My Impotent Husband

My Impotent Husband
Bab 39. Rencana Darren


__ADS_3

"Jangan terus menatap ke arahku jika menyuruhku agar lekas tidur," ucap Mira yang tidak kunjung bisa tertidur karena merasa terus di awasi oleh sang suami.


Yeon pun kemudian segera duduk terbangun dari posisinya yang sebelum terlihat terlentang di atas sofa.


"Kan aku memang sedang menjaga mu istriku. Aku ingin membuktikan tulusnya permintaan maaf dariku melalui seluruh tindakan yang kini aku lakukan. Maka dari itu aku harus terjaga dengan menjaga mu dari dari jarak dekat," ucap Yeon yang kemudian melangkah mengambil air mineral dan segera meneguknya.


"Atau jika tidak ingin terus aku amati dari sofa, bagaimana jika aku ikut berbaring di ranjang kamu ini? Lumayan lebar lho ranjang kamu ini. Sangat pas untuk kita gunakan berdua," ucap Yeon yang kini posisi nya tengah bersiap naik ke atas ranjang pasien yang tengah Mira tempati.


"No!! Ranjang siapa yang bisa di tempati untuk berdua?? Ranjang ini hanya cukup untuk di gunakan satu orang saja, Yeon. Sudah sana tidur kembali di sofa dan jangan ganggu aku," pekik Mira dengan cepat menghalangi tubuh Yeon agar tidak jadi berencana untuk tidur seranjang dengan nya.


"Baiklah, tapi ingat ya sayang ... jangan sekali-kali berusaha untuk menceraikanku atau jika kamu nekat melakukan nya maka jangan salahkan aku jika aku akan mengurungmu erat-erat di kamar pribadi kita. Muach ... selamat tidur istriku," ucap Yeon dengan nada lirih namun terkesan mengancam dan tak lupa dirinya meninggal kan kecupan kecil di kening istrinya tersebut.


"Huh," suara hembusan nafas berat pun terdengar begitu nyaring dari mulut Mira.


'Kemarin menghina ku habis-habisan. Sekarang mengancam ku agar tidak berencana untuk menceraikan nya. Ingin rasanya ku cekik lehernya,' umpat Mira di dalam hati.


Dari pada meladeni ucapan Yeon, Mira pun memutuskan untuk merubah posisi tidur nya dengan memunggungi suaminya tersebut.


Namun baru sedetik Mira ingin menutup kedua matanya, terdengar suara decitan sofa yang seperti tengah di geser.


Dan benar saja, pelakunya adalah Yeon. Yeon pun nampak menggeser sofa dari tempat semula yang kemudian digesernya secara perlahan ke posisi yang kini nampak berhadapan dengan posisi tidur Mira saat ini.


Astaga, ini laki bikin orang kesal saja! pekik Mira di dalam hati dengan merubah posisi tidurnya kembali agar kembali memunggungi keberadaan Yeon.


Detik itu juga Yeon pun segera menggeser kembali sofa nya dan begitu juga dengan Mira yang terus berganti posisi tidur yang nampak terus di ikuti oleh Yeon.


Sudah tujuh kali sofa tersebut nampak berganti sisi dari kiri dan kemudian ke sisi kanan.


"Astaga Yeon, stop! Aku ingin istirahat tahu. Jangan seperti anak kecil yang terus mengikutiku kemana-mana. Pusing kepalaku jika terus mendengar decitan lantai dengan kaki sofa yang terus kamu pindahkan itu," hardik Mira dengan segera terbangun dari posisi tidur nya dan kemudian terlihat segera turun dari ranjangnya tersebut.


"Kamu mau kemana??" tanya Yeon begitu panik dan dengan cepat membawakan tongkat infus mengikuti langkah Mira.


"Kita berganti posisi! Aku yang tidur di sofa dan kamu tidur lah di ranjang pasien!" ucap Mira dengan nada kesal dengan cepat melangkah menuju ke arah sofa.


"Sayang, jangan begitu. Baiklah aku tidak akan lagi memindah sofa ini. Tidur lah senyaman kamu," ucap Yeon yang pada akhirnya mengalah dengan menuruti permintaan istrinya tersebut.

