
Episode 38 : Noah memiliki sebuah rencana untuk Arabelle.
***
Noah terlihat begitu bangga ketika menggendong istrinya, tanpa menunggu lama mereka akhirnya sampai di mobil dimana Finn tengah menunggu mereka.
“Selamat datang Tuan Noah, Nyonya Arabelle …” serunya sopan sembari membukakan pintu mobil untuk keduanya.
Noah tersenyum penuh arti kearah Finn, seolah mereka sudah memiliki rencana untuk hari ini.
Arabelle yang masih malu melihat Finn masih bersembunyi di dalam dada suaminya, sampai ketika Noah menaruh Arabelle yang ia gendong dengan lembut ke kursi mobil.
“Apa yang sebenarnya Tuan rencanakan? Ada apa ini sebenarnya? Mengapa tiba-tiba datang dan …” belum selesai Arabelle menyelesaiakan ucapannya, dan sisi cerewet nya yang benar-benar telah kambuh jika bersama Noah.
“Shhh …” Noah menyela bibir Arabelle menggunakan jari telunjuknya.
Lalu secara sepihak lagi menarik pinggang istrinya agar berdekatan dengannya, tangannya merangkul dengan bangga dan senyumannya yang penuh dengan kebanggan membuat Arabelle semakin bingung dan penasaran dengan rencana Noah sebenarnya.
Arabelle melihat tangan kokoh suaminya berada di bahunya dengan mata mengernyit.
__ADS_1
“Setidaknya saat bersamaku kau berbicara dengan santai, cerewet dan kau menampilkan jati dirimu, berarti aku adalah orang spesial dalam hidupmu!”
“Itu sudah cukup menjelaskan bagaimana sebenarnya kau sangat menyukai aku! Hahaha!” Noah tertawa bangga.
Dia suka ketika Arabelle memngomel dan bertanya banyak hal, yang artinya Arabelle cerewet hanya untuk dirinya.
Arabelle menatap dengan bola mata yang melebar dan bulat, dia geleng-geleng kepala dan hanya bisa menghela nafas dalam seolah memperlihatkan bagaimana Arabelle sama sekali tidak mengerti cara berpikir dari suaminya ini.
‘Sungguh sepertinya sebelum kesini dia terbentur sesuatu yang keras di kepalanya, bagaimana mungkin dia percaya diri sekali mengatakan aku menyukai nya! Haduhh …’ benak Arabelle tak lagi mencoba untuk memberontak dan menjauh.
Dia tahu jika dia terus menjauh maka Noah akan semakin mendekat dan mungkin akan semakin merangkulnya dengan sangat erat.
Entah kemana mereka akan pergi, namun Noah sudah memiliki ide cemerlang untuk hal ini.
“Bagaimana dengan kakimu? Apakah masih sakit? Haruskah kita ke rumah sakit?” tanya Noah kepada istrinya yang sudah melihat ke arah berbeda darinya.
Arabelle memutuskan melihat jalanan yang mereka lewati kjetimbang berfokus ke randoman sikap suaminya.
“Hmm … aku baik-baik saja Tuan,” seru Arabelle masih saja melihat ke arah yang berbeda.
__ADS_1
Sekarang Arabelle tengah memikirkan bagaimana cara membalas ibunya dengan ucapan sembarangan Ibunya tadi, dia harus membuat Ayahnya mulai memihak kepadanya menggunakan perkataan tadi.
Dimana Julia secara langsung mengkonfirmasi jika dia memata-matai Noah dan Arabelle, dan dari kedatanagan Noah, Julia telah terbukti berbohong dan menghasut ayahnya.
Arabelle harus menggunakan senjata kecil itu untuk mulai mengambil hati Ayahnya.
Di tengah Arabelle mencoba mencari cara, Noah terus menatap istrinya yang berwajah serius.
“Istriku ini benar-benar cuek sekali, tetapi tak apa … aku semakin suka,” seru Noah masih saja tersenyum bangga sembari mendekap istrinya menggunakan tangannya.
Tanpa sadar keduanya sampai ke sebuah tempat dimana awalnya Arabelle tidak terlalu memerhatikan, jika keduanya tidak pulang ke rumah pengantin mereka.
Sampai ketika ia keluar dari mobil, mata Arabelle melebar dan dia segera menoleh kearah Noah.
.
.
.
__ADS_1
.