My Impotent Husband

My Impotent Husband
Bab 51. Di Landa Kegelisahan


__ADS_3

Sang detektif pun merasa begitu iba dengan nasib klien paruh baya nya tersebut.


"Dimana wanita itu? Aku ingin menyeretnya menuju kemari untuk melakukan tes DNA," ujar Nyonya Jee dengan raut wajah yang sudah kembali tenang.


"Di Singapura, Nyonya," jawab sang detektif dengan menyodorkan sebua alamat kepada Nyonya Jee.


Singapura, batin Nyonya Jee dengan menaikkan satu alisnya.


Tanpa menunggu lama lagi, Nyonya Jee pun segera memberikan instruksi kepada bodyguard kepercayaan nya tersebut.


"Bawa wanita itu ke negara ini dengan segera!" titah Nyonya Jee kepada salah satu bodyguard nya tersebut.


"Baik Nyonya," jawab sang bodyguard yang kemudian terlihat undur diri.


Begitu juga sang Detektif yang nampak undur diri karena tugas-tugas nya telah selesai untuk di laporkan.


Hanya tinggal Mommy Yeon, bodyguard yang berjaga di pintu depan, Darren, serta Tyas yang masih tertidur karena efek obat yang di berikan oleh dokter.


Ternyata hidup orang kaya tidak semulus yang di bayangkan banyak orang, batin Darren dengan melihat Mommy Yeon yang terlihat murung sembari melamun.


"Apa kamu mencintai nya?" tanya Mommy Yeon tiba-tiba kepada Darren sembari melirik Tyas yang masih tertidur.


"Entahlah Nyonya ... yang pasti akhir-akhir ini setelah kepergian Tyas yang mendadak tanpa memberikan kabarpun membuatku sangat marah namun juga membuatku sangat cemas. Hingga membuat rasa khawatir terus menghantui diriku. Apalagi ada benihku yang tumbuh di dalam rahimnya," jawab Darren dengan terus menatap wajah Tyas yang nampak sangat manis menurutnya.


"Walaupun dia telah menjajakan diri nya dengan banyak pria di luar sana? Kamu tidak jijik sekalipun?" tanya Mommy Yeon dengan raut wajah serius.


Mendengar pertanyaan wanita paruh baya tersebut pun membuat Darren menghela nafasnya begitu dalam.


"Saya juga orang kotor, Nyonya ... tidak jauh berbeda dengan Tyas. Bahkan kami sering bermain bertiga bersama dengan klien yang tengah mencicipi tubuh Tyas," jawab Darren dengan kembali menghela nafas.

__ADS_1


Mendengar jawaban lelaki muda yang tak jauh dari tempat duduknya kini pun membuat Mommy Yeon terkejut.


"Ma—maksunya?" tanya Mommy Yeon dengan terbata-bata.


"Saya juga seorang pemuas, Nyonya. Semua itu saya lakukan karena terpaksa serta himpitan ekonomi ... dulu tak seorang pun mau untuk mempekerjakan saya,"


"Untuk makan sehari-hari saja tidak mampu. Kedua orang tua saya sering sakit-sakitan, sedangkan adik-adik saya masih sangat kecil-kecil hingga semua tumpuan keluarga beralih kepada saya semua. Hingga pada akhirnya saya mendapatkan tawaran pekerjaan menjadi seorang pemuas karena tidak tega melihat keluarga saya di ambang kemiskinan dan kelaparan, Nyonya," ucap Darren dengan menahan kembali air matanya agar tidak terlihat rapih di depan orang lain.


Mendengar penjelasan Darren pun membuat Mommy Yeon kembali ke masa lalu keluarganya, di saat perusahaan suaminya mengalami pailit dengan hutang yang menumpuk dan tak seorang pun mau untuk membantunya.


Hingga membuat suaminya merasa sangat frustasi dan hampir saja diam-diam nekat untuk menaruh racun tikus di makan serta minuman miliknya serta anak-anaknya karena tidak sanggup hidup dalam keterpurukan.


Untung saja ada Mommy Mira beserta suaminya datang tepat waktu dengan menawarkan kerjasama sebelum seluruh keluarga Mommy Yeon memakan dan meminum racun yang telah di bubuhkan oleh suaminya tersebut.


"Aku mengerti dengan kebaikan hatimu, Nak," jawab Mommy Yeon dengan mengusap air matanya yang lirih begitu saja.


