
Episode 99 : Aku pasti akan membantu mu.
***
Julia menatap sinis Arabelle yang menangis menggenggam tangan Ayahnya, dia merasa semua ini terjadi juga karena Arabelle sendiri.
Jika saja Arabelle tidak berulah dan membuatnya kesal maka mungkin Ayahnya hingga sekarang akan tetapi sehat.
'Heh! kau menangis karena Ayah mu sakit, semua ini karena kau juga!'
'Sebentar lagi adalah giliran mu sialan!'
Geram Julia sungguh tak bisa menyembunyikan tatapan penuh kebencian terhadap Arabelle.
Sungguh jika bisa, Julia ingin sekali menampar dan menghabisi Arabelle dengan tangannya sendiri.
Sama seperti yang ia lakukan dahulu, jika Arabelle tidak mau menurut atau membuatnya kesal maka Julia akan menghabisinya Arabelle menggunakan pukulan atau cara yang sadis lainnya.
Julia sama sekali tidak sadar ketika dia menatap sinis ke arah Arabelle, ada sepasang mata elang yang begitu tajam tertuju ke arahnya.
Seperti seekor singa yang hendak menghabisi mangsanya, dia mengikuti gerakan mata Julia yang menatap sinis kearahnya.
"Astaga?"
gumam Julia pelan ketika di tatap begitu mengerikan oleh Noah yang tepat berada di belakang istrinya.
Julia menunduk sebentar untuk menyembunyikan rasa gugupnya.
Lalu kemudian ia melihat lurus lagi dan tersenyum palsu.
"Nak Noah, saya tidak menyangka Nak Noah menyempatkan waktu datang kesini bersama Arabelle," seru Julia segera berdiri dan hendak menyambut Noah.
Noah yang mendengar itu tetap menatap tajam, dengan tatapan dan aura yang begitu mematikan dia menyeringai tajam.
"Tidak ku sangka anda bisa tersenyum disaat seperti ini dan anda bahkan tidak menyambut putri anda sendiri ..."
"Lelucon yang sangat menjijikkan!"
Geram Noah hendak menekankan kepada Julia, jika Noah sudah tahu segalanya, apapun yang dilakukan oleh Julia, semuanya diketahui oleh Noah.
Dan Noah tak akan pernah Sudi disambut oleh orang seperti Julia.
'Kenapa Noah kelihatan sangat membenci ku, apakah anak murahan sialan ini mengadu kepada suaminya? tetapi sejauh yang aku tahu dia bukanlah tipe orang yang mau mengadu?'
'Ah ... pasti itu hanyalah firasat ku saja,'
'Aku tidak boleh terpancing emosi, aku harus pergi dari sekitar lelaki ini secepatnya!'
__ADS_1
Seru Julia dalam dirinya, dia sepertinya tidak ingin berlama-lama di tatap tajam oleh Noah.
Jika Julia diancam melalui tatapan mengerikan seperti itu maka mungkin Julia akan kehilangan kesabarannya.
Julia tetap tenang dan dia tersenyum ke arah Noah.
"Nak Noah, sepertinya anda sedang kelelahan sekali sampai anda terlihat sangat marah kepada saya ... saya akan memberikan waktu untuk kalian berdua disini kalau begitu ..." seru Julia tidak akan terpancing emosi dan nanti akan menghancurkan rencana mereka.
"Ayo Daren ... kita keluar dulu, sepertinya meraka tidak menyukai kita ada di tempat ini ..." seru Julia mengajak Daren untuk segera ke luar ruangan bersamanya.
Daren yang tak mau berdebat dan memperpanjang segala masalah saat ini hanya diam saja dan menurut.
Ayahnya baru saja jatuh koma, bukan saatnya bagi Daren mencari perkara dengan Noah ataupun Arabelle.
.
.
.
Setelah Julia dan Daren keluar dari ruangan ...
"Sayang ... apakah kau baik-baik saja?"
Noah segera berlutut agar bisa sejajar dengan tubuh Arabelle, sehingga dia bisa mengusap air mata istrinya.
"Aku sedang tidak baik ... aku harus melakukan sesuatu,"
Seru Arabelle dengan teguh, tahu dia tak boleh mengundurkan waktu lagi, jika tidak maka Ayahnya akan berakhir seperti Ibu kandungnya.
