
Hari berikutnya, Yeon beserta Mira akhirnya benar-benar pindah ke penthouse pribadi milik Yeon.
Walaupun kedua orang tua Yeon sangat tidak rela jika sang anak dan menantu tinggal terpisah darinya, keduanya pun berusaha mengerti akan keputusan yang di ambil oleh Mira dan Yeon.
"Aku tidur di kamar mana ini? Disini hanya ada dua kamar kan? Jadi nanti Tyas yang akan tidur berdua dengan kamu kan?" ucap Mira yang membuat Yeon kembali bingung.
"Baiklah kalau begitu, biar aku tidur di kamar tamu saja. Silahkan kalian mau melakukan hal apa pun namun jangan sampai mengusik kehidupan nyaman ku disini," ucapnya Mira lagi dan segera memasukkan koper keperluan pribadinya ke dalam kamar tamu.
Sedangkan Yeon pun hanya mampu bergeming menatap pintu kamar tamu yang telah tertutup sempurna dari dalam.
Hingga tak lama kemudian, Tyas pun nampak sudah hadir didalam penthouse nya tersebut.
"Akhirnya aku bisa memantau kehidupan pribadi kalian berdua sayang. Memang penthouse kamu ini sangat lah nyaman untuk kita tinggali dan sangatlah mewah. Aku akan tidur dengan kamu setiap malam. Dimana letak kamar tidur kamu sayang?" tanya Tyas dengan begitu antusias.
Yeon pun hanya mampu menunjukkan dimana kamar pribadinya berada.
Sedangkan Tyas dengan secepat kilat menguasai seluruh kamar pribadi milik Yeon tersebut.
"Jika mmommy ku berkunjung kemari, maka kamu harus cepat-cepat sembunyi ya sayang. Jangan sampai Mommy ku tahu jika kamu ikut tinggal bersama kita," ucap Yeon dengan merebahkan tubuhnya di atas kasur king size nya tersebut.
"What? Kenapa aku harus bersembunyi jika aku pada akhirnya akan menjadi istri mu yang kedua?" ucap Tyas dengan raut wajah yang terlihat menahan rasa amarahnya.
"Pokoknya jangan sampai Mommy ku tahu, sayang. Nanti soal restu dari keluarga ku tentang kamu, biar aku pikirkan lagi. Sabarlah sayang, tunggu saja sampai Mira melahirkan," ucap Yeon dengan menenangkan hati Tyas agar tidak kembali meledak-ledak.
"Aku harap janin yang sedang istrimu kandung itu bukanlah hasil benih mu. Agar aku bisa menjadi istri satu-satunya milikmu setelah kalian bercerai," ucap Tyas dengan mengelus dada Yeon secara perlahan.
"Baiklah sayang. Namun jangan sekali-kali kamu berbuat onar apalagi berusaha untuk mencelakai Mira serta kandungan nya ya. Jika kamu memiliki niat buruk tersebut maka segera hilangkan lah niat mu itu sebelum aku membuat perhitungan yang lain nya untuk mu karena tidak menaati perintahku," ucap Yeon dengan segera menata seluruh bajunya ke dalam lemari deretan baju-baju.
Mendengar ucapan Yeon yang terkesan mengancam nya pun membuat Tyas terkejut.
__ADS_1
Namun bukan Tyas namanya jika tidak melanggar perintah secara diam-diam.
'Tenang saja, bukan aku yang akan turun tangan secara langsung melukai Mira. Namun orang suruhan ku lah yang akan melakukan seluruh perintahku untuk melenyapkan janin yang kini ada di dalam perut Mira,' gumam Tyas dengan tersenyum licik.
"Sayang ... aku ingin ke dapur terlebih dahulu ya untuk menyiapkan masakan makan malam untuk kita," ucap Tyas dengan segera berlalu menuju ke dapur.
Kali ini memang Tyas benar-benar memasak untuk mereka bertiga.
Namun makanan yang tersaji untuk Mira dan Yeon pun telah dirinya bubuhkan dengan obat tidur dosis rendah.
Agar kedua nya mudah merasa mengantuk dan itu akan mempermudah rencananya untuk memiliki Yeon seutuhnya.
