My Impotent Husband

My Impotent Husband
Bab 50. Mantan Sekretaris Tuan Jee


__ADS_3

Mommy Yeon yang tengah menunggu hasil pemeriksaan Tyas di rumah sakit pun terlihat bingung.


Apa sih yang di maksud Tyas? Atau ucapan Tyas hanya sekedar untuk mengalihkan seluruh kebohongan yang telah dirinya ciptakan dengan cara mengkambing hitamkan suamiku? batin Mommy Yeon dengan wajah yang terlihat linglung.


Jika benar semua ini adalah kebohongan yang kembali Tyas ciptakan untuk merusak hubungan Mommy Yeon bersama sang suami pasti akan membuat Mommy Yeon semakin merasa bersalah terhadap sang suami yang telah dirinya kurung di penjara bawah tanah milik nya tersebut.


Namun jika semua ini adalah kebohongan yang Tyas ciptakan, kenapa suami ku terlihat sangat emosional dan terlihat sekali jika ingin segera melenyapkan nyawa Tyas tanpa peduli ada aku di hadapan nya? batin Mommy Yeon lagi dengan mengusap wajahnya dengan kasar.


Tak lama kemudian, nampak dokter yang memeriksa Tyas telah keluar dari ruangan tersebut.


Dengan langkah cepat Nyonya Jee pun segera berjalan mendekati sang dokter.


"Bagaimana dengan keadaan nya, Dok?" tanya Nyonya Jee dengan raut wajah khawatir.


"Pasien hanya mengalami syok sementara, Nyonya. Hanya butuh perawatan beberapa hari saja kemungkinan sudah benar-benar pulih dan sehat kembali," ucap Dokter yang menangani Tyas dengan penuh wibawa.

__ADS_1


Setelahnya Mommy Yeon pun segera memasuki ruang rawat inap Tyas dengan perasaan yang masih sangat kacau.


Nampak Tyas yang tengah tertidur di atas kasur rumah sakit tersebut dengan bekas kemerahan di lehernya yang terlihat sangat jelas.


Darren pun segera mengambilkan kursi untuk Nyonya Jee.


"Silahkan duduk, Nonya. Maafkan segala perbuatan yang telah di lakukan oleh Tyas hingga sejauh ini," ucap Darren memecah keheningan di antara keduanya.


"Apakah kamu tahu mengenai ucapan yang Tyas ucapkan tentang suamiku di luaran sana? Apakah suami yang sangat aku banggakan di depan banyak orang selama ini telah mengkhianati ku?" tanya Mommy Yeon dengan menatap wajah Darren.


Darren yang tidak tahu menahu tentang ucapan yang telah Tyas katakan tersebut pun nampak menggeleng lemah.


Mommy Yeon segera menerima mineral botol tersebut dan membuka nya secara perlahan.


Meminum seteguk demi seteguk untuk menghilangkan rasa haus serta gelisahnya kini.

__ADS_1


"Selama ini aku selalu mempercayai suamiku selama dirinya berada di luar rumah. Karena hal tersebut lah aku tidak pernah menempatkan mata-mata untuk menyelidiki keseharian suamiku itu," ucap Mommy Yeon dengan menarik nafas dalam-dalam.


Hingga tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu rawat inap terdengar.


"Masuk!" titah Mommy Yeon begitu melihat sang bodyguard seperti hendak menyampaikan sesuatu.


"Nyonya, detektif yang telah Nyonya pekerjaan ingin menyampaikan beberapa informasi terkait dengan tugas yang telah nyonya berikan," bisik sang bodyguard.


"Perintahkan untuk segera masuk kemari," ucap Mommy Yeon yang kemudian terlihat berpindah posisi dengan melangkah menuju ke arah sofa di sudut ruangan tersebut.


Sang detektif pun melangkah mendekat ke arah Nyonya Jee yang kemudian terlihat duduk berhadapan.


"Semua telah saya selidiki, Nyonya. Tuan Jee sebenarnya pada awalnya di jebak oleh mantan sekretaris nya ketika berada di Jerman. Keduanya benar-benar telah melakukan hubungan terlarang tersebut," ucap detektif swasta handal tersebut dengan menyodorkan foto-foto diantara suaminya tersebut yang membuat mata Mommy Yeon pun nampak memanas menahan setiap buliran air mata yang hendak terjatuh.


"Setelah kejadian tersebut, Tuan Jee pun memberi banyak sekali uang kepada mantan sekretaris nya tersebut untuk menutup mulut wanita itu dan memintanya untuk segera resign,"

__ADS_1


"Namun baru-baru ini, informasi yang saya dapatkan adalah mantan sekretaris Tuan Jee tersebut kini telah menikah dan tengah mengandung kisaran usia lima bulan," ucap detektif tersebut dengan kembali menyodorkan foto-foto mantan sekretaris suaminya tersebut yang nampak terlihat masih sangat muda dan belia dengan perut yang telah terlihat membuncit seperti usia kehamilan sang menantu alias istri Yeon.


"Bayi yang tengah di kandung wanita itu bukan janin milik suami ku, kan?" tanya Mommy Yeon dengan tangan yang kembali bergetar dengan hebat begitu melihat tanggal peristiwa suaminya tersebut melakukan hal hina di belakang nya tersebut yang ternyata kurang lebihnya memang terjadi lima bulan yang lalu.


__ADS_2