
Episode 110 : Suasana genting!
.
.
.
Arabelle menarik nafas dan membuang nafas secara teratur, keringat membahasi dahi nya karena sangat tegang ketika bersembunyi tadi.
"Pak Drake, ternyata kau mengkhianati Ayahku!"
"Dan Julio?"
"Ternyata selama ini kau berada di belakang layar! awas saja kalian semua!"
"Tidak akan aku biarkan! walau aku membenci Ayahku tetapi dia sama sekali tidak pantas menerima Pengkhianatan dari kalian semua!"
Geram Arabelle melihat butiran gula yang tersisa di atas meja dan lantai.
Dia mengambil tisu lalu dengan sangat hati-hati mengambil butiran gula dan menyimpannya.
Setelah itu Arabelle mencuci tangan di kamar mandi ruangan kerja ayahnya.
Tanpa menunggu lama, Arabelle keluar dari ruangan itu dengan sangat hati-hati.
Dia harus segera memberikan butiran gula yang ia dapatkan untuk segera diselidiki di lab.
Dia harus menyelesaikan segalanya hari ini juga.
.
.
.
.
__ADS_1
Di rumah sakit,
Hera Noir dan Vernon Frost telah tiba di rumah sakit, disana masih ada Julia Liu.
Sedangkan Daren sudah berada dalam perjalanan menuju perusahaan ayahnya berdasarkan perintah Ibunya.
Karena Daren harus mengambil alih pekerjaan Ayahnya ketika Ayahnya tiba-tiba saja jatuh koma.
Ketika Julia melihat kedatangan Hera Noir dan suaminya, Julia terlihat kesal.
'Kenapa mereka harus datang sekarang sih?'
'Aku harus segera kembali dan berbicara dengan Julio, aku juga harus mempersiapkan pers atas keadaan Jacob yang tiba-tiba koma!'
Julia merasa kedatangan Hera Noir dan suaminya terasa terlalu cepat dan mengganggu beberapa rencananya.
Julia belum sadar jika Arabelle telah mengatur semua ini untuk mengalihkan perhatian Julia.
"Julia ... kami datang ke sini untuk sedikit memberikan penghiburan ... sangat mengejutkan hal ini bisa terjadi ... yang sabar ya ..."
Hera segera datang meraih tangan Julia Liu, sedangkan Vernon langsung duduk di sisi ranjang pasien Jacob Joseph.
.
.
Disaat yang bersamaan,
"Cepat melaju, gunakan kecepatan penuh, aku harus sampai disana dengan cepat!"
Geram Julio masih saja bingung dan menerka-nerka siapa yang bisa meruntuhkan kekuasaannya disana.
Hanya dalam waktu singkat, dan sekarang ini dia telah menjadi buronan disana, mungkin sebentar lagi berita nya akan sampai ke negara ini.
Jadi sebelum Julio lari bersembunyi, dia harus menjadi pewaris kekayaan keluarga Joseph secara sembunyi-sembunyi, agar saat ia kembali nanti dia bisa membangun kejayaan nya lagi.
Sesampainya di kediaman kuasa hukum keluarga Joseph, Julio langsung mengintimidasi dengan mengepung lelaki tua itu dengan para anggota yang dilengkapi persenjataan lengkap.
__ADS_1
Kuasa hukum itu tentu saja ketakutan setengah mati, dia bergetar hebat dengan wajah yang sangat pucat.
Belum pernah ia di todong senjata sebelumnya.
"Kau adalah kuasa hukum keluarga Joseph, kau harus melakukan sesuatu untukku dengan cepat!"
"Kau harus mengubah nama ahli waris di surat warisan Jacob, kau harus mengubah menjadi namaku!"
"Ingat jika ini bukanlah permintaan tetapi perintah!"
Julio mengancam lelaki tua itu, dia tengah ada di ruangan kerjanya dimana saat ini di kediamannya masih ada keluarganya.
Jika dia tidak menuruti perintah dari Julio maka keluarganya akan lenyap.
"Tu ... Tuan Julio, bukankah pewaris nya adalah keponakan mu sendiri? kenapa harus di ubah?"
Lelaki tua itu masih bertanya dengan alasan tiba-tiba Julio yang meminta hal yang tidak-tidak.
"Diamlah! bukan urusan mu!"
"Sebentar lagi Drake akan membawakan berkas aslinya, kau harus mengubahnya secepat mungkin!"
"Jika tidak ... keluarga mu akan mati di tangan ku!"
Geram Julio merasa tak memiliki waktu banyak lagi, kakinya bahkan menghentakkan di lantai karena tidak sabar ingin segera bersembunyi untuk sementara waktu.
Karena kekacauan yang sepertinya benar-benar diatur sedemikian rupa, bagaimana tidak, orang yang mengacaukan Julio sengaja mengusik Julio ketika berada di luar negeri.
Yang artinya Julio tak bisa melakukan banyak hal.
Siapapun yang merencanakan ini, orang itu pasti adalah orang jenius.
.
.
.
__ADS_1
.
Author : Guys doain ya besok bisa Crazy up ❤️😌