My Impotent Husband

My Impotent Husband
Bab 49. Rahasia Daddy Yeon


__ADS_3

Setelah membanting ponsel milik ketua bodyguard, emosi Tyas pun semakin menjadi-jadi.


Melempar seluruh benda-benda yang ada di dalam apartemen tersebut ke arah para bodyguard yang mencoba untuk meringkus tubuhnya.


"Arrghh!! Keluarkan aku dari sini, sialan!" pekik Tyas dengan terus melempar benda apa pun ke para bodyguard.


Para bodyguard pun dengan mudah menangkap Tyas yang nampak terus meronta-ronta serta berteriak seperti orang kesurupan.


"Aku tidak ingin kembali terkurung disini! Keluarkan aku!" teriak Tyas lagi dengan meronta sekuat tenaga mencoba untuk melarikan diri.


"Nona! Jangan seperti ini! Jika yang ada di dalam perut Nona benar-benar keturunan keluarga Jee maka itu akan sangat berbahaya untuk nya!" teriak Bibi asisten rumah tangga yang nampak ikut memegangi tubuh Tyas.


"Tutup mulut kalian! Aku memang pelacur murahan seperti yang Tuan kalian tahu! Aku pun tidak tahu janin yang ada di dalam perutku ini milik siapa! Panggilkan Tuan kalian agar segera kemari dan membebaskanku! Aku sudah bosan hidup di bawah kekangan kalian!" ucap Tyas dengan emosi yang meluap.


Rasa cemburu yang membara di hatinya serta sudah terlalu bosan di kekang oleh banyak bodyguard lah yang membuat Tyas menyerah dengan mengatakan semuanya.


Toh seluruh keluarga Yeon sudah mengetahui jika dirinya telah sering menjajakan tubuh nya kepada banyak pria di luaran sana.


"Jangan kalian fikir hanya aku sajalah manusia hina disni!" ucap Tyas kemudian dan terdengar bunyi pintu apartemen nampak terbuka dari luar.


"Jika bukan hanya kamu saja maka siapa lagi yang pantas kami sebut sebagai manusia hina yang lain??" tanya Mom Yeon dengan nada mengejek ke arah Tyas.


Kemudian dari arah belakang datanglah Daddy Yeon yang nampak di ikuti oleh Darren.

__ADS_1


Melihat manusia hina yang lain nya lagi telah datang pun membuat Tyas tertawa dengan terbahak-bahak.


"Hahaha ... jangan Nyonya pikir jika Nyonya adalah satu-satunya wanita yang di cintai oleh suami Anda yang tak lain dan tak bukan adalah manusia hina yang lain nya setelah saya," ucap Tyas dengan menunjuk wajah Daddy Yeon.


Melihat kemana arah Tyas menunjuk pun membuat Mommy Yeon bingung dengan ucapan Tyas tersebut.


"Jangan mengacau disini! Katakan dengan jelas atas apa yang ingin kamu katakan!" hardik Mommy Yeon dengan menatap wajah Tyas serta memandangi sang suami secara bergantian.


Daddy Yeon yang mendengar ucapan Tyas yang menyiratkan seolah mengetahui rahasia besarnya pun nampak terkejut. Namun Daddy Yeon masih mencoba untuk menekan rasa terkejutnya tersebut.


"Apa jaminan yang ku dapatkan setelah mengatakan informasi penting yang ku punya tentang suami Anda selama ini?" bisik Tyas dengan seringai liciknya kepada Mommy Yeon.


"Jika informasi yang kamu berikan sangat sepadan untuk ku maka akan ku berikan hak kebebasan mu dan menjamin keselamatan mu setelah ini. Beserta kompensasi nya tentunya,"


Melihat sang istri yang nampak berbisik-bisik serius dengan Tyas pun membuat Daddy Yeon menyadari jika mantan kekasih putra sulungnya tersebut mengetahui rahasia yang telah dirinya sembunyikan selama bertahun-tahun ini.


"Mom ... sudahlah kita lepaskan saja wanita murahan itu. Toh lelaki yang mengaku sebagai ayah biologis dari janin yang tengah di kandung oleh wanita murahan itu telah datang untuk memohon belas kasih serta meminta maaf atas nama Tyas serta demi janin nya," ucap Daddy Yeon dengan menarik tubuh istrinya tersebut agar tidak terprovokasi oleh ucapan Tyas.


Mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Daddy Yeon yang selalu mengumpat menghina dirinya pun membuat Tyas semakin tersenyum meledek ke arah wajah Daddy Yeon.


Sedangkan Mommy Yeon yang telah terprovokasi oleh ucapan Tyas pun nampak menatap wajah sang suami dengan tatapan penuh waspada.


"Beri aku bodyguard yang baru dan tidak di bawah kendali suami Anda Nyonya. Saya khawatir jika setelah mengungkap kebenaran nya maka setelah ini saya akan di bunuh hidup-hidup oleh mereka atas perintah suami Nyonya," jawab Tyas dengan santainya sembari menunjuk wajah para bodyguard tangan kanan yang sangat setia dengan perintah Daddy Yeon tersebut.

__ADS_1


Mendengar ucapan Tyas yang kembali menyudutkan nya dan membuat sang istri semakin curiga pun membuat Daddy Yeon mengepalkan tangannya erat-erat.


"Fitnah apa yang ingin coba kamu hasutkan kepada keluarga ku, hah?!" hardik Daddy Yeon dengan mencengkeram kuat leher Tyas hingga membuat nafas Tyas menjadi tersengal-sengal.


Darren serta Mommy Yeon yang melihat tindakan sepihak Daddy Yeon pun membuat keduanya segera terburu-buru untuk melerai pertikaian di antara keduanya.


"Daddy! Hentikan! Jika Daddy tidak bersalah untuk apa Daddy bersikap seperti itu kepada wanita itu! Apa jangan-jangan Daddy berusaha ingin membunuhnya Tyas yang sebenarnya benar ingin mengatakan kebohongan yang telah Daddy tutup rapat selama ini?!" pekik Mommy Yeon dengan mendorong kuat tubuh suaminya tersebut hingga jatuh tersungkur.


Sedangkan Darren pun segera menolong Tyas yang nampak tersengal-sengal dengan bekas cekikan di leher yang sangat terlihat membekas tersebut.


"Kalian para bodyguard yang ada di dalam sini pergilah! Biar pengawal kepercayaan ku sendiri yang menggantikan keberadaan kalian!" bentak Mommy Yeon dengan wajah garang.


Hingga tak lama kemudian bodyguard yang ada di dalam apartemen pun nampak keluar dan di gantikan oleh para bodyguard andalan Mommy Yeon pribadi yang diam-diam Mommy latih sendiri.


"Cepat kalian kurung suamiku ke dalam sel tahanan bawah tanah! Jangan sampai terlena sedikit pun hingga kebenaran terungkap! Sisanya ikuti aku untuk membawa wanita hamil ini kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan," ucap Mommy Yeon dengan tegas dan tanpa memandang sedikitpun ke arah sang suami.


Para bodyguard pun segera membawa Tuan besarnya tersebut dan sisanya mengawal langkah Mommy Yeon ke rumah sakit untuk mengobati Tyas yang masih nampak pucat dengan nafas yang belum terlihat stabil.


"Mom! Mommy! Istriku! Kenapa kamu bersikap seperti ini terhadapku demi wanita murahan itu!" ucap Daddy Yeon dengan amarah yang meletup-letup.


Mendengar teriakan suaminya tersebut pun membuat langkah Mommy Yeon terhenti dan berbalik melangkah ke arah sang suami yang nampak di pegangi oleh pengawal terkuat dengan tubuh yang kekar-kekar.


"Jika saja Daddy tidak bersikap berlebihan yang membuat Mommy curiga terhadap Daddy ... maka semua ini tidak akan terjadi. Kita buktikan dulu saja Dad, jika Daddy terbukti tidak bersalah maka kita boleh kembali berdamai. Namun jika sebaliknya maka bersiaplah untuk kita bertemu di meja hijau tergantung dengan kesalahan apa yang telah Daddy perbuat selama ini," ucap Mommy Yeon dengan memberi isyarat kepada para bodyguard nya untuk segera membawa suaminya ke penjara bawah tanah milik nya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2