Camelia, walau bagaimanapun wanita ini tidak akan pernah bisa ia lepaskan, karena sungguh ... hanya Camelia yang ia cintai dan merupakan wanita pilihannya.


.


.


"Camelia ... aku tidak akan seperti ini jika kau tidak berselingkuh dariku, aku tidak akan bisa berpisah darimu! apa pun yang kau katakan aku tidak akan melepaskan mu!"


Jacob menekankan kepada Camelia, bahkan jika Camelia mengandung anak lelaki lain, dia juga tak akan melepaskan Camelia.


Camelia tersenyum menyedihkan ketika itu.


"Siapa yang berselingkuh siapa yang bisa berselingkuh sebenarnya ..."


"Saat waktunya tiba ... saat kebenaran terungkap aku harap aku tidak ada disisimu saat itu, aku hanya bertahan demi bayi ku! setelah itu aku akan ..." belum sempat Camelia melanjutkan ucapannya.


Jacob sudah tidak tahan lagi.


"DIAM!"


serunya dengan ekspresi yang begitu marah.


Ketika itu Camelia benar-benar terdiam dan hanya menatap Jacob dengan tatapan yang begitu dalam.


Jacob tak mampu lagi berbicara, dia tak ingin marah lebih hebat lagi sehingga ia langsung pergi dari ruangan.


Waktu berlalu begitu saja, kesakitan demi kesakitan diterima oleh Camelia yang dia torehkan dalam buku hariannya.


Hanya kepada tulisannya lah ia bisa mencurahkan segalanya, segala rasa sakit dan deritanya.


Apalagi Julia yang selama ini tidak pernah disentuh sedikitpun oleh Jacob semakin meradang, walau dia sudah menghasut Jacob dan membuat Camelia terlihat sangat buruk tetap saja Jacob hanya melihat ke arah Camelia saja.


Seolah hati Jacob memang hanya milik Camelia seorang.


Dadi saat itu timbullah kecemburuan yang begitu hebat, Julia menghubungi saudaranya, Julio untuk membantunya melenyapkan Camelia yang akan segera melahirkan.


Jika Camelia lenyap, maka mungkin Jacob akan segera melupakan Camelia dan akan berfokus kepadanya.


Ketika itu Julio tentu saja akan membantu Julia, dia akan melakukan segalanya demi bisnisnya yang mendapat suntikan dana dari perusahaan Joseph.


Jadi keberadaan Camelia juga tidak terlalu menguntungkan baginya, jika Jacob berdamai dengan Camelia dan mencampakkan saudara perempuannya maka habislah dia dan perusahaannya.


"Baiklah ... kita tunggu ketika ia melahirkan saja, agar kematian natural!"

__ADS_1


Seru Julio begitu santai dan susah memiliki rencana untuk melenyapkan Camelia.


.


.


Hari saat Camelia melahirkan,


Seharusnya rencana Julio adalah menghabisi Camelia tanpa turun tangan secara langsung, akan tetapi diluar dugaan walau anak yang akan dilahirkan Camelia belum diketahui anak siapa, Jacob tetap memberikan keamanan paling ketat untuk Camelia.


Jadi ketika melahirkan, tidak akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kepada istrinya.


Malam itu seorang anak perempuan sehat yang begitu mirip dengan ibunya lahir, dengan tangisan yang memenuhi ruangan tanpa adanya dampingan sang ayah disana.


Ya, Jacob memilih tidak berada di ruangan karena sangat cemas bagaimana jika anak itu benar-benar bukan anaknya, apa yang akan ia lakukan.


"Arabelle ..."


"Nama mu Arabelle, gadis kuat yang merupakan berkat dari Tuhan untuk Ibu ... hidupmu akan mengalami kesukaran dikemudian hari, maafkan Ibu tidak bisa melindungi mu,"


"Tetapi Ibu yakin semesta telah menyiapkan sesuatu untuk mu, sebuah kehidupan yang berbeda dari Ibumu ... kehidupan dimana kau akan diliputi oleh cinta dan kasih sayang ..."


"Semua Keberuntungan Ibu akan Ibu limpahkan kepada mu ..."


"Dan nanti jangan terlalu membenci Ayah mu, ketika ia tahu semua kebenaran, dia akan menderita dan hukuman itu sudah cukup untuk nya ..."


