
"Aku tidak akan pergi! Kamu hanya salah faham terhadapku. Aku telah menyelidiki semuanya. Maafkan aku Mira ... ayo kita mulai pernikahan kita kembali dari awal," ucap Yeon dengan menggenggam erat tangan Yeon.
"Sedang membahas apa kalian hingga tidak menyadari masih ada Mommy disini?" tanya Mommy Yeon dengan mata yang masih terlihat mengantuk.
"Membahas tentang masa depan yang indah bersama istri dan anakku untuk ke depan nya Mom," ucap Yeon dengan tersenyum kikuknya.
"Jangan mau di tipu oleh Yeon ya, Mira. Yeon pun belum meminta maaf kepada mu dengan benar, apalagi menyatakan rasa cinta nya untuk mu. Jadi jangan mudah untuk di bujuk. Mommy mau pulang untuk berganti shift dengan suami kamu itu dulu ya. Awas jangan sampai terperdaya oleh dia," ucap Mommy Yeon sembari menunjuk putra sulungnya tersebut.
"Mom! Jangan terlalu kejam terhadap putra sendiri kenapa sih??" teriak Yeon dengan kesal kearah sang Mommy yang telah melangkah mendekat ke arah pintu keluar.
"Salah sendiri kamu nya lamban dan bodoh," ucap Mommy dengan segera menutup perlahan pintu rawat inap dan meninggal kan rumah sakit dengan cepat.
Tinggal lah kini Mira serta Yeon yang ada di ruangan tersebut.
Yeon pun nampak bingung dengan apa yang harus ia lakukan untuk membujuk Mira agar tidak lagi mendiam kan nya.
Yeon pun memilih untuk segera mengupas dan memotong buah-buahan segar untuk di berikan kepada Mira dari pada berdiam diri dalam keheningan.
"Ayo makan dulu, demi anak kita yang ada di dalam perutmu" ucap Yeon dengan kembali menyuapkan sepotong buah apel ke mulut Mira.
Mira pun menerima kembali suapan demi suapan yang Yeon berikan untuknya.
"Jangan banyak-banyak, perutku sudah tidak mampu untuk menampung banyak makanan lagi," ucap Mira dengan menutup mulut menggunakan kedua tangan nya.
Yeon pun menuruti permintaan istrinya tersebut.
Keduanya pun nampak saling berdiam diri dalam keheningan.
Mira pun nampak melirik sekilas jari jemari Yeon yang masih terlihat polos. Itu artinya Yeon tidak pernah mengenakan cincin pernikahan mereka sama sekali.
__ADS_1
Melihat hal kenyataan tersebut membuat Mira kembali merasa tidak ada guna nya jika mempertahankan pernikahan di antara keduanya.
Hanya dirinya sendiri lah yang selalu menggunakan cincin pernikahan sederhana pemberian dari suaminya tersebut.
Menyadari jika Mira tengah menatap jari jemari nya pun membuat Yeon kembali merasa bersalah.
"Mulai besok aku akan memakai cincin pernikahan kita," ucap Yeon dengan serta mengeluarkan hadiah yang semenjak tadi ingin segera ia berikan kepada Mira.
Yeon pun nampak membuka set kotak perhiasan yang terlihat sangat mewah tersebut dan segera memakaikan kalung berlian dengan perlahan di leher Mira.
"Jangan di tolak dan jangan di lepas. Ini hadiah pertama dariku," ucap Yeon dengan memberikan set kotak perhiasan yang masih terdapat cincin serta gelang di dalam nya.
"Ini terlalu berlebihan, untuk apa kamu memberikan nya untuk ku? Aku tidak ingin kembali terlibat urusan dengan Tyas jika dirinya nanti mengetahui bahwa kamu telah memberikan ku perhiasan semahal ini," ucap Mira dengan berusaha mengembalikan kotak perhiasan tersebut kepada Yeon.
"Kamu istri sah ku. Jadi, kamu lebih berhak mendapatkan ini semua. Tenang saja, setelah ini aku akan segera memutuskan hubungan ku dengan Tyas," tutur Yeon dengan kembali memberikan kotak perhiasan tersebut kepada istrinya.
"Apa semudah itu dirimu memutuskan untuk mengakhiri hubungan kalian dengan segera?" tanya Mira dengan menatap wajah suaminya dengan sangat serius.
Sejujurnya setelah mengetahui kenyataan jika Tyas telah mengkhianati nya dengan masih bermain belakang dengan banyak pria, membuat hati Yeon hancur seketika.
Hubungan yang keduanya jalin selama bertahun-tahun tersebut nyatanya tidak membuat Tyas berubah namun malah semakin membuatnya menjadi-jadi.
