
Jerome kini tengah gusar, menunggu pagi datang pun terasa tanggung karena di dalam fikiran nya terbayang-bayang wajah sang sekertaris yang sangat bawel dan selalu bisa membantah setiap ucapan nya.
"Arggh! Kenapa sekarang di dalam fikiran ku selalu terbayang-bayang sekertaris Park. Bukan kah dia telah memilih untuk membayar denda pinalti? Kenapa aku seperti sangat tidak rela??" ucap Jerome dengan menarik rambutnya karena rasa frustasinya.
"Lebih baik aku kembali menuju ke apartemen mantan sekretaris ku itu dan membujuknya kembali lagi. Kali ini akan aku berikan gaji yang lebih besar lagi jika dia mau kembali menjadi sekretaris ku," gumam Jerome dengan menyambar kunci moge nya.
Meninggalkan apartemen nya melajukan motornya dengan kecepatan maksimum menuju ke apartemen sang mantan sekretaris.
Tak lama kemudian Jerome pun telah berada di depan apartemen Park Shin Hye dengan terus memencet tombol bell.
Tak lama kemudian, nampak seorang wanita muda membuka pintu apartemen tersebut dengan bingung.
"Mencari siapa?" tanya wanita dengan rambut pirang blonde menatap ke arah Jerome dengan bingung.
"Dimana Park Shin? Aku ingin bertemu dengan nya untuk memperbarui kontrak kerja kembali," ucap Jerome dengan mata yang nampak melirik ke dalam apartemen tersebut.
"Park Shin? Maaf aku tidak mengenalnya. Aku penyewa baru apartemen ini Tuan," ucap wanita penghuni baru tersebut dengan alis yang tampak berkerut.
__ADS_1
"Penghuni baru?? Lalu dimana sekertaris ku itu pergi?" tanya Jerome dengan konyol.
"Mana ku tahu," jawab penghuni baru tersebut dengan mengedik kan bahu nya.
"Jangan bohong!" bentak Jerome dengan menerobos masuk ke dalam apartemen tersebut dengan menjelajah setiap ruangan apartemen tersebut.
"Tuan! Jangan lancang memasuki apartemen ku," pekik wanita tersebut dengan berusaha mengahalau Jerome agar tidak lagi mengacak-acak apartemen yang baru di sewanya seperti perampok di tengah malam.
Jerome pun nampak lesu begitu mendapati jika apartemen kini ditempati oleh orang lain.
Jerome pun berusaha menanyakan kepada pengurus administrasi apartemen.
Barangkali Park Shin Hye hanya pindah nomer kamar saja, atau pindah lantai apartemen saja.
Namun sang petugas administrasi pun mengatakan jika seluruh penghuni apartemen yang menyewa tempat tersebut tidak lagi ada yang bernama Park Shin Hye.
Dengan jiwa yang tak lagi memiliki semangat Jerome pun mengendarai motornya kembali menuju ke hunian apartemen mewah nya.
__ADS_1
Mencoba menelepon nomer ponsel milik Park Shin Hye. Namun hasil nya nomernya pun berada di luar jangkauan.
"Sial!" umpat Jerome dengan perasaan kesal.
"Kenapa juga aku peduli dengan wanita itu. Toh dia tidak memilih untuk tetap berada di perusahaan ku. Kenapa juga aku harus merasa kehilangan. masih banyak sekretaris yang lebih cantik dan pintar dari pada Park Shin Hye," ucap Jerome dengan berusaha menenangkan perasaan nya.
Dirinya pun segera menuju ke sebuah club malam ternama yang banyak sekali terdapat banyak jenis wanita malam apa pun ras nya.
Hingga dirinya mabuk dan terus di rayu oleh beberapa wanita penghibur. Namun semuanya tidak ada yang bisa membuat nya merasa puas.
"Aku lebih suka wanita pembangkang dan berani mengomeliku jika aku memang salah! Tidak seperti kalian yang hanya butuh paras tampan serta uangku saja," ucap Jerome dengan langkah terhuyung berusaha meninggalkan tempat tersebut.
Namun ketika Jerome hendak masuk ke dalam mobilnya, nampak telinganya di tarik oleh seorang wanita.
"Mommy? Untuk apa Mommy kemari?? Mommy mau menghibur putra semata wayang mu yang tengah patah hati ini? Sekertaris cantikku Park Shin Hye telah pergi meninggalkan ku, Mom. Hiks ..." ucap Jerome dengan menangis sesenggukan dengan terus memeluk sang Mommy.
"Ck! Dasar anak badung bisanya menyusahkan mommy nya saja! Bawa putraku ke bandara sekarang juga! Kita ke Sidney sekarang! Putraku besok akan menikah disana," titah sang Mommy ke para bodyguard nya.
__ADS_1