"Saya bisa mendapatkan pekerjaan sebagai manager artis juga karena setelah menjadi pemuas kebetulan ada salah satu klien saya yang menawari saya untuk mencoba bekerja sebagai manajer artis dan kemudian di bimbing olehnya,"


"Hingga suatu hari saya bertemu dengan Tyas dan menjadi managernya. Lambat laun saya mulai merasa nyaman dengan keberadaan Tyas. Dia yang mengerti akan pekerjaan saya dan dia juga memiliki pekerjaan yang sama dengan saya sebagai pemuas,"


"Hingga akhir-akhir ini saya merasa tidak rela melihat tubuh Tyas yang tengah di cumbu oleh para lelaki hidung belang di depan saya. Rasa ingin menguasai tubuh Tyas seorang diri muncul dalam benak saya,"


"Tyas sudah sering kali saya minta untuk berhenti mencari pria-pria lain di luar sana karena kini diam-diam saya telah memiliki bisnis di bidang properti. Namun Tyas masih saja menolak ajakan saya tersebut hingga terpaksa diam-diam membuatnya hamil agar mau menikah dengan saya. Tidak di sangka jika kehamilan nya tersebut Tyas gunakan untuk mengelabui keluarga anda, Nyonya ... maaf," ucap Darren dengan menunduk.


Mommy Yeon pun mencoba mencerna ucapan Darren dan kemudian mengangguk-angguk.


"Kamu lelaki baik, setelah ini bimbinglah Tyas ke jalan yang benar bersama denganmu. Jika kamu butuh bantuan keuangan maka hubungi perusahaan milikku. Perusahaan ku akan siap untuk menjadi investor jika bisnis properti mu layak untuk bisa di ajak maju bersama," jawab Mommy Yeon dengan menyodorkan kartu namanya tersebut kepada Darren.


"Terimakasih banyak, Nyonya. Terimakasih atas tawaran Nyonya," ujar Darren dengan bersimpuh di hadapan Mommy Yeon.

__ADS_1


"Berdirilah! Jangan berlutut seperti ini. Cukup kamu didik Tyas dengan benar agar tidak kembali masuk ke dalam rumah tangga anak saya ataupun rumah tangga pria mana pun lagi. Saya pamit undur diri. Bodyguard akan memberikan jaminan keselamatan untuk kalian," titah Mommy Yeon yang terlihat mengemas tas cantiknya tersebut.


"Baik, Nyonya! Perintah akan saya laksanakan. Hati-hati di jalan Nyonya," jawab Darren mengantarkan kepergian Mommy Yeon hingga ke pintu depan.


...----------------...


Sedangkan Yeon dan Mira yang masih asik berbulan madu memadu kasih di dalam villa pun berbeda suasana.


Jeritan demi jeritan syahdu yang keluar dari mulut keduanya pun terus menggema.


Namun Mira yang menyadari sikap gelisah suaminya tersebut segera mengakhiri permainan nya tersebut dan berbaring di samping suaminya dengan nafas yang masih terengah-engah.


"Jangan melampiaskan rasa gelisahnu itu dengan terus menghentakkan milikmu dengan sangat kuat, sakit tau," ucap Mira dengan memeluk tubuh suaminya tersebut.


"Maaf, Sayang ..." cicit Yeon dengan lemah serta menenggelamkan kepala nya antara di dua squishy kenyal milik istrinya tersebut.


"Jangan seperti ini ... gelii, ahh," ucap Mira yang kembali merasa aneh dengan tubuhnya.


"Cepat katakan ada apa!" bentak Mira dengan menyingkirkan kepala suaminya tersebut yang hendak kembali menyusu.


"Seperti nya Mommy dan Daddy tengah tidak baik-baik saja. Tyas tengah di bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang kini tengah di temani oleh managernya yang merupakan ayah dari janin yang ada di dalam perut Tyas," ucap Yeon dengan menatap atap langit-langit villa milik keluarga nya.


"Seperti nya Daddy telah mengkhianati Mommy ku dan seseorang itu tengah hamil dengan perut yang sama besarnya denganmu ..." tutur Yeon lagi dengan suara yang terdengar lemah dan tidak ada semangat sama sekali.


Visual Jee Yeon



Visual Mira Lee

__ADS_1



__ADS_2