My Impotent Husband

My Impotent Husband
Bab 29. Bodyguard


__ADS_3

Disisi lain, Yeon sendiri segera bertolak menuju ke perusahaan milik sang istri begitu jam makan siang tiba.


Yeon pun terlibat sedikit obrolan dengan sang resepsionis yang mengatakan jika sang presdir sedang izin dan tidak masuk kerja hari itu dan tidak tahu menahu keberadaan sang atasan.


Disaat Yeon hendak berbalik badan menuju ke pintu keluar, pandangan mata Yeon pun bertatapan dengan manik mata milik pemilik Adolf group yang juga terlihat akan keluar dari perusahaan milik Mira.


"Tuan Adolfo, boleh kita berbicara sebentar?" ucap Yeon tanpa basa-basi dalam sapaan pertamanya tersebut.


"Saya sedang terburu-buru, Tuan Yeon. Jika ada sesuatu yang penting segera katakan saat ini juga atau tidak ada obrolan sama sekali di antara kita," jawab Adolfo dengan nada dingin serta raut muka datar yang memancarkan rasa bencinya kepada Yeon.


"Apa hari ini anda telah bertemu dengan Nona Mira Lee di dalam?" tanya Yeon dengan menatap kedua mata Adolfo.


"Tidak," jawab Adolfo dengan sesingkat-singkatnya.


Karena memang hari ini dirinya sama sekali tidak bertemu dengan Mira di dalam perusahaan tersebut melainkan bertemu dengan Mira di dalam apartemen dalam kondisi yang tengah terbaring lemah.


"Apakah besok perusahaan kalian akan bertolak menuju ke Jerman bersama dalam sebuah perjalanan bisnis?" tanya Yeon kemudian, seolah sedang menginterogasi Adolfo.


"Benar, besok pagi jam setengah 6 pagi tim kami akan bertolak menuju ke Jerman selama satu minggu. Kenapa Tuan Yeon bertanya seperti sedang menginterogasi kami? Apakah perjalanan bisnis tim kami ada kaitannya dengan Anda? Jika tidak maka saya pamit undur diri karena memang saya sedang tergesa ke suatu tempat," jawab Adolfo dengan segera melangkah pergi begitu saja meninggalkan Yeon seorang diri yang terlihat kikuk karena obrolan kedua nya terhentikan begitu saja.


"Heh, pria busuk! Berani sekali dia memutus secara sepihak obrolan di antara kita!" umpat Yeon dengan segera meninggalkan perusahaan milik sang istri dengan perasaan bingung.

__ADS_1


"Kemana lagi aku harus mencari? Aku pun sedari tadi telah berkunjung ke apartemen milik Mira namun tidak ada jawaban sama sekali dari dalam," gumam Yeon dengan mengacak rambutnya dengan frustasi.


Disisi lain, Adolfo telah sampai kembali di dalam apartemen pribadi milik Mira dengan membawa banyak sekali makan sehat serta mengisi kulkas Mira dengan banyak buah segar serta sayur dan camilan lain nya.


Wajah Mira pun tidak lagi sepucat tadi. Namun keceriaan di wajah Mira seakan mengatakan dengan jelas jika suasana hati Mira saat ini masih lah tidak baik-baik saja.


"Ada aku, jika kamu ingin mengatakan apa pun yang tengah mengganggu pikiran serta hatimu aku pun siap untuk dijadikan sebagai sandaran tempatmu untuk berkeluh kesah, Mira," ucap Adolfo dengan menggenggam tangan Mira secara perlahan menenangkan wanita di hadapan nya yang sudah nampak berkaca-kaca.


"Jangan begitu baik terhadap ku, Adolf. Aku tidak bisa membalas seluruh kebaikan kamu, karena aku—" ucapan Mira pun segera terpotong oleh ucapan Adolfo yang lain lagi.


"Aku tidak pamrih, Mira. Aku telah mengetahui segala nya, jangan lagi menangis. Jika Tuan Yeon masih tidak mau mengakui bayi yang tengah kamu kandung, maka aku siap menerima bayi kamu sebagai anak kandung ku sendiri dengan senang hati," ucap Adolfo dengan menggenggam tangan Mira dengan semakin erat.


