
Setelah kepulangan dari kediaman keluarga Yuan, Naomi pun menjadi lebih banyak terdiam.
Disepanjang perjalanan menuju kembali ke kediaman orang tua Naomi, Yuan yang tengah berusaha mengajak berbincang Naomi pun hanya nampak mendapat tanggapan yang sangat singkat.
"Kamu kenapa sih tidak seperti biasanya dan hanya menjawabi obrolan ku dengan sangat singkat?" tanya Yuan dengan menarik tangan kekasihnya tersebut begitu mendapati Naomi yang terlihat terburu-buru untuk masuk ke dalam rumah orang tua Naomi yang juga terlihat mewah seperti orang tua nya.
Beda nya di kediaman Naomi tersebut selalu nampak di jaga oleh banyak bodyguard berbadan kekar yang membuat Yuan pun tidak berani untuk berbuat hal yang sedikit kasar terhadap Naomi.
"Aku hanya lelah honey. Pulanglah dengan hati-hati," jawab Naomi dengan melambaikan perlahan tangan nya tersebut dengan memberikan senyuman khas dirinya yang memperlihat kedua lesung pipinya tersebut yang membuat Naomi terlihat lebih manis.
Yuan pun hanya mengangguk perlahan dan kemudian segera kembali pulang ke kediaman orang tua nya dengan kecepatan penuh.
Sedangkan Naomi yang kini telah berada di dalam kamarnya pun hanya mampu menghela nafas panjang.
"Seperti nya langkah yang ku ambil kali ini sangatlah berat untuk ku lakukan dan ku terima," gumam Naomi dengan mendekat ke arah meja riasnya.
Melihat bekas cumbuan yang nampak memenuhi area leher serta dada nya yang membuat hati Naomi kembali sesak.
"Aku seperti nya harus menyerah. Benar-benar seperti orang bodoh dan di butakan oleh cinta sepihak. Hahaha," gumam Naomi dengan tertawa keras sekali.
Kali ini Naomi telah memutuskan dengan tekat yang telah bulat untuk segera menghindar serta memutuskan hubungan tak sehat antara dirinya dengan Yuan.
"Yuan, mari segera akhiri hubungan konyol kita ini. Aku menyerah dan terimakasih untuk waktu singkatnya yang telah membuatku memiliki kenangan serta pengalaman singkat selama menjalin hubungan denganmu. Arigatou," pesan singkat tersebut pun segera Naomi kirim ke nomer ponsel Yuan.
__ADS_1
Naomi pun segera menonaktifkan ponselnya tersebut serta membuang SIM card nya agar tidak kembali terhubung dengan putra bungsu dari keluarga Jee group tersebut.
Yuan yang membaca pesan singkat Naomi pun nampak mendengus kesal.
"Kan dia sendiri yang menawarkan diri untuk menjadi kekasih ku serta menyetujui permintaan ku untuk merubah segala penampilan mulai dari ujung kepala hingga ujung kaki agar menyerupai istri kakak ku. Paling juga esok hari Naomi akan kembali merengek meminta kepada ku untuk melanjutkan hubungan kita lagi," gumam Yuan dengan percaya diri akan dugaan nya tersebut.
Padahal yang terjadi di pagi harinya adalah Naomi yang telah menyetujui keinginan sang ayah agar ikut serta kembali ke negara asalnya ke negera Jepang setelah lulus sekolah menengah atas.
Hal tersebut pun membuat sang ayah senang bukan kepalang karena putri satu-satunya tersebut pada akhirnya mau untuk kembali melanjutkan ke negara asalnya dan meninggalkan tanah kelahiran sang istri yang sangat di cintai nya tersebut yang telah lama tiada meninggalkan keduanya dalam sebuah tragedi.
Hari terakhir Naomi mengerjakan soal ujian nasional pun Naomi pergunakan sebaik mungkin untuk membuat nilai yang memuaskan serta memberikan kenangan terakhirnya di sekolah tersebut dengan sebaik mungkin.