Camelia menangis sendirian di ruangan pasien persalinannya, dia memeluk bayinya yang ia tahu akan mengalami banyak sekali kesukaran.


Apalagi Camelia sudah tahu jika Julia dan saudara laki-lakinya telah merencanakan sesuatu yang jahat untuknya.


Jacob datang denagn senyumannya yang merekah, mengetahui jika Arabelle adalah anak kandungnya.


"Camelia ... aku datang ..." serunya duduk di sisi ranjang Camelia dimana Camelia nampaknya seperti tengah tertidur.


"Camelia ... maafkan aku selama ini meragukan mu, ketakutan dan kemarahan ku telah merubah sikap ku, tetapi perasaan ku tidak pernah berubah jika aku sangat mencintaimu ..."


Jacob berbicara panjang lebar, dia berbicara dengan hatinya yang menjadi ringan mengetahui jika dia dan istrinya akan kembali seperti dulu lagi.


Tetapi tak ada jawaban dari Camelia ...


"Camelia ..."


"Camelia ..."


Jacob memanggil istrinya itu beberapa kali, lalu ketika Jacob meraih tangan istrinya, tangan itu terkulai lemas dan dingin sekali.


Dengan ketakutan yang teramat sangat, Jacob memeriksa nadi Camelia dan nadinya sudah tak berdetak lagi.


Dunia Jacob segera runtuh, dia tak bisa berbicara untuk beberapa saat.


Dia memegangi bahu Camelia dan teriakan juga linangan air matanya segera memenuhi.


"TIDAK ... TIDAK ... TIDAK!"

__ADS_1


"CAMELIA!"


"TIDAAAAAKKK!"


Jacob berteriak, dia tak bisa menerima Ini semua, fakta jika Camelia telah pergi selamanya.


Dia ingat dengan ucapan istrinya sebelumnya ketika ia meragukan ayah dari bayi mereka.


"Apakah ini yang kau maksud? apakah kau ingin menghukum aku?"


"Tidak! aku bersalah ... aku minta maaf, jangan pergi!"


"Camelia!"


Jacob berteriak, dia tak mampu menangani hatinya yang hancur dan menjadi kosong.


Dia tak mau melepaskan tangan Camelia yang sangat dingin, dan seperti ucapan Camelia, jika semuanya sudah terlambat.


Jacob masih merasa Camelia bunuh diri dengan meneguk racun, dia sama sekali tidak tahu hingga sekarang akibat kematian istrinya bukanlah bunuh diri melainkan dibunuh oleh Julia dan Julio.


Mungkin ketika Jacob mengetahui fakta itu, hukuman yang paling menyiksa akan diterima oleh Jacob lagi.


Seperti yang disebutkan Camelia, jika ketika Jacob mengetahui semua kebenaran maka derita itu sudah cukup menjadi hukuman bagi Jacob.


.


.


Sebelum semuanya itu,


Camelia sebenarnya memiliki beberapa teman pelayan di kediaman suaminya, para pelayan yang sudah melayani Camelia sebelum Julia datang.


Camelia meminta kepada mereka untuk menjaga Arabelle dan menjadi sandaran ketika Arabelle merindukan ibunya.


Meminta mereka menyimpan buku harian yang berisikan kisah hidupnya, dan beberapa kejahatan Julia dan Julio yang sebenarnya sudah merencanakan pembunuhan Camelia sejak awal.


Para pelayan itu lah yang terus menjaga Arabelle, dan yang menyelematkan Arabelle ketika mencoba menyayat nadinya dulu karena terlalu depresi dan menderita atas siksaan Julia.


.


.


.


.


Author : Guys aku udah selesai crazy up, dan sesuai pengumuman hari ini adalah hari terakhir crazy up ya hehe 😘


Mungkin besok aku ga update dulu sehari ya semuanya, aku udah terlalu lelah nih dikejar update setiap hari apalagi crazy up 🥺


Biar ide nya fresh lagi, biar semakin bagus nanti konflik akhirnya.


Jangan luka di like, komen dan jika berkenan gift nya ya hehe

__ADS_1


Sayang kalian banyak banyak 😘❤️


__ADS_2