
Episode 67 : Kau harus cemburu, itu wajib!
***
"Apakah kita sudah bisa pulang? aku mengantuk sekali."
Arabelle akhirnya sudah usai menjalani serangkaian prosedur pemeriksaan kesehatan mendadak oleh karena suaminya.
*Tiba-tiba terdengar Guntur dan suara petir menyambar*
"Ahhh ... apakah hujan menjadi sangat lebat?"
"Aku takut!"
Arabelle belum mendapatkan jawaban dari suaminya, tetapi suara guntur yang sangat mengerikan membuat jantungnya berdegup sangat kencang dan ketakutan berlebihan.
Tadi, dia sedikit bersandar di ranjang pasien namun saat ini secara refleks dia memeluk Noah dengan sangat kencang dan mencengkeram bajunya dengan kuat.
Mata Noah melebar ketika mendapatkan pelukan secara tiba-tiba, dia suka ketika Arabelle bertindak seperti ini.
Membuat Noah meleleh dan ingin melanjutkan kegiatan ini ke tahap selanjutnya.
'Ah ... Noah, istrimu takut dengan Guntur dan petir, bisa-bisanya otak mu memikirkan adegan nakal! dasar bejat kau otak!'
Noah memarahi dirinya sendiri, bagaimana baru saja terlintas di otaknya cara ampuh dan jitu untuk menggoda Arabelle agar mau melakukan hubungan suami isteri.
Padahal Arabelle sekarang tengah ketakutan.
"Sssttt ... tenanglah, tidak akan ada yang melukai mu jika ada aku di sini,"
"Aku akan menjaga mu,"
Noah memeluk Arabelle, memejamkan matanya melawan segala godaan hasrat yang menggempurnya tanpa ampun.
Ini sudah terjadi sejak tadi siang, adik kecil sudah meraung-raung minta dipuaskan.
Tetapi, Noah sadar langkahnya akan terlalu terburu-buru jika langsung menyergap Arabelle.
Arabelle layaknya landak, harus diperlakukan dengan lembut, jika diperlakukan kasar maka durinya siap menembak dan melukai tangan.
.
.
.
Noah mengusap rambut istrinya, mengelusnya dengan begitu lembut.
Sedangkan Arabelle yang benar-benar ketakutan itu merasa jika mungkin tidak seharusnya mereka pulang, lebih baik menginap di rumah sakit saja.
"Jika hujan deras nya masih turun, aku rasa kita jangan pulang, aku benar-benar takut ... kita menginap di rumah sakit saja, apakah kau akan keberatan?"
Arabelle dengan posisi memeluk suaminya, memunculkan wajahnya yang tadi ia sembunyikan di dada suaminya.
Matanya bulat, wajahnya terlihat ketakutan namun menggemaskan sekali.
__ADS_1
Noah bisa melihatnya dari dekat sekali, sampai membuat Noah membisu dan tak bisa berkata-kata.
"Sayang ... kau cantik sekali, kenapa kau bisa secantik ini? dan kau ada di pelukan ku!"
Bukan nya menjawab pertanyaan Arabelle, Noah malah memuji kecantikan Arabelle yang membuat Noah terpesona setiap harinya.
Arabelle menghela nafasnya berat, setiap wanita pastilah senang jika dipuji cantik, tetapi Arabelle benar-benar sangat ragu dengan segala ucapan Noah.
Mengingat betapa banyak simpanan Noah sebelumnya.
"Masih menggombal, aku ketakutan masih saja menggombal, apakah begini cara mu mendapatkan simpanan mu yang begitu banyak itu?"
gerutu Arabelle mengenal suaminya ini.
Arabelle selama ini menyelidiki mengenai Noah, dan setiap kali Noah berganti pacar, Arabelle benar-benar ingin menjambak rambut Noah saat itu.
Seolah Noah tak pernah puas oleh satu wanita.
"Hehe ... sayang, apakah kau cemburu?"
Noah mendekatkan wajahnya, melihat dengan mata jail dan senyuman nakal.
Arabelle segera melepaskan pelukannya dari Noah ketika menyadari Noah tengah menggodanya lagi dan lagi.
"Aku tidak cemburu, mengapa aku harus cemburu? aku ini teguh pendirian ... tidak akan goyah!" celetuk Arabelle membuang muka.
Ketika Arabelle membuang muka, pipinya yang menggembung itu terlihat dengan jelas.