__ADS_1


Mira pun pada akhirnya kembali tidur di ranjang pasien dengan posisi memunggungi wajah Yeon.


'Yasudah lah mengalah lebih baik, dari pada aku harus kembali terusir,' batin Yeon dengan posisi yang masih terus menatap punggung istrinya tersebut.


Tubuh nya pun terasa sangat lelah, pada akhirnya Yeon pun nampak segera memejamkan kedua matanya agar segera masuk ke dalam alam mimpi.


Namun lagi-lagi keinginan keduanya untuk segera tertidur pun kembali tertahan oleh suara nyaring dari nada dering ponsel milik Yeon.


Yeon pun segera terbangun dan mengambil ponselnya. Namun, seolah enggan untuk menjawab telepon tersebut maka dengan cepat Yeon pun segera menonaktifkan ponsel miliknya.


"Kenapa tidak di jawab? Jika kalian ingin mengobrol maka mengobrol lah di luar agar tidak terus mengganggu tidurku," ucap Mira dengan mata yang masih nampak terpejam.


"Aku sedang tidak ingin di ganggu oleh telepon siapa pun. Lanjutkan lah tidurmu," ucap Yeon dengan menyelimuti tubuh istrinya tersebut.


Mira pun hanya mengangguk kecil dan segera tertidur kembali karena kini rasa kantuk telah kembali menguasai dirinya.


Begitu juga dengan Yeon yang perlahan merebahkan tubuhnya kembali ke atas sofa.


Hingga tak lama kemudian dengkuran halus pun nampak menggema di dalam suasana heningnya ruangan tersebut yang menandakan kedua nya telah tertidur didalam alam mimpinya masing-masing.


Jauh di ujung negara Singapura, Tyas pun terus mengumpat serta marah-marah tak jelas dengan terus mencoba menghubungi Yeon.


"Kemana sih Yeon?? Kenapa kartu kredit yang di berikan kepada ku limit nya berubah menjadi lebih sedikit?? Hanya bisa di gunakan belanja maksimal seniali 20juta saja??"


"Dengan limit segitu mana cukup untuk membayar semua belanjaan ku ini??" gerutu Tyas dengan terus mengomel karena pembayaran nya di tolak karena mencapai lebih dari batas limit di kartu miliknya tersebut.


Pada akhirnya Tyas pun segera menghubungi Darren sang manager untuk mengirimkan sejumlah uang kepada nya untuk membayar seluruh belanjaan nya tersebut.


"Astaga, Tyas? Berbelanja apa kamu hingga mencapai nominal hampir setengah milyar?? Kemana ATM berjalan kamu itu?" tanya Darren diseberang telepon yang nampak terperangah mendengar permintaan kekasih plus-plus sekaligus artis nya tersebut.


"Entahlah. Nampaknya sekarang Yeon telah membatasi limit kartu kredit ku dengan limit maksimum belanja hanya 20 juta saja. Cepatlah honey, segera kirimkan uang kepadaku ya? Besok aku berjanji akan kembali giat bekerja untuk mengganti uang yang aku pinjam kepada kamu kali ini," ucap Tyas dengan terus memohon kepada Darren.


"Hanya kali ini saja ya! Kamu tahu sendiri kan jika mencari uang tidak semudah menghamburkan nya. Apalagi klien kita sekarang menjadi tidak sebanyak dulu karena terlalu banyak saingan dari para artis serta model pendatang baru yang juga menjajakan tubuhnya kepada pria-pria hidung belang itu," tutur Darren dengan terus menasehati partner ranjang nya tersebut.


"Aku tahu, cepat kirimkan saja uang nya. Setelah ini aku akan segera kembali ke Indonesia," ucap Tyas dengan wajah yang masih nampak terlihat panik.

__ADS_1


"Sudah aku transfer. Cepatlah kembali," jawab Darren yang kemudian segera mematikan sambungan teleponnya tersebut.


Tyas pun segera membayar ulang ke kasir setelah mendapat kan transferan dana dari sang manager sekaligus partner ranjangnya tersebut.


Setelah semua nya terbayar lunas, Tyas pun segera bertolak kembali ke negara nya dengan perasaan yang masih di liputi oleh amarah akibat kartu kredit yang telah berubah limit.


