My Impotent Husband

My Impotent Husband
Bab 44. Tidak Lagi Impoten


__ADS_3

Sementara itu, Mira yang tengah terbangun dari tidur panjangnya pun nampak terkaget dengan tempat yang saat ini ia tempati.


Terlihat sangat berbeda dengan kamar yang biasa dirinya serta Yeon gunakan untuk tidur bersama.


"Dimana aku?? Siapa yang tega menculikku membawa diriku ke tempat asing seorang diri disini, huhuhu," Isak tangis pun terdengar menggema.


"Kita tengah berada di dalam pesawat pribadi keluarga ku sayang, kita akan bertolak ke negara Prancis untuk berbulan madu," jawab Yeon yang nampak terlihat keluar dari bilik kamar mandi yang ada di dalam ruangan yang sama dengan Mira.


"Hiks, tindakan kamu ini sangat membuatku syok dan takut jika orang lain lah yang ternyata ingin menculikku Yeon!" ucap Mira dengan terus memukuli tubuh Yeon dengan bertubi-tubi.


"Ini adalah ide yang Mommy serta Daddy buat untukmu agar tidak lagi merasa bersedih sayang," ucap Yeon dengan memeluk tubuh istrinya tersebut yang masih nampak menangis sesenggukan.


"Jika tidak di culik diam-diam apakah kamu mau dengan sukarela menerima ajakan bulan madu kita ke negara Prancis sayang? Aku yakin kamu pasti akan menolak ajakan bulan madu ini dengan masih dalam mode bungkam karena masih sangat marah dengan perihal Tyas,"


"Bisakah kamu percaya denganku, sayang? Aku benar-benar tidak mengingat apa pun perihal kejadian malam itu,"


"Apa aku telah di guna-guna oleh Tyas ya hingga tidak sadar akan tindakan apa yang telah aku perbuat malam itu," gumam Yeon dengan wajah yang terlihat berfikir dengan sangat keras.


"Sudahlah jangan merasa jika dirimu adalah korban disini. Kita tunggu saja hingga kandungan Tyas sudah cukup usia untuk melakukan serangakaian tes DNA seperti apa yang pernah kamu lakukan terhadap ku!" ucap Mira dengan nada yang masih terdengar ketus.


Cup!


Yeon pun dengan cepat mencium bibir istrinya tersebut secara singkat, agar tidak kembali mengomel.

__ADS_1


"Lupakan tentang Tyas. Kita nikmati saja perjalanan bulan madu kita bertiga bersama dengan baby kita yang masih ada di dalam perut kamu ini," ucap Yeon dengan mengusap lembut perut istrinya tersebut yang sudah sangat terlihat jelas jika tengah berbadan dua.


Mendapat usapan di perut nya pun membuat emosi yang ada di dalam hati nya terasa lenyap seketika.


Pada akhirnya, Mira pun menuruti apa kata Yeon untuk menikmati perjalanan panjang nya menuju ke negara yang sangat terkenal dengan icon menara nya tersebut.


Berjam-jam lamanya perjalanan tersebut pun nampak Yeon manfaatkan dengan sebaik mungkin untuk membuat hubungan keduanya menjadi semakin lebih intim.


Kedua nya pun nampak larut di dalam sentuhan demi sentuhan yang kedua nya ciptakan.


Yeon pun nampak terus menerus menyesap bibir mungil istrinya tersebut dengan penuh kabut gairah.


Mira yang tidak kuasa menolak ciuman yang Yeon berikan pun membuatnya ikut terbuai dalam setiap sentuhan yang Yeon berikan.


Hingga tanpa terasa posisi keduanya kini terlihat sangat intim dengan nafas yang terengah-engah dan saling memburu dengan busana yang telah berserakan tercecer dimana-mana.


"Sayang ... aku sudah tidak impoten lagi kan?" tanya Yeon yang tengah berusaha melakukan penyatuan yang membuat hatinya semakin berdebar kencang karena takut jika miliknya tersebut akan kembali berubah menjadi loyo sebelum melakukan penyatuan yang sesungguhnya.


Mira pun nampak mengerti dan memahami keinginan suaminya tersebut pun segera memberikan sentuhan demi sentuhan yang membuat Yeon semakin menggila.


Begitu juga dengan senjata Yeon yang pada akhirnya berhasil melakukan penyatuan yang membuat Yeon senang bukan kepalang.


"Ahhk, sayang ... milikku bisa!" pekik Yeon dengan posisi yang terus terlihat memompa miliknya dengan tempo yang menjadi semakin cepat yang membuatnya merasakan sensasi yang berbeda.

__ADS_1


Kedua nya pun terlihat hanyut di dalam penyatuan demi penyatuan yang Yeon terus lakukan karena terlalu gembira jika pada akhirnya senjata miliknya tersebut benar bisa membuat Mira terus menjerit manja.


"Puh, astaga ... senikmat ini," racau Yeon yang kembali mengeluarkan cairan milikknya tersebut di dalam rahim sang istri.


"Yeon ... aku lelah sekali. Bisa tolong berhenti lebih dulu? Rasanya perutku terasa kurang nyaman jika terus melakukan ini tiada henti," ucap Mira dengan nafas tersengal akibat semangat milik Yeon yang terasa seperti tidak ada hentinya.


Menyadari keluhan istrinya tersebut pun membuat Yeon tersadar kemabli dengan segera mengakhiri permainan nya tersebut.


Kemudian Yeon pun terlihat terus mengusap perut sang istri dengan sangat perlahan agar perut Mira kembali nyaman seperti sedia kala.


"Maafkan Daddy yang terlalu bersemangat hingga melupakan kamu, sayang," bisik Yeon diatas perut istrinya tersebut.


Kemudian Yeon pun segera membopong istrinya tersebut menuju ke kamar mandi agar lekas membersihkan diri agar terasa fresh kembali.


"Mandi sendiri ya sayang. Aku takut khilaf jika ikut mandi bersama kamu di dalam," ucap Yeon yang membuat Mira dengan cepat segera menutup pintu kamar mandi tersebut agar tidak kembali mendengar ucapan vulgar suaminya tersebut.


"Milikku rasanya sakit dan perih sekali, masih terasa sama seperti waktu pertama kali diriku tersadar jika telah ada seseorang yang telah merenggut kesucianku pagi itu," gumam Mira dengan menenggelamkan tubuhnya di dalam bathtub yang telah di isinya dengan air hangat.


"Nyaman sekali ..." gumam Mira dengan mata yang hampir terpejam karena rasa kantuk yang tiba-tiba mendera dirinya.


"Mira! Istriku! Kamu mandi atau tertidur di dalam sih?? Kenapa lama sekali??" teriak Yeon dengan terus menggedor pintu kamar mandi tersebut.


"Apa kamu tidak takut jika tiba-tiba ada guncangan di dalam pesawat jika mandi mu terlalu lama di dalam??" teriak Yeon lagi dan lagi yang pada akhirnya nampak Mira telah mengenakan handuk piyama pertanda dirinya telah menyelesaikan ritual mandinya.

__ADS_1


"Kamu membuatku takut sayang. Aku takut jika kamu tiba-tiba terpeleset di dalam yang pasti akan sangat berbahaya untuk baby kita yang ada di perut kamu ini," ucap Yeon dengan terus mengekori langkah sang istri yang nampak membongkar isi koper nya tersebut.


"Katanya ingin mandi bergantian? Mandi dulu sana loh, Yeon. Jangan terus mengekoriku seperti ini hingga melupakan tujuan awalmu untuk segera mandi!" hardik Mira dengan mendorong Yeon menuju ke arah kamar mandi.


__ADS_2