Mendengar ucapan Adolfo pun membuat hati Mira semakin teriris sakit.


"Jangan lagi berkata seperti itu, Mira. Aku sama sekali tidak keberatan melakukan ini semua," ucap Adolfo yang masih teguh pada pendirian nya.


"Terserah kamu saja lah," ucap Mira dengan pasrah.


Mira pun terlihat kembali menguap karena rasa kantuk yang kembali menyerang nya.


"Tidurlah, aku akan kembali ke kantor dan mengurus segala nya," tutur Adolfo dengan mengusap perlahan rambut milik Mira.

__ADS_1


Mira pun mengangguk dengan patuh dan kemudian kembali tertidur.


Setelah beberapa jam lama nya dirinya tertidur, Mira pun nampak sangat kaget begitu terbangun dirinya melihat sang mama mertua telah duduk menatap wajahnya dengan sangat iba.


"Bagaimana keadaan kamu, Nak? Apa sudah terasa mendingan?" tanya Mommy Yeon dengan mengusap perlahan tangan menantunya tersebut.


Mira pun menjawab dengan anggukan kepala. "Mommy sejak kapan berada disini?" tanya Mira.


"Belum terlalu lama. Setelah ini kita pulang bersama ya, Nak. Mommy telah menyiapkan kamar khusus untuk mu jika kamu belum ingin bertemu dengan anak Mommy yang sangat bodoh itu," pinta Mommy Yeon dengan membujuk Mira secara perlahan.


"Aku belum siap untuk bertemu lagi dengan Yeon, Mom. Aku tidak ingin menerima caci maki dari mulut Yeon yang terasa begitu menyakitkan untukku. Aku ingin mengurus surat perceraian dengan segera, Mom. Aku sangat tahu diri sekali, dan tidak ingin terus meminta belas kasih agar bayiku di akui dan di terima oleh Yeon," ucap Mira dengan air mata yang kembali meleleh di sudut matanya.


"Jangan, Nak. Mommy mohon berilah kesempatan kedua untuk putra Mommy. Mommy tahu jika bayi ini adalah cucu kandung Mommy. Mommy mohon, Mira. Mommy tahu jika Yeon sebenarnya sedari kecil hingga setua ini masih menaruh hati padamu. Bahkan Mommy melihat sendiri bagaimana cara dia menatap dan memandangmu secara diam-diam yang dengan begitu sangat memuja, Mira," ucap Mommy Yeon dengan menangis terisak.


Mira pun masih terlihat menggelengkan kepalanya. Mengingat bagaimana kejam nya ucapan Yeon semalam. Hatinya masih terasa begitu sakit jika mengingat ucapan demi ucapan yang terlontar dari mulut Yeon.


"Mom ... tolong, biar kan aku sendiri disini menenangkan hati ku lebih dulu," ucap Mira dengan wajah yang kembali terlihat sendu.


Mommy Yeon pun terlihat menganggukkan kepala secara perlahan.


"Jangan fikirkan apa pun lagi. Mommy pulang dulu. Nanti malam akan Mommy kunjungi kembali dengan membawa masakan kesukaan kamu semasa kecil dulu," ucap Mommy Yeon segera pamit dari apartemen sang menantu.

__ADS_1


"Kalian berjagalah di depan pintu apartemen menantu ku. Jangan biarkan siapa pun masuk ke dalam selain asisten pribadi Mira yang bernama Araa. Sekalipun Yeon yang berkunjung kemari jangan biarkan dia masuk," ucap Mommy Yeon memberikan instruksi kepada bodyguard pribadinya untuk berjaga di depan pintu apartemen Mira.


"Oh iya ini yang jauh lebih penting lagi, ikuti kemana pun menantuku itu melangkahkan kaki keluar dari apartemen nya. Karena aku tidak ingin menantuku itu kabur menghilang dengan membawa pergi serta calon cucuku. Jika kalian lalai, jangan harap kalian bisa hidup dengan tenang di dunia ini," ucap Mommy Yeon dengan memberikan ancaman yang tidak hanya sekedar ancaman untuk anak buahnya tersebut.


__ADS_2