Tanpa sepengetahuan Yeon, sebenarnya Tyas telah membeli sejumlah racikan obat yang telah tercampur ke dalam parfum yang membuat hasrat seseorang yang menghirup aroma tersebut secara otomatis akan terangsang secara tiba-tiba.
Selain itu, parfum tersebut pun dapat menimbulkan gairah yang begitu menggebu dan berhalusinasi jika lawan bermain nya tersebut adalah orang yang selama ini di inginkan untuk di gauli.
Sebelum bertolak ke dapur untuk benar-benar memasak, Tyas pun nampak berbelok ke arah kolam renang tersebut dan terlihat menelepon seseorang.
"Buktikan saja, jika tidak terbukti maka aku akan mengembalikan uang mu lima kali lipat," jawab seseorang di dalam telepon tersebut.
Lantas Tyas pun segera mematikan telepon nya dan bersiap ke dapur.
Dengan perasaan penuh ruang gembira, Tyas pun memasak banyak macam masakan.
Setelah seluruhnya terhidang dengan sempurna, lantas Tyas pun memanggil Yeon serta Mira untuk mencicipi masakan nya tersebut.
Mira pun tak ambil pusing dan segera memakan masakan dari Tyas tersebut begitu juga dengan Yeon.
"Enak, makasih ya, Tyas. Kalian lanjut kan lah, aku akan kembali ke kamarku lagi," ucap Mira dengan sesekali terlihat menguap.
__ADS_1
Begitu juga dengan Yeon.
"Ayo sayang, kita juga harus segera tidur," ucap Tyas dengan menggandeng tangan Yeon yang sudah mulai mengantuk.
Yeon pun seketika menurut. Sebelum Yeon benar- benar jatuh tertidur, maka dengan cepat Tyas menyemprotkan parfum penambah gairah ke dalam baju dan tubuh Tyas.
"Sayang ... jangan tidur lebih dulu," ucap Tyas dengan segera mendusel ke tubuh Yeon.
Yeon yang mencium aroma parfum milik Tyas yang begitu menenangkan pun membuatnya di landa gelisah.
Bayangan di depan nya pun mendadak berubah menjadi wajah dan tubuh Mira yang tengah berusaha merayu nya.
"Sayang ... lihatlah baju yang aku pakai malam ini untuk mu cocok atau tidak?" ucap Tyas yang sengaja memakai lingerie tanpa dalaman sehingga lekuk tubuh serta kedua bukit kembar Tyas pun terlihat secara nyata.
Yeon yang dalam pengaruh parfum pun hanya mampu meneguk ludahnya melihat Mira yang tengah memakai baju transparan yang mempertontonkan kedua bukit indah nya tersebut dengan sangat nyata.
Tubuh Yeon pun kini mendadak panas dingin karena kabut gairah pun telah menyelimuti dirinya. Bahkan senjata miliknya pun telah benar-benar berdiri tegak dengan sempurna.
Tanpa menunggu komando lagi, Yeon pun segera mencium dan merengkuh tubuh Tyas yang di anggap sebagai Mira ke dalam kungkungan.
"Mira ..." rintih Yeon di sela miliknya yang terasa semakin berkedut karena ternyata cairan miliknya telah keluar terlebih dahulu sebelum senjatanya menyatu ke dalam milik Tyas.
Kemudian Yeon pun terkapar dan tertidur karena efek obat tidur di dalam makan malam nya tersebut.
Tyas yang melihat permainan nya berhenti begitu saja tanpa penyatuan pun mengumpat di dalam hati.
"Sialan! Giliran bisa turn on malah miliknya keluar lebih dulu dan tertidur begitu saja," umpat Tyas dengan segera mengambil alat-alat pemuas lembah pribadinya.
Tak lama kemudian, terdengar lenguhan panjang dari mulut Tyas yang menandakan jika milik Tyas pun telah tertuntaskan.
__ADS_1
Tak lupa, Tyas pun nampak memberikan tanda kemerahan di leher Yeon dengan maksud tujuan untuk memperlihatkan pergumulan panas nya malam ini kepada Mira ketika sarapan pagi bersama.
Walaupun di dalam kenyataannya Tyas dan Yeon belum melakukan penyatuan sama sekali.