My Impotent Husband

My Impotent Husband
Bab 66. Presdir Arogan


__ADS_3

Kedua orang tua Yeon begitu mendengar sang cucu telah lahir pun segera bertolak ke rumah sakit.


Setiba ke dua orang tua Yeon di ruang inap sang menantu beserta cucunya yang baru lahir pun menjadi heboh.


Bukan nya melihat keadaan sang cucu yang baru lahir malah mengomeli sang anak terlebih dahulu karena tidak memberi tahu sang mommy ataupun sang daddy di kala sang menantu hendak melahirkan.


"Anak kurang ajar! Mommy sama Daddy tidak di hubungi sama sekali! Sekali di hubungi cucu Oma tahu-tahu telah lahir!" teriak sang Mommy dengan menjewer telinga Yeon.


"Aww! Sakit Mom! Malu Mommy! Jangan suka menjewer telingaku di depan anakku yang baru lahir," ucap Yeon dengan berusaha membujuk sang Mommy agar tidak lagi mengamuk.


"Mana sempat Yeon membuka ponsel Mom. Semua keadaan begitu mendadak dan darurat. Lihatlah cucu mama wajahnya tampan sekali mirip seperti ku," ucapnya Yeon lagi.


Sang Mommy pun tersadar akan tujuan utamanya bertandang ke rumah sakit.


Yang pertama di hampiri setelah mengomeli Yeon adalah melihat keadaan sang menantu.


"Bagaimana keadaan kamu sayang? Terimakasih telah melahirkan cucu untuk Mommy dan Daddy," ucap Mommy Yeon dengan memeluk sang menantu penuh haru.


"Berangsur pulih Mom. Mana Yuan? Tidak ikut menengok keponakan nya Mom?" tanya Mira spontan.

__ADS_1


"Yuan hari ini telah berangkat kuliah ke Jepang, Sayang. Mommy minta sekolah ke Jerman atau ke Rusia Yuan nya tidak mau. Tetap keukeh mau kuliah ke Jepang," ucap Mommy Yeon dengan mengusap lembut rambut Mira.


"Oh mau mengejar cintanya mungkin, Mom. Makanya keukeh pengen kuliah ke Jepang. Naomi kan papi nya asli Jepang terakhir kali aku mengobrol banyak dengannya," ucap Mira dengan tertawa kecil dengan sang mama mertua.


"Anak bungsu Mommy baru menyadari kalau jatuh hati setelah Naomi tidak lagi ada lagi di dekat nya," tambah sang Mommy.


Sedangkan sang Daddy yang telah melihat sang cucu yang nampak pulas di dalam keranjang box bayi pun berteriak histeris.


"Astaga Mom! Cucu kita wajah nya sama persis dengan wajah Yeon waktu bayi kan ya ini?? Sini Mom lihatlah cucu kita ini," ucap sang Daddy dengan menarik sang istri agar segera mendekati box bayi.


Sang Mommy pun nampak mengangguk sembari tersenyum lebar.


"Iya benar ini fotokopi an nya wajah Yeon ya, Dad? Mirip sekali. Tidak menyangka jika dulu waktu Mira datang mengatakan tengah hamil cucu kita dan anak bodohmu itu mengatakan dengan sangat percaya diri jika dirinya mengidap impoten,"


"Maafkan aku istriku. Semua ini adalah salah suami kamu yang sangat tampan ini. Memang Jhony ku hanya mau berdiri dengan pawang yang tepat. Tidak mau asal celup," ucap Yeon dengan mengecup tangan sang istri berkali-kali.


"Mungkin takdir lelaki di keluarga kita seperti itu ya, Son. Hanya mampu berdiri bersama pawang yang tepat. Ini pawang Daddy," ucap sang Daddy dengan memeluk erat sang istri.


Mommy Yeon yang mendengar bualan sang suami pun terlihat mendecih sebal dan kemudian tertawa bersama.

__ADS_1


Sedangkan di tempat yang berbeda, nampak Jerome melamun tidak bersemangat.


Pekerjaan nya pun nampak terbengkalai dan banyak klien yang mengeluh akan kinerja Jerome yang tidak seperti sebelumnya.


"Beraninya sekertaris Park memberikan surat resign nya pagi ini ke manager personalia. Tidak bisa! Aku harus membawanya kembali menjadi sekretaris ku!" teriak Jerome dengan memekik kesal.


"Aku tidak suka berganti-ganti sekertaris. Akan aku ubah surat kontraknya sebelum pergi ke tempat tinggalnya. Agar sekertaris Park tidak bisa keluar dari perusahaan ku seenak jidatnya," ucap Jerome kemudian.


Jerome pun mengambil surat perjanjian kerja perusahaan nya dengan sekertaris Park dan kemudian mengganti poin-poin nya.


"Aku ganti poin yang ini sajalah," ucap Yeon dengan mengganti poin tersebut dengan kalimat yang lain.


Jika pihak kedua mengundurkan diri dari perusahaan sebelum masa kontrak habis maka pihak kedua harus membayar denda senilai lima puluh milyar Won.


"Oke aku ganti salah satu poin seperti ini saja surat kontraknya. Pasti sekertaris ku itu tidak akan menyadari jika telah ku ubah sedemikian rupa. Aku yakin sekertaris ku itu tidak akan mampu untuk membayar denda pinaltinya," batin Jerome dengan tersenyum senang.


Dengan tak lupa Jerome pun menghubungi sang pengacara untuk segera menuju ke alamat tempat tinggal sang sekretaris untuk membawa sekertaris nya kembali.


"Kita bertemu ke alamat rumah sekrtarisku. Buat agar dirinya tidak bisa keluar dari perusahaan ku seenaknya," ucap Jerome di dalam sambungan teleponnya.

__ADS_1


Setelah sambungan terputus Jerome pun segera membawa lembaran surat kontrak kerja tersebut dengan senyum cerah ceria menuju ke rumah sang sekretaris.


"Tunggu kedatanganku sekertaris bawelku. Tuan Presdirmu yang sangat arogan ini akan mengikatmu kembali ke perusahaan ini," ucap Jerome dengan menyalakan mesin mobilnya.


__ADS_2