Jika soal Tyas yang sudah tidak lagi perawan saja Yeon masih mampu untuk menerima nya dengan berlapang dada.
Namun pada kenyataan nya jika ternyata selama ini sang kekasih yang sangat di cintai nya tersebut memiliki kelainan seksual yang membuatnya gemar menjajakan tubuh nya.
Tujuan nya pun sudah jelas, selain demi mendapatkan pundi-pundi keuangan disisi lain nya juga mampu untuk memberikan kepuasan seksual yang lebih berbeda di setiap permainan pria nya yang menggunakan jasa.
Miris sekali, batin Yeon dengan terus menggelengkan kepalanya agar dapat menghilangkan bayangan kotor antara Tyas dengan para lelaki nya.
__ADS_1
"Jadi kamu bersikap baik kepadaku seperti ini pasti karena kamu ingin menjadikan ku sebagai tameng pelarian dari rasa patah hati yang saat ini kamu rasakan kan?" tebak Mira dengan raut wajah yang kembali berubah menjadi datar.
"Tidak Mira, aku tidak ingin menjadikan kamu sebagai pelarian. Aku telah menyadari jika akhir-akhir ini aku sangat merindukan kehadiran mu. Maafkan ucapan kasarku waktu itu. Aku akan berusaha menjadi suami sekaligus ayah yang baik untuk keluarga kecil kita," ucap Yeon dengan terus menggenggam erat jari jemari lentik Mira.
"Tapi anak ini bukan anakmu!" sentak Mira dengan berusaha melepaskan tangan nya dari genggaman Yeon.
"Aku percaya denganmu jika bayi yang tengah kamu kandung ini adalah darah dagingku," ucap Yeon dengan mengelus perlahan perut istrinya tersebut.
Mendapatkan perlakuan aneh dari suaminya tersebut pun membuat bulu kuduk Mira berdiri seketika alias merinding secara tiba-tiba.
Ada yang aneh, batin Mira curiga.
"Pasti karena kamu telah menyelidiki semua nya kan? Setelah bukti yang kamu dapatkan tidak menunjukkan satu kebohongan pun dari setiap kata yang ku ucap kan jadi kamu berusaha membujuk ku kembali begitu? Terlihat sekali jika sangat tidak tulus," ucap Mira dengan raut wajah yang terlihat datar serta muram.
"Buk—" penjelasan Yeon pun nampak terpotong begitu saja dengan kedatangan Adolfo yang terlihat menyelonong masuk ke dalam tanpa mengetuk pintu nya terlebih dahulu.
"Mira, aku telah membawakan laporan dari tim perusahaan yang telah menggantikan tugas kita menuju ke Jerman beberapa waktu yang lalu. Hasilnya sangat memuaskan," ucap Adolfo dengan menyerahkan dokumen-dokumen salinan yang dirinya dapat kan melalui surel yang di kirimkan oleh utusan nya tersebut.
Mira pun segera menerima dokumen tersebut dengan sangat antusias. Membaca dengan sangat detail.
"Namun seperti nya kita akan menjadi lebih sering untuk bertolak ke Jerman," ucap Adolfo dengan menatap lekat wajah Mira yang terlihat sudah sehat kembali.
"Tidak bisa! Kandungan istriku masih lemah. Aku tidak mengizinkan nya untuk berpergian ke luar negeri," sela Yeon dengan cepat.
"Iya aku tahu dengan hal itu, maka dari itu aku pun juga bingung melihat kondisi kandungan Mira yang belum memungkinkan untuk bepergian menggunakan pesawat," balas Adolfo.
"Biar di gantikan oleh Araa lebih dulu saja. Nanti akan ku berikan surat kuasa kepada Araa. Jika kandungan ku telah memungkinkan untuk bepergian menggunakan pesawat maka aku akan kembali mengambil alihnya lagi," usul Mira dengan cepat.
"Baiklah aku pun setuju dengan usul kamu. Jangan fikirkan apa pun lagi yang membuat dirimu terbebani," ucap Adolfo dengan melirik sinis ke arah Yeon.
__ADS_1
"Jika suami mu itu masih tidak juga berguna dan terus menyakitimu maka segera tinggalkan dia dan datanglah kepadaku, Asmiranda. Dengan senang hati aku akan menerima dirimu beserta calon anak kita," ucap Adolfo dengan cepat serta tanpa merasa sungkan sedikit pun kepada Yeon.
Kurang ajar! batin Yeon dengan raut wajah yang terlihat sekali ingin menghajar lelaki di samping kanan istrinya tersebut.