
Di sepanjang meeting , Jerome pun tidak fokus dengan penuturan dari pihak rekan bisnisnya tersebut.
Jerome nampak terus menatap lurus tepat pada wajah cantik wanita yang masih membuat jantung nya berdebar dengan kencang.
'Sejak kapan Mira telah menikah? Bodohnya aku yang tidak memiliki kontak sama sekali dengan Mira setelah kepergian diriku untuk meneruskan kuliah di Sidney!' batin Jerome dengan menggebrak keras meja di depan nya.
Brak!!
Seluruh hadirin yang berada di ruang meeting pun nampak terkejut dengan sikap Jerome.
Begitu juga dengan asisten Yeon yang nampak bingung ketika tengah asik menjelaskan presentasi nya tersebut.
"Apakah presentasi saya utarakan ada yang kurang sesuai di hati Tuan Jerome?" tanya asisten Yeon dengan menatap lurus ke arah Jerome.
Jerome yang tengah di tatap oleh setiap orang pun menjadi tersadar akan tindakan konyolnya tersebut.
"Tidak ada masalah, tadi aku melihat ada lalat di atas meja dan memukulnya. Lanjutkan saja dan jangan hiraukan aku," tutur Jerome membuat penjelasan yang logis agar tidak membuat pihak rekan bisnisnya tersinggung.
Meeting pun kembali berjalan dengan lancar. Dua jam kemudian, meeting pun telah di akhiri dan seluruh orang yang berada di dalam ruang tersebut nampak keluar dengan cepat. Begitu juga dengan Yeon yang nampak tergesa menggandeng Mira dengan langkah cepat.
"Yeon ... jangan tergesa-gesa, aku tidak kuat jika harus berjalan dengan sangat cepat ... perutku sebentar lagi pasti akan terasa kram," tutur Mira merengek kepada Yeon untuk memperlambat langkahnya.
"Huffhhh ..." Yeon nampak menghela nafas panjang.
__ADS_1
'Jika kita tidak berjalan cepat meninggalkan tempat ini pasti cecenguk itu akan dengan cepat mengejarmu kemari sayang,' batin Yeon tanpa di utarakan secara langsung kepada istrinya.
Tanpa menjawab ucapan istrinya tersebut Yeon pun nampak bersiap akan menggendong Mira ala bridal style.
Namun belum sempat Yeon menggendong istrinya tersebut, Jerome telah lebih dulu terdengar memanggil sang istri.
"Mira! Asmiranda!" pekik Jerome setengah berteriak agar wanita yang di panggil olehnya tersebut mendengar.
Mendengar suaranya di panggil pun Mira dengan cepat menoleh ke arah sumber suara.
"Sayang ... tunggu dulu ada Jerome, dulu dia adalah teman baikku disekolah semasa aku tinggal di Indonesia," ucap Mira kepada sang suami.
Yeon yang mendengar mendengar penuturan sang istri pun hanya mampu mencebikkan bibirnya serta merangkul sang istri dengan erat.
"Ah, maaf Tuan Yeon. Saya tidak sadar jika memanggil Mira dengan sangat keras. Hanya terlalu gembira bisa bertemu dengan Mira disini. Boleh kah saya meminjam istri Tuan sebentar saja?" tanya Jerome dengan wajah yang terlihat sama dingin nya seperti wajah Yeon.
"Katakan saja apa yang ingin kamu katakan kepada istriku disini depan ku," jawab Yeon yang kemudian dengan mengelus lembut perut Mira.
Jerome yang melihat perut Mira membuncit pun hanya mampu tersenyum masam.
Sebenarnya Jerome ingin mengintrogasi Mira dengan jelas. Namun melihat tingkah posesif dari suaminya yang terlihat jelas tidak menyukainya pun hanya mampu bertanya sembari berbisik.
"Apa mama tiri kamu yang jahat itu telah menjual dirimu kepada suami kamu itu?" tanya Jerome dengan setengah berbisik kepada Mira.
__ADS_1
Bisikan Jerome yang masih mampu di dengar oleh Yeon pun membuat Yeon kesal.
"Memangnya Mira sebuah barang yang bisa di jual belikan? Aku tidak mengenal mama tiri Mira. Jangan berbicara sembarangan jika tidak mengerti apa pun," jawab Yeon dengan segera menggendong Mira dengan cepat meninggalkan Jerome.
Sedangkan Jerome yang menyadari kesalahan dalam bertanya pun hanya mampu merutuki kesalahan nya di dalam hati.
"Baiklah lain kali saja kita bertemu berdua, Mira," ucap Jerome seorang diri dan kemudian meninggal kan perusahaan Yeon dengan cepat.
Sedangkan Yeon yang tengah di landa rasa cemburu pun dengan cepat melucuti seluruh pakaian yang di pakai oleh istrinya tersebut di dalam ruang istirahat yang ada di dalam kantor nya.
"Akh Yeon! Jangan kasar!" pekik Mira begitu merasakan milik Yeon menerebos paksa tanpa pemanasan lebih dulu.
"Siapa dia Mira? Apa hubungan apa di antara kalian? Kamu jangan pernah sekalipun untuk berusaha berpaling dariku karena ada lelaki lain yang datang dari masalalu mu," ucap Yeon dengan terus memompa paksa miliknya.
"Ahhk! Sakit Yeon! Dia bukan lelaki masalaluku! Jangan kasar!" pekik Mira dengan menahan rasa perih di area miliknya.
"Aku akan bermain dengan sangat lembut seperti biasanya. Namun katakan jika aku sangatlah tampan lebih dulu," ucap Yeon menjeda aksinya sejenak.
"Suamiku sangat tampan," ucap Mira dengan cepat.
"Lagi!" titah Yeon dengan kembali melakukan penyatuan namun dengan sangat lembut.
"Ye—Yeon suamiku sangat tampan, ahh ..."
__ADS_1