Hingga keesokan paginya, Naomi pun telah berpindah kembali ke Jepang dengan tidak membawa kabar sama sekali kepada Yuan atau pun teman yang lain atas kepindahan tersebut ke negara asal sang ayah.
Yuan pun melajukan moge nya tersebut ke kediaman Naomi dengan kecepatan sedang. Setibanya, Yuan pun melihat rumah Naomi yang nampak sepi sekali tidak seperti biasanya yang terlihat banyak sekali penjaga yang berbadan kekar serta memiliki tatto di lengan tangannya nampak berjaga di depan pos gerbang rumah mewahnya tersebut.
"Kemana dia?" gumam Yeon dengan menekan tombol telepon ke nomer ponsel Naomi.
Hasil menunjukkan jika nomer tersebut telah berada di luar jangkauan. Tidak ada yang bisa Yuan tanyai mengenai keberadaan Naomi. Karena semuanya tidak ada yang mengetahui asal usul Naomi bahkan kediaman nya pun hanya Yuan yang di beri tahu oleh wanita yang telah mengisi harinya secara singkat tersebut.
Hari-hari yang di lalui Yuan pun mendadak berubah menjadi muram. Melakukan balap liar tanpa di temani oleh Naomi lagi pun membuat mood nya untuk mengikuti kegiatan semacam itu pun seolah sirna.
Berbeda dengan Yeon yang kini tengah berbinar penuh semangat karena telah di berikan izin oleh sang mommy untuk membawa Mira kembali ke kamar pribadi nya.
__ADS_1
Kandungan Mira pun telah di nyatakan kuat dan sehat oleh sang dokter. Bagitu juga dengan hasil test DNA yang menunjukkan keakuratan kecocokan antara dirinya dengan janin yang tengah di kandung oleh istrinya tersebut.
"Sayang ..." ucap Yeon dengan sangat lirih dengan mendekap tubuh istrinya tersebut dengan sangat erat.
"Jangan terlalu erat seperti ini, Yeon. Aku menjadi sesak nafas jika kamu memelukku dengan sangat erat seperti ini," ucap Mira dengan berusaha mengendurkan pelukan suami posesif nya tersebut.
"I love you," ucap Yeon dengan terus mengecup perut istrinya tersebut dengan perlahan.
Sedangkan Tyas yang tidak memiliki waktu sama sekali untuk kembali ke Korea pun menjadi semakin resah.
Seperti akhir-akhir ini Tyas yang terlihat memiliki jadwal sangat padat akan syutingnya tersebut dan tidak memiliki waktu lain untuk kembali menjajakan tubuhnya pun membuat Tyas kelimpungan.
Untungnya ada Darren sang manager yang sangat siap untuk melayani setiap saat jika dirinya butuh akan sentuhan.
Hingga akhir-akhir ini Tyas merasakan tubuh nya terasa pusing serta lemas yang membuatnya mudah lelah dan tertidur.
Hingga pada akhirnya Tyas pun menyadari jika dirinya telah terlambat datang bulan.
"Jangan-jangan kali ini aku benar-benar hamil? Namun anak siapa yang tengah ku kandungan saat ini?? Bukan kah semua lelaki yang pernah melakukan hubungan badan bersama ku telah menggunakan pengaman?" gumam Tyas dengan wajah yang nampak sekali terlihat sangat bingung serta cemas.
Tyas pun segera mengaca di depan cermin rias nya. Benar saja jika tubuhnya sekarang ini terlihat lebih berisi dari pada sebelumnya.
"Apakah ini adalah milik Darren? Terakhir kalinya aku pun hanya melakukan hal tersebut bersama dengan Darren saja kan? Harus aku apa kan janin ini? Aku tidak ingin karirku hancur karena kehamilan ku ini," gumam Tyas dengan mondar-mandir seorang diri di dalam kamar apartemen nya tersebut.
__ADS_1
"Aku punya rencana," gumam Tyas tersenyum senang serta dengan cepat memesan tiket pesawat menuju ke Korea tanpa memperdulikan jadwal syuting nya yang terlihat sangat padat tersebut.