My Impotent Husband

My Impotent Husband
Bab 56. Cantik Sejak Bayi


__ADS_3

Mira dan Yeon pun kini telah berada di kamar pribadi keduanya.


Hanya saja sedari tadi wajah masam nampak terus menghiasi wajah cantik Mira semenjak selesai mengintrogasi Ji Hyun di ruang rahasia milik keluarga Yeon.


"Sayang? Tolong pilihkan dasi yang cocok untuk atasan yang saat ini tengah ku siapkan," pinta Yeon tanpa melihat wajah istrinya yang masih terus nampak cemberut.


"Ambil sendiri, pilih sendiri! Atau suruhlah Ji Hyun atau pun Tyas untuk memilihkan warna yang cocok untuk atasan kamu itu," jawab Mira dengan ketus dan melangkah menuju ke pintu keluar.


"Heii, Sayang! Mau kemana kamu? Pilihkan dulu warna yang cocok untukku. Sebentar lagi aku ada meeting dengan klien penting setelah cuti lama honey moon kita," ucap Yeon setengah berteriak ketika melihat sang istri melangkah pergi.


Namun seolah Mira enggan menjawab dan menoleh, dirinya pun keluar dari dalam kamar begitu saja dengan membanting pintu tersebut dengan sangat keras.


"Astaga, Mira Lee. Sensitif sekali dia. Mendadak sangat manja, beberapa saat kemudian mendadak emosian. Kali ini kenapa lagi sih istriku? Bukan nya tadi masih terasa adem ayem," gumam Yeon yang pada akhirnya memilih dasi sendiri tanpa di ambilkan dan di pakai kan oleh istrinya tersebut.


Dengan tergesa Yeon pun segera keluar dari kamar nya dan menuruni anak tangga.


"Honey Yeon, mau kemana?" tanya Mira yang kini menyambut dirinya dengan bergelayut di lengan kanan nya.

__ADS_1


"Mau meeting sayang, waktu nya mepet banget ini. Aku pergi dulu ya?" pamit Yeon dengan mengecup singkat bibir istrinya tersebut serta melepas pelukan sang istri.


"Aku ikut ya?" pinta Mira dengan nada merengek.


"Sayang, aku ini mau bekerja. Bukan untuk bermain atau berkencan dengan mu. Tunggu aku di rumah, setelah seluruh pekerjaan selesai maka suami mu ini akan segera pulang," jawab Yeon dengan memberikan pengertian singkat kepada istrinya.


"Aku ingin ikut ... huhu," ucap Mira dengan air mata yang tiba-tiba membasahi kedua pipi cabi nya tersebut dengan mengejar langkah Yeon.


"Kamu disini saja bersama Mommy dan Daddy," ucap Yeon dengan berbalik mengusap air mata sang istri.


"No," jawab Mira.


Yeon yang melihat istrinya sudah merengek menangis dan memperlihatkan puppy eyes nya seperti anak kecil pun tak kuasa untuk menolaknya.


"Yasudah, ganti baju yang lebih tertutup. Aku tidak ingin bagian tubuhmu yang indah di pandang oleh lelaki di luaran sana. Tapi jangan lama-lama, lima menit saja," ucap Yeon.


Mira pun mengangguk dengan cepat dan berjalan setengah berlari menuju ke kamar untuk berganti baju.

__ADS_1


"Jangan berlari!" pekik Yeon begitu miris melihat istri cubby nya tersebut berlarian menatapi tangga.


Hingga tak berapa lama Mira pun sudah turun kembali dengan mengenakan gaun selutut dan berlengan panjang.


Keduanya pun berangkat menuju ke kantor kebesaran keluarga Yeon bersama seorang supir.


Tak berapa lama, keduanya pun telah sampai dan memasuki perusahaan dengan bergandengan tangan.


Setiap karyawan yang melihat Yeon serta Mira pun nampak kagum.


"Serasi banget ya boss muda kita," bisik seorang resepsionis berambut sebahu kepada teman nya yang lain.


"Iya, bikin kita iri. Apalagi Bu Mira terlihat semakin cantik dengan perut yang terlihat buncit," jawab karyawan yang lain.


Mira yang mendengar bisikan pujian dari beberapa karyawan suaminya pun nampak tersenyum senang.


"Sayang, kata mereka aku terlihat semakin cantik. Berikan bonus untuk para resepsionis yang memuji ku dengan jujur itu ya sayang. Aku menyukai kinerja mereka," ucap Mira dengan setengah berbisik ke arah sang suami.

__ADS_1


"Baiklah istriku, apa pun yang kamu minta. Tanpa pujian dari mereka pun kamu memang sudah sangat cantik sedari bayi," tutur Yeon dengan merengkuh tubuh istrinya tersebut.


"Raja gombal!" balas Mira dengan mencubit perut suami nya itu.


__ADS_2