My Impotent Husband

My Impotent Husband
Bab 46. Tidak Mampu Berdiri


__ADS_3

Begitu pesawat yang di tumpangi oleh Darren tiba di Korea Selatan, dengan cepat Darren pun segera mencari sebuah taksi yang akan membawa nya kesebuah tempat yaitu ke sebuah penginapan kecil.


Karena tujuan nya menuju ke Korea tidaklah untuk bertamasya, jadi Darren pun memutuskan untuk menyewa sebuah penginapan kecil yang sudah tentu bisa dirinya gunakan untuk menghemat pengeluaran.


"Ah, lelahnya ..." gumam Darren dengan suara lirih.


Tubuhnya pun telah ia rentangkan di sebuah ruangan kecil di atas ranjang kecil, almari kecil, serta kamar mandi yang hanya di tutup oleh sekat gorden sebagai penutupnya.


"Baterai habis," ucap Darren yang terlihat segera membuka kopernya untuk mencari charger miliknya tersebut.


Setelah mengisi daya di handphone miliknya, nampak Darren kembali merebahkan tubuhnya di atas kasur.


"Jika kali ini usahaku sia-sia maka jangan salahkan aku jika aku sudah tidak lagi sudi peduli lagi denganmu, Tyas," gumam Darren dengan memejamkan ke dua matanya secara perlahan.


Sedangkan Yeon serta Mira kini telah berada di negara Prancis tepatnya di sebuah pedesaan yang terasa sangat indah, sejuk, damai, serta asri.


Yeon yang terus terlihat berseri-seri pun kini tengah berkutat di dapur memasak penuh cinta yang akan dirinya persembahkan untuk istri serta calon buah hatinya.

__ADS_1


Berbeda dengan Mira yang terus terdengar menggerutu seorang diri dengan terus memandangi pemandangan indah dari balik balkon villa yang saat ini dirinya tempati.


Bagaimana tidak menggerutu jika rencana honeymoon yang di buat oleh suaminya tersebut sangatlah monoton.


Hampir setiap waktu suaminya tersebut hanya terus mengikatnya di atas ranjang serta membuatnya terus mendesah dan pada akhirnya lupa akan waktu.


Rutinitas panas di atas ranjang, makan, dan kemudian tidur kembali. Kegiatan tersebut terus lah yang selalu Yeon lakukan dengan Mira.


"Aku terasa bosan sekali jika terus berada di dalam villa ini, Yeon. Apa tidak ada kegiatan lain nya lagi yang bisa kita kerjakan selain melayaniku di atas ranjang?" tanya Mira dengan ekspresi kesal sembari terus mengunyah masakan buatan suaminya tersebut.


"Ye—Yeon ... biarkan aku menghabiskan makanan ku dulu," ucap Mira dengan lirih serta dengan terbata-bata karena rasa geli kembali menggelitik di sekujur tubuhnya.


Tangan nakal Yeon pun telah kembali merayap kemana-mana dan menyentuh area-area sensitif milik Mira yang membuat wajah Mira kembali merona karena menahan hasrat serta malu.


"Kita hanya berdua disini, Sayang. Jangan lagi di tahan jika ingin melenguh ataupun menjerit mesra," balas Yeon dengan terus melucuti atasan baju seksi yang telah Mira kenakan.


"Ahhk ... ini tidak baik untuk baby kita di perut jika terus kamu gempur seperti ini, Yeon," ucap Mira dengan lirih serta tertahan dengan berusaha membekap mulutnya agar tidak mengeluarkan lenguhan aneh yang membuat Yeon semakin menggila.

__ADS_1


"Aku telah berkonsultasi dengan dokter kandungan yang memeriksamu terkahir kali, sayang. Ini tidak lagi menjadi masalah karena baby kita sudah tertanam kuat di rahim mu. Bahkan mungkin sangat menikmati goyangan yang telah Daddy nya berikan dan tengah tertidur pulas," ucap Yeon dengan terus menggoyangkan senjata tempur miliknya tersebut.


Sedangkan Mira kini hanya mampu untuk menahan jeritan kecilnya agar suami impoten nya tersebut tidak lagi semakin menjadi.


Setiap hentakan yang di berikan oleh Yeon pun terasa sangat memabukkan untuk Mira.


Berkali-kali keduanya bahkan terlihat melenguh hebat secara bersamaan yang membuat nafas keduanya pun kembali terdengar terengah-engah dengan senyum yang terus terpancar dari wajah Yeon.


"Baiklah, setelah ini mari kita berjalan kaki berkeliling area pedesaan ini, sayang," ucap Yeon dengan menggendong istrinya tersebut memasuki kamar pribadi kedua nya.


"Aku sudah tidak lagi sanggup untuk berjalan kaki, Yeon ... ah, kamu menyebalkan sekali! Mengajakku berkeliling namun membuatku tidak lagi sanggup berdiri, apalagi untuk berjalan keliling pedesaan. Memang sepertinya kamu berbuat sengaja seperti itu kan, Yeon? Dasar suami mesum! Menyebalkan!" gerutu Mira dengan menggulung tubuhnya dengan selimut yang ada di ranjangnya tersebut dengan sangat erat.


Yeon yang kembali mendengar umpatan kecil dari mulut manis istrinya tersebut pun terlihat semakin gemas dan segera membuka kembali celana yang tengah di pakainya tersebut.


"Stop! Mau apalagi kamu suami mesum! Aku lelah!" pekik Mira dengan semakin mengeratkan selimutnya.


"Aku mau mandi, Honey," jawab Yeon dengan terkekeh perlahan serta berlalu menuju ke kamar mandi yang ada di dalam kamar tersebut.

__ADS_1


__ADS_2