Noah mengusap rambut istrinya kemudian memeluknya dengan erat.
"Aku akan mendukung mu, lakukan semua yang ingin kau lakukan, aku akan membantu mu!"
"Ah ... sebagai awal mula dari misi mu itu, ada sesuatu yang ingin aku beritahu kepada mu, aku ingin mengatakan hal ini lebih awal akan tetapi aku memutuskan tidak mengatakannya karena aku takut jika aku memberitahu mu fakta ini maka misi balas dendam mu akan cepat berakhir dan kau tidak akan membutuh kan aku lagi ..."
"Tetapi sepertinya aku tidak takut akan hal itu lagi, karena kau sudah menjadi milikku seutuh nya ..."
Seru Noah hendak memberitahu sesuatu hal yang akan sangat mengejutkan.
Dan mungkin karena ini maka misi Arabelle akan dengan cepat berakhir.
Mata Arabelle melebar ketika itu, lalu ia mendengar apa yang sudah diketahui oleh Noah ...
".............."
Lalu ketika Noah memberitahu mengenai hal itu, mata Arabelle melebar dan dia tersenyum sangat lebar.
__ADS_1
"Benarkah? astaga ... sudah ku duga," seru Arabelle sudah tahu langkah apa yang akan ia lakukan pertama kali.
"Iya ... bukti nya ada di perusahaan ku, saat lalu aku meminta Finn menyelidiki dirimu tetapi ternyata aku mendapatkan bonus itu ..."
"Bagaimana, bukankah aku hebat sayang?"
Seru Noah benar-benar sangat narsis.
"Iya ... kau hebat sekali, sekarang aku hanya tinggal memberikan perlindungannya ketat di sisi Ayahku, jika aku benar pasti orang terdekat Ayah telah berkhianat, makanya Ayah bisa sampai koma begini ..."
Seru Arabelle sangat yakin, Arabelle merasa anak buah Ayahnya berkhianat kepadanya dan melemahkan keamanan Jacob, sehingga seseorang yang berniat meracuni Ayahnya bisa melaksanakan aksi nya dengan sangat bebas.
.
.
Di saat yang sama di perusahaan Jacob,
"Hahaha, berkat kau aku bisa meracuni nya dengan mudah, aku akan memberikan mu upah sesuai perjanjian, asalkan kau merahasiakan ini sampai mati!"
Julio tertawa terbahak-bahak di ruangan kebesaran yang seharusnya menjadi ruangan Jacob.
Dan sesuai dugaan dari Arabelle, assiten pribadi Jacob telah berkhianat kepada Jacob.
Sebelum Julio bisa memberikan racun berkadar rendah dengan efek samping yang dahsyat dimana ketika racun itu masuk ke dalam tubuh maka senyawa nya akan segera larut di dalam tubuh dan tak akan bisa di deteksi oleh pemeriksa apapun.
Assiten pribadi Jacob juga sudah memberikan rabun berkadar rendah itu di setiap minuman Jacob seminggu terakhir.
Karena racun itu memang harus dikonsumsi beberapa kali oleh korban sehingga membuat korban benar-benar jatuh koma dan tak akan pernah bisa bangun lagi.
"Tentu saja Tuan, saya akan menutup mulut saya sampai saya mati," balas assiten pribadi Jacob itu tersenyum.
Bagaimana pun upah yang dijanjikan oleh Julio sungguhlah fantastis, tentu saja dia tak akan menolak hal itu walau dia harus mengkhianati Jacob Joseph.
"Tetapi aku memiliki misi yang lain untuk mu, aku akan menggandakan upah yang aku tawarkan asalkan kau mau melakukan ini ..."
Julio memberikan penawaran yang lain, mengenai misi lain yang sepertinya akan sanggup dilakukan oleh assiten pribadi Jacob Joseph ini.
.
.
.
.
Author : Jika ada typo tolong di komentari saja ya, agar langsung aku perbaiki, maapkeun juga jika semisal masih banyak typo, aku ngetik ngebut soalnya, kejat target crazy up 🥺
__ADS_1
Btw Jangan lupa berikan like, komentar dan jika berkenan gift hehe ✌️❤️