"Ini semua pasti karena istri barunya yang telah mempengaruhi Yeon agar menghentikan aliran dana yang biasa di berikan Yeon kepada ku untuk berbelanja sepuasnya! Sialan kamu Mira!" ucap Tyas dengan terus mengumpati Mira.


"Jangan sampai Mira benar-benar berhasil melahirkan bayi milik Yeon! Aku tidak ingin posisiku tergantikan oleh Mira serta anaknya itu! Aku harus membuat rencana!" gumam Tyas dengan segera memutar otaknya untuk membuat rencana selanjutnya.


Beberapa jam kemudian, Tyas pun telah kembali di Indonesia, di dalam sebuah kamar hotel yang telah Darren pesankan untuknya.


"Sayang! Seperti nya ATM berjalan ku tidak lagi memberikan asupan dana segar untukku. Bagaimana ini??" ucap Tyas dengan bergelayut manja di lengan kekar Darren.


Darren pun nampak terdiam sejenak, dan kemudian menatap lekat wajah Tyas.


"Sudah lah, jangan lagi mengharapkan lelaki yang telah beristri. Kekasihmu itu juga telah memutuskan untuk tidak lagi memberikan aliran dana lagi kepada mu. Itu artinya dia sudah tidak menginginkan kamu lagi. Fokus saja dengan karir kamu disini,"


"Jika kamu menginginkan sentuhan, maka gunakan lah diriku sepuasmu. Aku telah berencana mengakhiri pekerjaan sampingan kita itu. Bisnisku mulai berkembang pesat, serta gajiku sebagai manager artis pun sangat cukup untuk gaya hidup sederhana kita nanti," tutur Darren yang membuat Tyas terkejut.


"Apa?? Kita tidak boleh berhenti Darren. Aku tidak bisa menghentikan gaya hidup berbelanja ku yang tidak mungkin sanggup kamu biayai seorang diri. Kita sudah terlanjur masuk ke lembah jurang, untuk apa kita menghentikan semua nya Darren?" balas Tyas dengan menangis histeris mendengar permintaan seseorang yang sedari awal terus menemani karirnya tersebut dari belum menjadi apa-apa hingga menjadi artis terkenal seperti saat ini.


"Aku ingin menjalani kehidupan normal, Tyas. Aku ingin memiliki istri serta anak. Aku tidak ingin kita terus menerus menjajakan diri kita seperti kemarin," tutur Darren yang mencoba ingin bertaubat.


"Kamu bisa memiliki istri dan anak dari wanita lain Darren. Tapi aku mohon, jangan memintaku untuk berhenti dari pekerjaan sampingan aku itu," pinta Tyas dengan wajah yang nampak terlihat sangat frustasi.


"Namun aku ingin nya kamu lah yang menjadi istri ku dan melahirkan anak untukku. Kamu yang telah mengetahui sisi gelap ku dan bisa menerima nya, begitu juga dengan mu. Aku telah nyaman menjalin hubungan seperti ini dengan mu, Tyas," ucap Darren yang kemudian segera menyentuh serta mencumbu tubuh Tyas dengan begitu menggebu.


"Tunggu dulu Darren! Kenakan pengaman kamu lebih dulu. Saat ini diriku tengah berada dalam masa subur, jadi aku belum siap untuk hamil milikmu atau siapa pun itu," ucap Tyas dengan mengingatkan Darren yang kini telah berada di atas tubuh Mira.


Darren pun kemudian segera mengenakan pengaman dan memakainya.


Keduanya pun terus melakukan dengan pengamanan yang telah berserakan dimana-mana.


Seringai senyuman pun terus Darren lontarkan. Karena kini di dalam milik Tyas pun telah berisi banyak sekali cairan milik nya.

__ADS_1


Karena sebelum Tyas tiba di dalam kamar yang telah di pesan nya tersebut, Darren pun telah memberikan banyak sekali lubang di dalam alat pengaman nya tersebut.


"Tidurlah yang nyenyak, honey," ucap Darren dengan memberikan bantalan di di bawah paha Tyas dengan harapan agar cairan miliknya tersebut tidak tumpah dan agar segera terbuahi.


__ADS_2