Bentuk wajah Arabelle memang proposional, ditambah pipinya menggembung cantik membuatnya terlihat imut disaat yang bersamaan.
Noah suka sekali mencubit pipi istrinya, karena sangat menyenangkan baginya.
Wajah Arabelle benar-benar terlihat sangat imut ketika Noah mencubit kedua pipi istrinya dan mata bulatnya mengarah kepadanya.
"Kau harus cemburu, itu wajib!"
"Aku kan sudah mengatakan nya tadi kepada mu, jika aku sudah suka kepada mu, jadi kau wajib suka kepada ku!"
"Dan sebagai tambahan, sepertinya mata-mata mu kurang profesional, apakah dia tidak mengatakan jika aku tidak pernah sekalipun menggoda mereka!"
"Mereka lah yang berlomba-lomba untuk mendapatkan aku, aku ini lelaki rebutan para wanita!"
"Tetapi itu dulu, ketika aku belum menikah ... sekarang aku sudah memiliki mu, jadi aku tidak akan bermain wanita lain!"
"Walau mereka menggoda ku bagaimana pun, aku tidak akan tergoda, karena bagiku tak ada yang bisa melawan keseksian istriku!"
Noah berbicara dengan sangat jelas dan percaya diri.
Mungkin di muka bumi ini, hanya Noah seorang yang menyatakan perasaannya dengan lantang dan tak malu-malu.
Apalagi ketika mewajibkan seseorang yang ia suka harus menyukai nya juga.
"Hahh! sejak kapan ada peraturan jika kau menyukai seseorang maka orang itu harus menyukai mu juga, setiap orang bebas menyukai orang lain!"
Arabelle merasa protes dengan ucapan Noah yang mengatakan jika dia wajib menyukai Noah.
__ADS_1
"Sejak aku menyukai mu, apa maksud mu kau bebas menyukai orang lain selain aku? coba saja kau menyukai orang lain, maka orang lain itu akan lenyap oleh ku?"
Seperti biasa, Noah sama sekali tak akan pernah mau kalah dalam perdebatan nya dengan istrinya.
Dan jawabannya kali ini cukup mengerikan, padahal Arabelle tidak mengatakan dia akan menyukai orang lain akan tetapi Noah menyimpulkan nya seperti itu.
*Terdengar lagi suara guntur dan petir*
"Ahhh ..."
Arabelle kembali memeluk suaminya.
'Kemenangan combo! huahahaha!'
Noah senang sekali ketika Arabelle melempar tubuhnya ke dalam pelukannya.
Menenangkan Arabelle sembari memeluknya adalah hadiah bagi Arabelle.
.
.
.
Di kediaman keluarga Frost,
"Begitu ya, ternyata wanita itu tidak lah lemah sama sekali, dia semakin menarik?"
"Jadi selama ini dia hanya berpura-pura lemah, kita lihat apakah dia bisa bersanding dengan putra ku atau tidak ..."
Hera Noir, keluarga bangsawan yang sangat agung, keluarga Noir terkenal dengan wibawa dan kekuatannya dalam taktik perang pada jamannya.
Keluarga Noir sangat disegani dan diberikan penghargaan oleh negaranya sebagai bangsawan yang agung.
Hera Noir, baru saja menerima laporan dengan segala kejutan yang ditimbulkan oleh Arabelle.
Gadis yang ternyata menyembunyikan kepintaran, kecerdikan dan keberaniannya di dalam tubuh yang mungil dan sandiwara ketika tinggal bersama Julia Liu.
"Ikuti terus perkembangan Arabelle, mungkin sebentar lagi aku akan mengundang nya dalam acara minum teh!"
Hera meminta suruhannya untuk tetap menyelidiki Arabelle.
Hera memiliki keinginan untuk membawa Arabelle ke acara minum teh para bangsawan, dan para elit, jika memang Arabelle memiliki kemampuan yang mumpuni, maka Arabelle akan mampu mengubah stereotipe yang menyatakan jika pemimpi perusahaan hanya boleh seorang lelaki.
Bagaimana pun, itu adalah tradisi mereka, tetapi ketika mendengar Arabelle menjadi salah satu pemimpin, benar-benar membuat Hera bergejolak dan ingin melihat perkembangan Arabelle selanjutnya.
.
.
.
.
Author : Jangan lupa berikan like, komen dan jika berkenan gift ya hehe..
__ADS_1
Terus dukung akikah ya guys, luph you sekebon jeruk.
Dua episode lagi nyusul 😍😘